Rumah Adat Papua
01
Agu

Rumah Adat Papua

Rumah Adat PapuaRUMAH ADAT PAPUA

Rumah Adat Papua – Di setiap daerah akan memiliki jenis rumah bukan? Beda daerah akan berbeda pula jenis rumah adatnya. Akan berbeda bentuk dan juga berbeda karakter dan tentunya berbeda sejarahnya. Nah agar lebih jelasnya, yuk kita sama-sama kenali rumah adat papua berikut ini.

Rumah Adat Papua dan Penjelasannya

Selain kebiasaan sehari-hari, rumah adat Papua memiliki bentuk dan filosofis yang berbeda, material untuk membangun rumah adat pun tidak sama. Hal ini justru menjadikan Papua semakin eksotik. Nama-nama rumah adat tersebut diantaranya yaitu:

1. Honai

Rumah Adat Papua Honai

Honai merupakan rumah adat Papua yang menjadi tempat tinggal bagi suku Dani. Biasanya Honai dihuni oleh laki-laki dewasa. Honai berasal dari kata “hun”  atau laki-laki dan “ai” yang berarti rumah.

Biasanya Honai ditemukan di lembah dan pegunungan. Dinding rumah ini terbuat dari kayu dengan atap jerami yang berbentuk kerucut, sekilas mirip seperti jamur.

  Rumah Adat Kalimantan

Bentuk atap ini berfungsi untuk melindungi permukaan dinding dari air hujan, juga mengurangi hawa dingin dari lingkungan sekitar.

Ciri Khas Dari Rumah Adat Papua Honai

Rumah ini tidak memiliki jendela, hanya terdapat satu buah pintu. Rumah ini memiliki tinggi 2,5 meter dan memiliki ruangan yang sempit yaitu sekitar 5 meter. Hal tersebut bertujuan untuk menahan suhu yang dingin di pegunungan. Di bagian tengahnya dibuat lingkaran yang berfungsi sebagai tempat membuat api untuk menghangatkan badan sekaligus penerangan.

Baca juga : Kontraktor Terima Jasa Bangun

Ruangan Rumah Adat Papua Honai Dan Fungsinya

Ruangan di dalam rumah ini terdiri dari dua lantai. Lantai atas berfungsi sebagai tempat tidur sedangkan bagian bawah sebagai tempat berkumpul dan berkegiatan. Masyarakat di sana menggunakan rumput yang dikeringkan sebagai alas tidur. Meskipun sederhana namun rumah ini tetap menarik.

Bagian paling bawah dari Honai biasanya juga digunakan sebagai penyimpanan bagi mumi, yaitu jasad yang telah diawetkan. Fungsi lain dari rumah honai yaitu sebagai tempat untuk menyimpan alat perang, benda-benda warisan leluhur serta simbol dari adat suku tersebut.

2. Ebai

Rumah Adat Papua

Ebai berasal dari kata “ebe” yaitu tubuh dan “ai” yang artinya rumah. Hal ini karena perempuan erupakan tempat tinggal bagi kehidupan. Ebai biasa digunakan untuk melakukan proses pendidikan bagi anak perempuan yaitu para ibu akan mengajarkan hal-hal yang akan dilakukan ketika menikah nanti.

Ebai juga sebagai tempat tinggal bagi ibu-ibu, anak perempuan dan anak laki-laki. Namun anak laki-laki yang telah beranjak dewasa akan pindah ke Honai.

Rumah Ebai mirip dengan honai, namun memiliki ukuran yang lebih pendek dan kecil. Berada di samping kanan atau kiri honai serta pintunya tidak sejajar dengan pintu utama.

Baca juga : Kontraktor Profesional di Bantul

3. Wamai

Rumah Adat Papua

Wamai merupakan tempat yang digunakan sebagai kandang ternak peliharaan. Hewan yang biasa dijadikan ternak oleh suku wilayah papua misalnya ayam, babi, anjing dan lain-lainnya.

  Rumah Adat Betawi

Bentuk wamai biasanya persegi tapi ada pula bentuk lain, sangat fleksibel tergantung dari besar dan banyaknya jenis hewan yang dimiliki oleh masing-masing keluarga.

4. Kariwari

Rumah Adat Papua

Kariwari merupakan rumah adat Papua yang dihuni oleh suku Tobati-Enggros yang tinggal di tepi Danau Sentani, Jayapura. Rumah ini merupakan rumah khusus bagi laki-laki yang telah berusia sekitar 12 tahun.

Rumah ini digunakan untuk mendidik anak-anak tersebut mengenai apa yang harus dilakukan oleh laki-laki seperti pengalaman hidup dan mencari nafkah.

