15
Okt

Tips Membangun Ruko Agar Menarik Minat Konsumen

Tips Membangun Ruko Agar Menarik Minat Konsumen

Arsitek Indo Kontraktor I Jasa Arsitek dan Kontraktor – Memilih lokasi untuk membangun usaha menjadi poin penting sebelum memulai eksekusi bisnis dibidang apapun, karena keterjangkauan tempat usaha menjadi faktor penentu keberhasilan. Pilihlah ruko minimalis dengan harga terjangkau jika dirasa dana yang dimiliki terbatas. Carilah informasi mengenai letak, kondisi ruko, dan harga apakah semua sudah sesuai. Seringkali calon pembeli terkecoh dengan harga mudah tapi fasilitas yang didapatkan tidak sebanding. Wilayah tempat penyewaan ruko sepi dari jalan raya dan area parkir jauh dari tempat usaha, sehingga mempersulit karyawan dan calon konsumen. Jangankan usaha anda dilirik oranng, mengetahui lokasinya tidak terjangkau pun mereka sudah pasti malas mengunjunginya. Kalau sudah begitu anda malah merugi. Berikut ini tips membangun ruko agar menarik minat konsumen.

1. Ukuran Ideal Ruko

Ukuran ruko yang terlalu sempit tentu mengurangi minat pembeli atau penyewa ruko. Sedangkan ruko dengan ukuran yang besar juga menjadikan harga sewa menjadi mahal, sehingga kemungkinan juga menjadikan peminat urung menyewa atau membeli ruko. Sebenarnya tidak ada aturan mengenai standar resmi ukuran sebuah ruko.

Biasanya ukuran yang dipakai sebagai pedoman adalah minimal 3,5 meter, jika kurang dari ukuran tersebut akan terlihat sempit dan terkesan seperti kios biasa. Namun ukuran standar yang ideal dari sebuah ruko adalah 5 meter, dengan asumsi kendaraan roda empat bisa masuk dan masih ada sisa untuk keluar masuk orang.

2. Lebih Dari Satu Unit

Untuk menarik peminat penyewa atau pembeli ruko, maka sebaiknya membangun ruko tidak hanya satu unit. Biasanya ruko dibuat menjadi satu dengan kompleks perumahan atau kompleks ruko yang berdiri sendiri namun dengan jumlah unit yang banyak. Dengan demikian seseorang yang akan membuka usaha di ruko tersebut tidak merasa ‘sendiri’.

READ  Renovasi Rumah Kost

Ruko yang berada pada satu kompleks perumahan biasanya desain yang dibuat mempunyai gaya arsitektur yang sama dengan bangunan rumah. Namun, beberapa developer untuk menunjukkan kesan menonjol dari sebuah ruko justru membuat konsep desain yang berbeda antara desain rumah pada perumahan dengan desain rukonya.

3. Lokasi Strategis

Lokasi adalah hal yang pliang utama ketika akan membangun proyek ruko. Diperlukan analisis atau riset kecil untuk menentukan apakah sebuah lokasi layak untuk dijadikan sebagai tempat usaha atau tidak. Lokasi menentukan maju atau mundurnya suatu usaha kedepannya, kecuali jika usaha tersebut tidak membutuhkan lokasi yang mudah dijangkau seperti usaha di bidang online.

Pilih lokasi yang memiliki prospek yang baik untuk membangun usaha, seba tidk semua orang memulai usaha di bidang online yang tidak memerlukan lokasi yang mudah dijangkau. Lokasi didekat kampus, didekat pasar, atau lokasi yang ramai menjadi lokasi ideal untuk membangun ruko. Kenapa?

4. Bentuk Ruko

Bangunan ruko biasanya terdiri dari dua atau tiga lantai dengan desain bagian bawah digunakan sebagai toko dan bagian atas terkadang dipakai sebagai tempat tinggal atau kantor, meskipun banyak ruko yang disewa digunakan dengan tidak sesuai dengan penataan ruang. Meskipun dibangun dengan desain berbentuk sama namun masing-masing ruko selalu ditandai dengan warna yang berbeda, tanda tertentu atau dengan nomor.

Fasad ruko juga sangat penting diperhatikan karena menjadi daya tarik utama bangunan ruko. Orang sering menandai sebuah komplek ruko dengan gaya atau tampilan pada bagian depan atau fasad. Tampilan yang unik, minimalis, klasik atau gaya lainnya juga akan menarik minat penyewa atau pembeli ruko. Karena itu untuk pengerjaan ruko dengan profesional, anda bisa mempercayakan kepada PT Sinergia Bhakti Persada yang berpengalaman dalam pembangunan ruko dan juga waterproofing Jogja.

READ  Inspirasi Warna cat Dinding Pastel

5. Batas Dengan Jalan

Tips membangun ruko berikutnya adalah mengenai batas bangunan dengan jalan. Biasanya jarak antara bangunan dengan jalan raya yang ideal adalah 5 meter. Pemberian jarak ini untuk mengantisipasai jika terjadi pelebaran jalan. Jika ruko sudah berrdiri dan ada proyek pelebaran jalan, maka ruko yang dibangun terlalu dekat dengan jalan raya akan dibongkar. Anda akan mengalami kerugian jika terkena imbas dari pelebaran jalan, meskipun terkadang akan mendapat ganti rugi.

Selain itu pemberian jarak antara ruko dengan jalan selebar 5 meter akan memudahkan pengunjung ruko. Untuk memarkirkan kendaraannya ketika datang membawa kendaraan terutama roda empat. Jarak 5 meter dari ruko juga bisa anda maksimalkan dengan membangun kanopi, sehingga jika terjadi proyek pelebaran jalan tidak akan banyak melakukan pembongkaran.

6. Legalitas Jelas

Dengan adanya IMB maka seseorang yang akan membeli atau menyewa ruko akan merasa tentram dan nyaman di karenakan bangunan sudah sesuai syarat administrasi membangun rumah yang diberikan pemerintah. Selain itu jika terkena dampak pelebaran jalan, maka ganti rugi bangunan yang memiliki IMB akan lebih tinggi daripada bangunan tanpa IMB.