Masalah Rumah di Musim Hujan
23
Apr

Tips Merapikan Mainan Anak

TIPS MERAPIKAN MAINAN ANAK

ARSITEK INDO KONTRAKTOR | Bermain bersama anak memang moment yang menyenangkan. Tetapi kadang ditemui berserakannya berbagai mainan anak. Tetapi tenang sobat. Kami berikan tips bagaimana merapikan mainan anak yang berserakan setelah anak bermain. Nah untuk itu, mari langsung simak ulasan di bawah ini.

1. Tentukan Mainan Anak Apa yang Sesuai untuk Si Kecil

Ruang Bermain Anak Skandinavian

shutterstock.com

Ada beberapa faktor yang bisa dipertimbangkan dalam pemilihan mainan anak. Dari segi manfaat untuk tumbuh kembang anak, mainan anak yang dipilih sebaiknya dapat menjadi media belajar anak sekaligus menstimulasi pergerakkannya. Dari segi selera, mainan anak bisa disesuaikan dengan karakter si kecil. Langkah awal ini dapat membuatmu mengerucutkan pilihan mainan anak atau boneka apa yang paling kamu butuhkan.

2. Manfaatkan Sudut Ruang yang Kosong

Storage Bawah Tangga

houzz.com

Jangan biarkan ruangan terlihat tanggung, seperti ruang sisa yang ada di bawah tangga atau bidang dinding yang tidak simetris, kosong, dan tidak dimanfaatkan. Cara paling tepat menyiasati ruangan seperti ini adalah dengan mengolahnya menjadi tempat penyimpanan. Tidak hanya mainan anak yang berukuran kecil, sepeda dan mobil-mobilan yang memakan tempat pun jadi bisa disimpan dengan rapi di lemari bawah tangga.

Baca Juga : Manfaat Membersihkan Rumah

3. Kelompokkan Mainan Anak dan Maksimalkan Storage

Lemari Mainan

houzz.com

Pengelompokkan mainan anak dapat dilakukan dengan memisahkan jenis dan ukuran mainan. Kamu dapat menggunakan rak terbuka atau lemari anak yang diisi dengan boks-boks penyimpanan. Jika storage digunakan untuk si kecil dan saudaraya, tiap-tiap boks bisa diberi label penanda agar mainan anak tidak tertukar.

Namun, storage terbuka membuat mainan anak mudah tercecer, ruangan jadi lebih mudah berantakan. Penggunaan storage tertutup lebih rapi dan bisa menyediakan ruang storage yang lebih besar. Kamu bisa memaksimalkannya dengan memanfaatkan bagian dalam dan daun pintunya.

4. Tularkan Prinsip Minimalis

Ruang Bermain Anak

houzz.com

Kesuksesan mengorganisir mainan anak tidak bisa dilepaskan dari prinsip minimalis, tapi prinsip ini tidak bisa hanya diterapkan oleh kamu dan si kecil saja. Seringkali mainan anak yang tidak sesuai dengan kebutuhan anak justru didapat dari hadiah ulang tahun. Hal ini bisa merepotkanmu apabila kamu tidak memiliki tempat penyimpanan yang cukup.

Ajak kerabat dan temanmu untuk tanggap bahwa kamu sedang menerapkan gaya hidup minimalis. Beri saran kepada mereka untuk menghadiahi mainan anak yang paling dibutuhkan oleh si kecil.

5. Selalu Libatkan Si Kecil

Merapikan Mainan Bersama Anak

shutterstock.com

Membereskan mainan bukan hanya menjadi pekerjaan rumah orang tua, tapi juga menjadi tanggung jawab pemiliknya. Berikan arahan kepada si kecil untuk selalu merapikan mainan selesai ia menggunakannya.

Cara ini tak sekedar memupuk rasa tanggung jawab si kecil, tetapi turut memberikan efek psikologis yang baik. Menurut beberapa penelitian, saat ia berhasil menjaga barang-barang yang dimilikinya anak jadi merasa lebih tenang dan percaya diri.

Baca Juga : Bagian Yang Harus Di Bersihkan Dalam Rumah

6. Donasikan Mainan yang Tidak Lagi Terpakai

Donasikan Mainan

shutterstock.com

Pertumbuhan si kecil yang pesat menyebabkan kebutuhannya terus beganti-ganti, termasuk mainan anak yang ia gunakan. Agar mainan anak yang tidak lagi terpakai tidak memenuhi ruang penyimpanan, mainan tersebut bisa didonasikan kepada anak-anak yang lebih membutuhkan. Dengan cara ini, kamu jadi bisa mengajarkan anak untuk berbagi sejak dini.