Mereka diajarkan untuk menjadi laki-laki yang bertanggung jawab dan berani serta kuat. Pelajaran yang didapatkan misalnya membuat perahu, cara berperang, membuat senjata, dan memahat.

Baca juga : Bangunan Jelas dengan Kontraktor

Bentuk Dan Struktur Bangunan Rumah Adat Papua Kariwari

Rumah ini memiliki bentuk segi delapan yang menyerupai limas. Bentuk ini dibuat dengan maksud agar mampu menahan hembusan angin yang kuat. Sedangkan atapnya berbentuk kerucut. Menurut kepercayaan masyarakatnya untuk mendekatkan diri kepada para leluhur.

Tinggi dari rumah ini berbeda-beda, dari 20-30 meter. Terdiri dari 3 lantai yang memiliki fungsi masing-masing. Lantai paling bawah digunakan untuk tempat belajar para remaja laki-laki.

Lantai ke dua digunakan untuk ruang pertemuan pemimpin dan kepala suku serta sebagai tempat tidur kaum laki-laki. Dan lantai ke tiga sebagai tempat meditasi dan berdoa.

Lantai pada bangunan ini terbuat dari lapisan kulit kayu, dindingnya terbuat dari cacahan pohon bambu, sedangkan atapnya terbuat dari daun sagu. Di dalamnya terdapat kayu besi yang digunakan untuk menopang dan saling mengikat satu sama lain.

Fungsinya agar atap tidak terlepas dan terbang terbawa angin. Dibawah batang kayu digunakan untuk menyimpan hasil kerajinan, alat perang dan lain-lain.

Baca juga : Tips Memilih Kontraktor Rumah

5. Rumsram

Rumah Adat Papua

Rumsram merupakan rumah adat Papua dari suku Biak Numfor yang berada di pulau-pulau. Rumah ini ditujukan untuk laki-laki. Seperti kariwari, rumah ini digunakan sebagai tempat untuk mendidik anak remaja laki-laki dalam pencarian pengalaman hidup, serta cara untuk menjadi laki-laki yang kuat dan bertanggungjawab sebagai kepala keluarga kelak.

  Rumah Adat Padang

Bentuk Dan Struktur Bangunan Rumah Adat Papua Rumsram

Rumsram memiliki berbentuk persegi seperti rumah panggung, dengan beberapa ukiran pada beberapa bagiannya dan atapnya mirip seperti perahu terbalik yang menandakan mata pencaharian penduduknya sebagai nelayan. Tinggi Rumsram kurang lebih sekitar 6-8 meter.

Terdiri dari dua tingkat. Lantai pertama bersifat terbuka dan tidak memiliki dinding. Berfungsi sebagai tempat pendidikan bagi laki-laki misalnya membuat perahu, memahat, cara berperang dan lain-lain.

Seperti Kariwari, bangunan rumah rumsram pada bagian lantainya terbuat dari kulit kayu dan dindingnya dari pohon bambu yang di cacah. Memiliki dua buah pintu pada bagian depan dan belakang serta beberapa buah jendela, sedangkan atapnya terbuat dari daun sagu.

Demikianlah beberapa nama-nama rumah adat Papua secara garis besar. Papua sendiri memiliki cukup banyak suku yang berbeda-beda. Masing-masing suku pasti memiliki adat dan budaya yang tak kalah menarik.

Baca juga : Apa Bedanya Kontraktor dan Pemborong

Banyak orang yang beranggapan bahwa Papua masih ketinggalan jika dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia. Namun, Papua juga sedang berkembang untuk terus bergerak maju.

Sebagai sesama warga Indonesia, alangkah baiknya kita mendukung kelestarian kebudayaan Papua serta tidak menganggapnya sebelah mata. Pemandangan alam Papua serta satwa-satwanya patut dijaga. Dengan saling menjaga, kita juga dapat melindungi budaya Indonesia agar tidak punah karena kelalaian kita.

Rumah adat Papua sendiri walaupun terlihat sederhana memiliki makna yang tak kalah penting. Seperti sebagai simbol persatuan antar suku, untuk mempertahankan kebudayaan warisan leluhur, saling tolong menolong, simbol martabat dan harga diri serta kepribadian masyarakat suku Papua itu sendiri.

JASA ARSITEK DAN KONTRAKTOR  merupakan solusi bagi Anda yang ingin membangun rumah hunian, kost ekslusif, apartemen atau bangunan lainnya. Konsultasi Gratis KLIK DISINI. Hubungi kami di  WA : 0857 4300 6666