18
Nov

Serba Serbi Furnitur Berbahan Kain dan Cara Merawatnya

Serba Serbi Furnitur Berbahan Kain dan Cara Merawatnya

Arsitek Indo Kontraktor I Jasa Arsitek dan Kontraktor – Kain sudah menjadi material yang umum digunakan sebagai bahan untuk membuat furnitur atau dekorasi ruangan lainnya seperti sofa, sarung bantal, gorden, karpet, dan lain sebagainya. Namun, sebagian dari Anda  mungkin masih belum memahami jenis dan ciri khas berbagai kain yang kerap digunakan. Tidak hanya jenis kainnya, jenis jahitannya pun beragam karena dapat berpengaruh pada kualitas dan kelembutan tekstur kain serta ketahanan furnitur. Berikut ini serba serbi furnitur berbahan kain dan cara merawatnya.

Jenis Kain

Kalian harus mengenal terlebih dahulu jenis kain kemudian  serba serbi furnitur berbahan kain dan cara merawatnya.

1. Katun

Tekstur Kain Katun - sumber: www.aminama.com

Dari sekian banyak jenis kain, katun merupakan jenis kain yang paling sering digunakan dalam proses pembuatan furnitur dan dekorasi ruangan. Katun umumnya digunakan sebagai bahan pelapis sofa dan kursi, taplak meja, kap lampu, dan juga gorden. Kain katun memiliki serat alami dengan tekstur yang lembut dan halus, namun tetap kuat dan tahan lama. Bahan katun juga dapat menciptakan kesan yang kalem dan adem. Semakin rapat jalinan benang, maka kualitas furnitur berbahan katun juga akan semakin baik. Namun, kain ini juga memiliki kelemahan yaitu mudah kotor, kusut, pudar, dan dan rentan terhadap api. Kain ini juga biasanya tidak terbuat dari 100% katun, melainkan dicampur dengan serat sintetis lainnya.

2. Polyester

Jenis Kain Polyester - sumber: www.ebay.com

Jenis kain sintetis yang satu ini memiliki sifat yang awet, tidak mudah sobek dan tidak mudah kusut. Polyester sering dikombinasikan dengan bahan rayon serta wool, dan sering digunakan sebagai bahan utama untuk membuat selimut, sprei, dan juga pelapis sofa. Kain jenis ini juga tersedia dalam banyak variasi warna dan motif sehingga dapat digunakan untuk berbagai gaya desain interior. Keunggulan lain dari kain ini adalah cepat kering apabila terkena cipratan air, serta mudah dirawat. Namun, Polyester sebaiknya dijauhkan dari cipratan minyak dan lotion karena akan meninggalkan noda yang sulit dibersihkan.

3. Rayon

Tekstur Kain Rayon - sumber: www.freepik.es

Rayon dibuat sebagai imitasi atau alternatif dari kain sutra dengan harga yang jauh lebih terjangkau, dengan kualitas yang tidak kalah lembut dan berkilau. Dalam dunia desain interior, kain rayon biasanya dimanfaatkan sebagai bahan gorden dan sarung bantal. Bahan rayon juga sering dikombinasikan dengan katun sebagai bahan pelapis sofa dan kursi yang nyaman dijadikan alas duduk, karena memiliki tekstur yang sangat lembut. Namun, rayon juga memiliki kelemahan yaitu mudah terbakar dan mudah mengerut. Oleh karena itu, furnitur berbahan rayon sebaiknya tidak ditempatkan di dalam ruangan yang lembap karena dapat mendatangkan jamur.

4. Nilon

Tekstur Kain Nilon - sumber: www.pinterest.com

ilon biasanya digunakan untuk membuat perlengkapan kantor seperti kursi kerja. Furnitur yang terbuat dari bahan nilon cenderung lebih  ringan namun tetap kuat, elastis, mudah dibersihkan jika terkena noda, tidak mudah sobek, serta tahan terhadap air dan jamur. Dari sederet kelebihan nilon, perlu diingat bahwa kain nilon juga memiliki kelemahan yaitu dapat terdegradasi jika sering terkena paparan sinar matahari.

