20
Mei

Tips Desain Rumah Tahan Terhadap Gempa

Tips Desain Rumah Tahan Terhadap Gempa

Konstruksi Bangunan Tahan Gempa - BETON INSTAN INDOKON & MORTAR INDOKON

Kontraktor JogjaRumah tahan gempa adalah istilah untuk rumah yang mampu mengurangi risiko akibat gempa secara optimal dan memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan oleh Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa. Sekarang dengan adanya teknologi modern yang telah dikembangkan untuk membangun struktur bangunan tahan gempa, Anda tidak perlu khawatir. Bangunan dengan konstruksi tahan gempa tersebut memiliki karakteristik yang dapat melindungi Anda dari luka-luka, cedera ringan hingga kerugian harta benda. Apakah Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang tips desain rumah tahan terhadap gempa? Mari simak penjelasannya berikut ini.

 

1. Perhatikan Kualitas Tanah dan Perencanaan Denah

rumah tahan gempa, rumah anti gempa, bangunan tahan gempa

Buat kamu Toppers yang berencana untuk membangun rumah wajib untuk mempertimbangkan cara ini agar rumah yang nanti kamu bangun bisa tahan terhadap gempa. Hal yang harus kamu perhatikan adalah kualitas tanah rumah.

Pastikan tanah hunian berdiri cukup padat dan keras sehingga saat terjadi getaran tidak terlalu mengubah permukaan tanah. Hindarilah plastic soils, karena biasanya kekuatan tanah tersebut akan berkurang ketika terkena air khususnya di daerah yang sering hujan.

2. Kekuatan Pondasi

Pondasi rumah sangat penting untuk menyalurkan beban ke tanah. Semakin baik pondasi, semakin kokoh bangunan itu.

Syarat lainnya adalah, sebuah pondasi agar lebih kokoh harus ditanam ke permukaan tanah yang keras minimal sedalam 60-75 cm. Selain itu, kamu juga harus memperhatikan angkur yang menghubungkan bangunan dengan pondasi.

Pastikan bahwa angkur tersebut kokoh dan terhubung kuat dengan sloof dan pondasi.

3. Bahan Dasar Pondasi yang Tepat

rumah tahan gempa, rumah anti gempa, bangunan tahan gempa

Ketika kamu memiliki pondasi yang terlihat kuat dan angkur yang sudah terhubung dengan sloof, hal lain yang harus dipertimbangkan adalah komposisi bangunan. Bahan dasar apa yang harus kamu gunakan?

READ  Renovasi Keramik Dinding Dapur dengan Motif Tegel

Pastikan kamu menggunakan komposisi dengan kualitas terbaik seperti pasir halus, kerikil, air, semen yang presisi, sehingga mencegah retakan-retakan kecil yang bisa membuat roboh bangunan.

Kamu juga harus menentukan kualitas beton dan pastikan kalau campuran beton diukur dengan presisi sehingga beton yang dihasilkan adalah kualitas terbaik.

4. Ketinggian Rumah

Dalam konteks ini, kamu harus memikirkan seberapa tinggi rumahmu. Berapa lantai yang akan kamu bangun? Ketinggian dan jumlah lantai sangat menentukan kekuatan rumah utamanya karena beban yang ditanggung oleh pondasi rumah akan semakin besar.

Kamu harus memperhitungkan dan merencanakan dengan mata struktur bangunan. Dengan perencanaan dan desain yang matang, tidak ada masalah dengan jumlah lantai yang kamu rencanakan.

5. Tingkat Simetris Rumah

rumah tahan gempa, rumah anti gempa, bangunan tahan gempa

Bentuk yang simetris membantu rumah untuk lebih kokoh dengan penyebaran yang seimbang atau merata. Ketika terjadi goncangan, maka tidak ada bagian rumah yang berat sebelah karena sudah dirancang secara simetris.

Dengan kata lain, efek torsi akan berkurang ketika rumah kamu sudah simetris. Mungkin bangunan akan terlihat biasa saja, namun arsitek yang paham dan handal akan mengutamakan keamanan dan membuat struktur tetap atraktif tanpa mengorbankan hal-hal detail.

6. Bahan Material Rumah

Ketika kamu sudah cukup yakin memilih bahan-bahan pondasi yang kukuh serta rancangan struktur pondasi yang kuat saatnya beralih pada bahan material rumah. Bahan material rumah dalam konteks ini seperti jenis atap yang mempengaruhi beban rumah saat terjadi gempa.

Kamu sebaiknya meminimalisir berbagai material bangunan yang dapat menambah beban rumah. Misalnya, kamu bisa mengganti atap konvensional menjadi baja ringan, sehingga lebih ringan.

7. Perbaikan Setelah Konstruksi

Ketika kamu sudah membangun rumah dan rasanya cukup kuat untuk menahan gempa, tetap perhatikan kualitas rumah yang mungkin saja menurun. Lakukan perbaikan berkala sehingga rumahmu tetap tahan gempa. Perbaikan termasuk melihat pondasi-pondasi, dinding, atap, kebocoran, dan lain-lain.

READ  Batu Bata Merah

Penjelasan di atas cocok bagi anda yang berniat membangun rumah di kawasan rawan gempa. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda. Temukan artikel seputar tips rumah dan konstruksi lainnya hanya di Kontraktor Jogja.