16
Okt

Tips Membangun Rumah di Pinggir Jalan Raya

Tips Membangun Rumah di Pinggir Jalan Raya

Arsitek Indo Kontraktor I Jasa Arsitek dan Kontraktor -Dari sekian banyak lokasi pembangunan hunian, rumah minimalis pinggir jalan masih tetap jadi favorit bagi sebagian orang. Tak hanya jadi tempat tinggal, rumah ini pun cocok dijadikan tempat berbisnis. Selain nilai plusnya, ternyata ada sisi negatifnya juga punya rumah pinggir jalan. Berikut ini tips membangun rumah di pinggir jalan raya.

1. Desain Rumah Bebas Debu dan Bising

Rumah yang berada di pinggir jalan besar memiliki peluang terkena debu dan kebisingan lebih besar daripada rumah yang ada di pinggir gang. Berbegai kendaraan yang berlalu lalang, selain mengeluarkan suara yang bising juga mampu menerbangkan debu debu jalan raya yang ada di permukaan aspal. Apalagi jika di kanan kiri jalan raya tersebut masih berupa tanah dan belum dibangun trotoar.

Untuk mengantisipasinya bisa dengan merancang desain rumah yang sesuai dengan kondisi tersebut. Anda bisa memilih kontraktor terpercaya dalam pembangunannya. Mulai dari letak posisi jendela dan pintu, memperhatikan lubang ventilasi dan sebagainya. Yang laing mudah meminimalisir debu yang masuk adalah dengan membatasi keberadaan lubang ventilasi. Lebih bagus lagi buatlah rumah dengan kondisi rapat dan sirkulasinya mengandalkan AC.

2. Pikirkan Peluang Usaha

Terkadang rumah di pinggir jalan raya sangat disayangkan jika tidak dimaksimalkan. Jika memungkinkan untukmembuka usaha maka rancanglah rumah yang nantinya bisa digunakan sebagai tempat usaha. Seperti dibuat menyerupai ruko dengan dua lantai. Dalam pembangunan rumah bertingkat tentu harus memperhatikan struktur bangunan karena Indonesia merupakan salah satu negara rawan gempa. Buatlah struktur bangunan bertingkat tahan gempa.

Kriteria bangunan bisnis yang ideal salah satunya memiliki akses masuk lokasi bangunan dengan mudah. Jika anda memiliki lahan di pinggir jalan raya maka lokasi tersebut sudah ideal di jadikan lokasi bisnis. Namun pembangunan tempat bisnis yang menyatu dengan rumah hunian harus memperhatikan beragam aspek termasuk pertimbangan keluarga. Apakah mereka akan terganggu atau tidak jika dibangun bisnis dirumah.

3. Perhatikan Sisi Keamanan

rumah di pinggir jalan raya memiliki peluang terkena target kejahatan lebih besar daripada rumah yang berada di kompleks perumahan atau di tengah pemukiman. Selain itu sisi keamanan dari adanya lalu lalang kendaraan juga harus diperhatikan. Ada beberapa cara untuk mengantisipasi hal ini, salah satunya dengan memasang pagar yang tinggi.

Fungsi pagar selain memiliki fungsi keamanan dari pencurian properti juga memiliki fungsi keamanan bagi anggota keluarga terutama anak kecil. Selain pagar anda bisa juga memasang CCTV atau alarm keamanan. Meskipun sudah membuat rumah hunian dengan aman melalui pembangunan pagar atau sistem alarm keamanan, selalu memiliki sikap waspada tetap diperlukan karena seseorang yang akan berbuat jahat oasti memiliki beragam cara.

4. Bangun Rumah Tidak Terlalu Dekat Dengan Jalan

Beberapa kasus kecelakaan terkadang melibatkan bangunan yang ada di pinggir jalan raya. Terutama posisi bangunan yang ada di jalan raya antar kota yang memiliki ukuran lebar. Biasanya kendaraan yang lewat juga kendaraan besar seperti truk dan bus. Maka demi kemanan membangun rumah dipinggir jalan harus di lakukan dengan posisi rumah yang akan dibangun menjotok ke dalam.

Selain aman dari kecelakaan, posisi rumah yang menjorok ke dalam akan mengurangi intensitas kebisingan. Terlebih jika di depan rumah dibuat taman dengan banyak pepohonan. Fungsi pepohonan selain menyerap getaran suara juga menghadang debu yang beterbangan di jalanan ketika kendaraan lewat.

5. Buat Akses Pintu Keluar di Belakang

Jika kondisi memungkinkan maka buatlah akses pintu keluar di bagian belakang. Fungsinya adalah untuk bisa berhubungan dengan dunia luar. Saat ini mungkin anda belum terpikirkan dengan fungsi pintu belakang. Namun hal ini sangat penting pada kondisi tertentu. Seperti jika rumah anda akan yerjadi percobaan pencurian atau perampokan dari pintu depan maka anda bisa memintabantuan warga dari pintu belakang. Selain memberikan akses keluar, hubungan dengan warga sekitar harus di bangun dengan baik.