5. Linen

Tekstur Linen - sumber: www.scandinavianlinen.comLinen terbuat dari serat alami yang lebih kuat dibandingkan dengan katun, sehingga furnitur atau dekorasi ruangan berbahan linen lebih tahan lama dan tidak mudah sobek. Memiliki tekstur yang lembut dan warna yang tidak mudah pudar. Ini juga biasanya hadir sebagai kain yang polos dan tidak bermotif karena memiliki karakter yang sulit menyerap tinta. Selain itu, linen juga perlu perawatan yang lebih hati-hati karena bahannya yang dapat mengerut dan cenderung cepat kotor. Warna dan tampilan kain linen yang minimalis sangat cocok diterapkan pada interior ruangan bergaya vintage ataupun shabby chic.

6. Akrilik

Tekstur Kain Akrilik - sumber: www.dekoruma.com

Kain jenis akrilik terbuat dari serat sintetis yang bisa dikatakan sebagai imitasi dari bahan wool. Ini cocok digunakan untuk furnitur yang diletakkan di area taman atau teras karena bahan akrilik tahan terhadap paparanr sinar matahari dan cepat kering apabila terkena cipratan air. Juga ringan, tahan lama, dan tidak mudah kusut serta memudar. Apabila terkena noda, Anda cukup menggunakan lap microfiber dan sabun cair untuk membersihkannya.

7. Chenille

Tekstur Kain Chenille - sumber: www.pinterest.com

Furnitur dengan lapisan kain chenille akan terlihat seperti furnitur yang menggunakan kain rajut karena teksturnya menyerupai pilinan benang yang tebal seperti bahan corduroy. Kain chenille populer digunakan untuk furnitur bergaya klasik. Kain ini sifatnya tahan lama, kuat, tidak mudah sobek, serta tidak akan meninggalkan bekas setelah tertindih oleh benda lain dalam waktu lama. Namun, kelemahan kain ini adalah sulit dibersihkan apabila terkena noda dan mudah rusak jika terkena air.

8. Jute

Tekstur Kain Jute - sumber: www.fashionfabrics.lk

Jute adalah benang yang digunakan untuk membuat karung goni. Dalam dunia desain interior, kain dari benang jute biasanya digunakan sebagai bahan untuk membuat karpet, upholstery atau kain pelapis, gorden, serta sarung bantal. Selain itu, benang jute juga sering dijadikan sebagai bahan kerajinan tangan yang dapat menghasilkan dekorasi ruangan cantik seperti bingkai pigura, bingkai cermin, dan lain sebagainya.

9. Kulit Olahan/Sintetis (Faux Leather)

Tekstur Kulit Sintetis - sumber: www.kovifabrics.com

Ada dua jenis kulit sintetis yang biasa digunakan untuk pembuatan bahan pelapis sofa, kursi makan, dan juga kursi kantor, yaitu Oscar dan PVC. Kulit Oscar biasanya terbuat dari plastik, karet, atau polyurethane (PU) yang kemudian menghasilkan kulit dengan warna dan tekstur yang menyerupai karakter kulit asli. Tekstur kulit Oscar menyerupai kulit jeruk, namun tetap lembut dan kesat seperti kulit sungguhan. Sedangkan kulit PVC memiliki tekstur kulit imitasi yang tampak lebih berkilau jika dibandingkan dengan kulit Oscar. Kelebihannya, PVC dikenal sebagai kain yang lebih tahan lama karena sangat kuat dan tidak mudah sobek.

10. Kulit Asli

Tekstur Kulit Asli - sumber: www.octaneseating.com

Furnitur berbahan kulit asli yang biasanya diperoleh dari kulit sapi, kambing, dan domba, dapat menghadirkan kesan elegan dan mewah pada sebuah ruangan. Furnitur dengan lapisan material kulit asli akan lebih tahan lama dan memiliki tekstur yang lembut dan agak kesat. Namun, furnitur berbahan kulit asli membutuhkan perawatan khusus karena warnanya dapat memudar apabila sering terpapar sinar matahari. Anda juga harus berhati-hati dengan furnitur berbahan kulit asli, karena lapisannya mudah tergores.

