08
Mei

Tata Cara Pemasangan Wastafel

Cara Memasang Wastafel

sumber : penjagarumah.com

 ARSITEK INDO KONTRAKTORWastafel memiliki berbagai jenis dan fungsi. Jika anda sudah membeli wastafel anda dapat menghemat biaya dengan memasangnya sendiri loh di rumah anda. Nah mari simak ulasan di bawah ini yang akan membahas cara pemasangan wastafel yang baik dan benar. Selamat membaca !

Setiap merek wastafel memiliki cara pemasangan sendiri. Sebaiknya, pelajari lebih dahulu detail petunjuk yang disertakan. Secara umum pemasangan wastafel gantung melalui tahap berikut.

  • Lakukan persiapan, berupa pemasangan pipa pasokan air bersih (pipa input) dan pipa saluran air kotor (pipa output) pada posisi di mana wastafel akan dipasang. Agar terkesan rapi pipa dapat ditanam pada dinding dan di bawah lantai. Jika pembangunan sedang berlangsung, pemipaan dikerjakan bersama bagian lain kamar mandi (shower dan bathtub).
  • Pada rumah lama tentu harus dilakukan pembongkaran dinding dan lantai untuk menempatkan kedua pipa tersebut, kecuali jika pipa akan diekspose. Ketinggian pipa input disesuaikan tinggi wastafel. Standar tinggi wastafel ±85-95 cm atau bisa disesuaikan kebutuhan. Sementara lubang pipa output dipasang di bawah pipa input dengan jarak ±15-20 cm (atau sesuai petunjuk pabrik).
  • Hasil pekerjaan persiapan adalah tersedianya lubang pipa input maupun output yang nantinya akan dihubungkan dengan pipa wastafel. Pastikan pada ujung kedua pipa terpasang faucet socket untuk sambungan. Wastafel dipasang setelah dinding diplester dan di-finishing (cat atau keramik). Matikan aliran air saat pemasangan wastafel.

Baca Juga : Tips Membersihkan Wastafel Stainlees Steel

  • Rangkai sifon atau leher angsa wastafel, jika perlu beri seal tape agar rapat. Lalu sambungkan leher angsa faucet socket pipa output pada dinding. Jika perlu, beri seal tape agar rapat.
  • pasang avur wastafel (fitting output bagian atas) lewat lubang pada dasar mangkuk wastafel. Kencangkan dan periksa bahwa penutup pada dasar wastafel berfungsi. Lanjutkan dengan memasang keran air.

Baca Juga : Jenis Wastafel Untuk Rumah

  • Periksa cara penggantungan wastafel —dengan bracket atau lubang pada wastafel. Tandai posisi lubang sekrup dengan mengukurnya secara tepat. Anda bisa juga menempelkan sementara wastafel ke dinding untuk pengepasan dan menandai lubang. Pastikan leher angsa dan avur tersambung dengan tepat. Periksa kedataran dengan waterpass.
  • Lakukan pengeboran dinding yang ditandai. Gunakan mata bor sesuai jenis dinding (bata dan beton) dan ukuran sekrup fischer. Selanjutnya pasang fischer pada dinding dengan bantuan palu.
  • Jika sistem penggantungan dengan lubang pada wastafel maka setelah fischer pasanglah sekrup hingga kencang. Kemudian gantungkan wastafel dengan benar lalu pasang kunci dan kencangkan. Jika sistem penggantungan dengan bracket, setelah fischer pasanglah bracket penggantung lalu sekrup dan kencangkan. Kemudian gantungkan wastafel dengan tepat. Periksa kedataran dengan waterpass.
  • Sambung avur (fitting output dari bawah wastafel) ke leher angsa yang telah tersambung dengan pipa output pada dinding, lalu kencangkan. Lanjutkan dengan menghubungkan fitting input dari keran ke pipa input pada dinding, lalu kencangkan.
  • Pastikan seluruh bagian telah terpasang dengan benar. Untuk memperkuat penggantungan, aplikasikan lem silikon di sepanjang garis pertemuan wastafel dan dinding.
  • Lakukan pengetesan dengan mengalirkan air sambil memeriksa setiap sambungan. Perbaiki jika masih ada kebocoran. Periksa kembali dengan mengalirkan air.
  • Terakhir, lakukan pembobokan lubang-lubang dinding dan lanjutkan dengan finishing. Kemudian, jika perlu pasang juga aksesoris seperti cermin, penggantung handuk atau lap.