04
Okt

Tips Atasi Agar Pintu Rumah Awet

Tips Atasi Agar Pintu Rumah Awet

Tips Atasi Agar Pintu Rumah Awet – Fungsi utama pintu sebagai tempat masuk atau keluar penghuni rumah. Untuk itu, sudah selayaknya pintu harus dirawat sebaik mungkin, agar dapat berjalan dengan baik. Berikut ini beberapa tips mengatasinya agar pintu rumah tetap awet.

  1. 1. Pintu yang Berbunyi

  2. Pintu terkadang menimbulkan suara berderit atau juga seret pada pintu sorong, akibat pelumas pada engsel dan rel telah mengering, bahkan karatan. Untuk mengatasinya, kamu perlu sesekali memberi miyak pelumas bekas pada bagian engsel pintu dan rel lalu kemudian pintu digeser-geser agar minyak meresap.
  3. 2. Pintu yang Menggesek Lantai

  4. Pintu yang menggesek lantai atau kusen dapat menyebabkan kerusakan. Apalagi jenis pintu double teak wood atau tripleks, gesekan akan menyebabkan kayu mengelupas searah serat,lapis demi lapis. Jika pintu terletak pada tempat lembab dan cenderung berair, tiap-tiap lembar lapisan kayu akan mudah mengelupas. Seret akibat gesekan bisa juga terjadi karena deformasi sambungan, engsel aus atau copot karena beban pintu terlalu berat, bahkan pemuaian kayu.

Pemasangan pada sambungan yang terjadi karena jenis kayu terlalu lunak, bahkan lapuk, harus mendapat penanganan khusus, bahkan kalau perlu diganti dengan kayu baru. Namun, bila diakibatkan oleh pemuaian kayu, pintu tersebut bisa dicopot dan disasah (disayat) pada bagian yang bergesekan. Pemuaian kayu bisa dicegah bila kayu yang digunakan benar-benar kering.

  1. 3. Pintu yang Renggang

  2. Pintu yang renggang dan retak karena penyusutan juga menjadi masalah tersendiri. Masalah ini biasanya banyak ditemui pada pintu panel, karena volume papan menyusut dan tak menyatu dengan rangkanya. Penyusutan merupakan akibat dari pemakaian kayu yangbelum kering pada saat pintu dibuat. Akibatnya, setelah pintu jadi dan terpengaruh cuaca, timbul penyusutan yang membuat volume kayu berkurang, bahkan sampai retak.

Jika renggang hanya sedikit, kamu bisa mendempulnya dengan bahan yang sesuai dengan finishing pintu, baru kita tutup dengan finishing akhir. Jika renggang terlalu besar, perbaikan bisa dilakukan dengan cara mencopot panil tersebut. Olesi sisi papan kayu yang menimbulkan celah dengan lem epoxy, kemudian tambal menggunakan kayu dari jenis yang sama dengan pintu tersebut. Kemudian lakukan pengepresan untuk mengurangi celah baru pada tambalan tersebut.

4. Pintu Lapuk

Untuk mengatasi permasalahan yang satu ini, kayu cukup dikeringkan kemudian dibersihkan pada bagian yang lunak dan berjamur. Semakin bersih, semakin bagus daya rekat bahan finishing yang akan diterapkan kembali pada kayu. Sebagai pelindung, gunakan bahan pelapis yang bersifat water repellent dan permeabel secara rata, jangan sampai satu bidang pun terlewatkan. Kamu perlu memeriksanya secara berkala untuk menghindari celah atau cacat pada cat, agar air tidak dapat masuk ke dalam kayu.