11. Beludru

Tekstur Kain Beludru - sumber: www.tokokaintextileonline.com

Kain beludru atau yang biasa disebut dengan kain velvet ini merupakan perpaduan dari bahan katun dan bahan sintetis lainnya seperti polyester, nilon, dan lain-lain. Sama halnya dengan furnitur berbahan kulit, kain velvet juga dapat memberikan tampilan eksklusif pada ruangan karena bahannya yang halus dan mengkilap. Namun, sama dengan bahan kulit asli, kain velvet memiliki harga yang relatif mahal dan perawatan yang cukup sulit apabila terkena noda.

Ruang Makan dengan Furnitur dan Dekorasi Berbahan Kain - sumber: www.cryptoindian.co

Jenis Jahitan

1. Anyaman/Tenunan (Woven)

Jenis jahitan woven memiliki jalinan benang yang erat serta tekstur yang halus. Jenis kain yang biasa menggunakan jahitan woven adalah katun, beludru, dan linen. Dalam proses membuat kain dengan jenis jahitan woven, benang dijahit secara silang, menumpuk, dan saling mengait antara satu dan lainnya sehingga jahitan woven cenderung lebih kuat. Karena itulah jahitan woven paling sering digunakan di pasaran karena cukup kuat dan tidak mudah sobek.

2. Non-Woven

Jahitan non-woven menggunakan benang yang disatukan atau dijalin oleh mesin melalui proses kimiawi dan panas. Jenis kain yang dihasilkan dari jenis jahitan ini adalah kanvas, akrilik, dan lain-lain. Jenis jahitan non-woven juga dikenal memiliki daya serap, peregangan, kelembutan, dan kekuatan yang baik.

3. Rajutan (Knit)

Kain yang dirajut memiliki bentuk gulungan atau jahitan yang dibuat secara terus menerus dan saling melingkari satu sama lain seperti bentuk kepangan. Hasil jahitan rajut juga memiliki rongga yang lebih lebar sehingga membuatnya lebih mudah untuk diregangkan, yang membuatnya tidak mudah sobek. Jenis rajutan biasanya cocok untuk membuat kain wool dan chenille yang memiliki ukuran benang yang lebih tebal, sehingga mudah dirajut.

Furnitur Berbahan Kain (Karpet) - sumber: www.diynetwork.com

10 cara ampuh untuk merawat dan membersihkan furnitur dan dekorasi ruangan 

  1. 1. Apabila furnitur memiliki lapisan kain yang dapat dilepas, proses perawatan dan pencuciannya akan lebih mudah karena dapat dicuci terpisah dengan detergen satu sampai dua kali sebulan dan tentunya dengan tetap merujuk pada petunjuk perawatan masing-masing furnitur yang ada. Saat ingin dikeringkan, pastikan kita tidak memeras kain. Sebaiknya jemur di tempat yang teduh dan hindari menjemur kain langsung di bawah terik matahari.

2. Untuk furnitur ataupun dekorasi yang tidak memiliki lapisan kain atau sarung yang dapat dilepas, Teman Narasi dapat menggunakan produk Mild Cleaner dari Narasi Design yang secara instan dan efektif menghilangkan kotoran dan noda. Mild Cleaner ini juga aman untuk membersihkan segala macam permukaan furnitur berbahan kain hingga kayu. Semprotkan cairan pembersih ini pada permukaan yang diinginkan, lalu gosok dengan lap microfiber. Perlu diingat, gunakan cairan pembersih secukupnya untuk mencegah air merembes ke lapisan dalam furnitur seperti sofa.

3. Setelah membersihkan permukaan furnitur berbahan kain menggunakan cairan pembersih, segera keringkan dengan pengering rambut.

4. Gunakan alat pengisap debu untuk membersihkan debu, kotoran, dan bulu-bulu yang sering kali keluar dari serat kain pada furnitur satu sampai dua kali seminggu.

5. Perhatikan juga suhu ruangan di mana Anda menempatkan furnitur. Hindari ruangan dengan udara lembap karena akan membuat furnitur berjamur.

6. Jangan menginjak atau berdiri serta melompat-lompat di atas sofa untuk menghindari hilangnya elastisitas sofa.

Itulah  serba serbi furnitur berbahan kain dan cara merawatnya.