06
Nov

Waspadai Materialnya Sebelum Menempati Rumah Baru

Waspadai Materialnya Sebelum Menempati Rumah Baru

Arsitek Indo Kontraktor I Jasa Arsitek dan Kontraktor – Ada beragam acara yang dapat kita lakukan guna memenuhi kebutuhan tempat tinggal. Baik dengan cara membeli rumah atau membangun rumah sendiri. namun terdapat hal penting yang sering terabaikan berkaitamn dengan rumah yang akan dihuni. Dan salah satunya adalah material yang digunakan pada rumah tersebut. Dan tanpa ada sadari, ada berbagai material yang digunakan pada rumah baru dapat menjadi sumber penyakit bagi Anda dan keluarga. Kanker, alergi, gangguan pernapasan, ginjal, hati, adalah beberapa penyakit yang mungkin timbul akibat material bangunan. Anda ingin menempati rumah baru? waspadai materialnya sebelum menempati rumah baru, supaya aman.

Cat Dinding

Pertama, cat. VOC (Volatile Organic Compound), timbal, dan merkuri yang terdapat dalam cat, adalah 3 jenis bahan yang patut Anda waspadai. Dalam komposisi tepat, bahan ini tak berbahaya. Jika berlebih, bahan ini dapat mengakibatkan kanker. Yang termasuk dalam kategori VOC di antaranya solvent dan tiner. VOC ditandai dengan bau. Namun, cat yang tidak berbau belum tentu bebas VOC.

Cat dengan merek ternama cukup bertanggung jawab dalam menggunakan bahan-bahan tersebut dibandingkan cat oplosan yang tak diketahui mereknya. Anda yang membeli rumah di perumahan, selain dapat menanyakan dan melihat langsung ke lapangan, juga dapat melakukan trik berikut ini. Cat yang baik tidak luntur saat dipegang, memiliki permukaan yang halus dan rata, warna mentereng dalam konteks wajar, serta bau yang tidak terlalu menyengat. Selain itu, jika mata Anda terasa perih apalagi sampai mengalami iritasi, bisa jadi itu adalah indikasi bahwa cat yang digunakan memiliki kandungan racun yang cukup tinggi.

READ  12 Kombinasi Warna Cat Rumah Berikut Ini Bisa Menjadi Inspirasi

Kayu

Kedua, kayu. Pada dasarnya kayu adalah material alam yang ramah lingkungan. Tingginya permintaan pasar, seolah memaksa kayu diproses sebelum waktunya. Proses pengeringan, pengawetan, hingga pelapisan yang menggunakan berbagai macam bahan kimia membuat kayu menjadi tidak ramah lingkungan. Yang patut diwaspadai adalah penggunaan bahan kimia berlebihan pada proses pengawetan. Ciri-cirinya bau yang menyengat hingga hidung dan mata terasa perih.

Jika Anda ingin membangun rumah, sebaiknya gantikan kayu dengan material lainnya seperti beton precast, aluminium atau besi hollow. Menghindari penggunaan kayu berarti Anda turut berpartisipasi melindungi pepohonan.

Keramik

Ketiga, keramik. Semakin putih keramik, semakin tinggi bahaya radioaktif yang dikandungnya. Semakin putih, keramik banyak mengandung zirconiumZirconium ini bisa memberi efek buruk, karena dalam jangka waktu panjang bisa menyebabkan kanker kulit.

Di sisi lain, mengurangi penggunaan keramik berwarna putih juga tidak mudah. Tren yang berkembang membuat permintaan akan keramik berwarna putih terbilang sangat tinggi. Untuk itu, konsumen harus semakin jeli menanyakan kepada produsen, apakah produk keramiknya telah memiliki sertifikat bebas radioaktif atau belum.

Minimalisasi dengan Bukaan

Ada beberapa hal yang dapat Anda jadikan pegangan dalam meminimalisasi bahaya polusi yang diakibatkan oleh material bangunan yang dipakai. Jika Anda membangun rumah sendiri, langkah pertama yang harus Anda perhatikan adalah berkaitan dengan desain bukaan yang memungkinkan sirkulasi dan pencahayaan yang baik di dalam setiap ruang. Sirkulasi udara dan pencahayaan akan membantu dalam mengusir berbagai macam bahaya.

Kedua, kenali material apa yang akan digunakan dalam proses pembangunan. Jangan hanya berpatokan pada harga yang murah. Kesehatan Anda dan keluarga dipertaruhkan. Ketiga, sebaiknya Anda menggunakan material yang ramah lingkungan dan menghindari pemakaian bahan-bahan sintesis.

READ  Apa yang Arsitek Lakukan?

Keempat, yang tak kalah pentingya, rumah yang baru selesai dibangun sebaiknya tidak langsung dihuni sampai bahan-bahan penyelaras akhir, seperti cat dan pelitur, tidak lagi mengeluarkan bau yang menyengat.