02
Okt

Rumah Adat Bolon Menjadi Lambang Budaya Suku Batak

Rumah Adat Bolon Menjadi Lambang Budaya Suku Batak

Arsitek Indo Kontraktor I Jasa Arsitek dan Kontraktor – Rumah Bolon sering disebut dengan Rumah Gorga. Rumah adat khas Batak ini menjadi simbol keberadaan masyarakat Batak yang hidup di daerah tersebut. Tapi, rupanya Rumah Bolon juga terdiri dari beberapa jenis, lo, yaitu berdasar suku-suku Batak.Suku Batak di Sumatera Utara terdiri dari beberapa jenis, yaitu Batak Toba, Simalungun, Karo, Mandailing, Pakpak, dan Angkola. Oleh sebab itu, setiap jenis Rumah Bolon mempunyai ciri khas masing-masing berdasar jenisnya. Berikut ini desain rumah adat bolon menjadi lambang budaya suku batak:

A.  Jenis Rumah Bolon

Rumah adat suku Batak ini sering disebut dengan Rumah Gorga. Rumah ini menjadi simbol dari keberadaan masyarakat Batak yang tinggal di daerah tersebut. Namun, rumah adat ini juga memiliki jenis yang berbeda-beda sesuai dengan suku-suku Batak yang ada. Suku Batak di Sumatera Utara sendiri terdiri dari beberapa jenis, ada Batak Toba, Simalungun, Karo, Mandailing, Pakpak, dan Angkola. Inilah yang membuat rumah Bolon mempunyai ciri khas masing-masing sesuai dengan jenisnya.

Walaupun jenisnya beragam, pada dasarnya rumah adat suku Batak ini memiliki bentuk yang hampir sama. Ciri khas dari rumah ini berbentuk persegi panjang, layaknya rumah panggung, dan terdapat banyak tiang penyangga setinggi 1,75 meter. Karena bentuknya yang tinggi, maka untuk masuk ke dalam rumah ini dibutuhkan anak tangga. Jumlah dari anak tangga yang dibuat selalu ganjil.

B.  Makna Bagian Rumah Bolon

1. Makna Ukiran

Jika Anda berkesempatan berkunjung ke rumah ini, Anda dapat melihat banyak hiasan ukiran khas Batak. Tak hanya itu lukisan, hiasan, hingga bagian bangunannya pun memiliki makna tersendiri. Ornamen yang ada pada rumah adat Batak disebut dengan Gorga. Tiap Gorga memiliki makna filosofis masing-masing yang terkait dengan kehidupan suku Batak. Berikut beberapa makna Gorga:

  • Gorga berbentuk cicak: orang Batak mampu bertahan hidup di manapun mereka berada, meskipun dia sedang merantau di daerah yang sangat jauh. Orang Batak juga diharapkan dapat memelihara rasa persaudaraan yang kuat dan tidak terputus jika bertemu dengan sesama sukunya, walaupun ia berada di daerah lain yang bukan daerah asalnya.
  • Gorga berbentuk ular: masyarakat zaman dulu percaya bahwa rumah yang dimasuki oleh ular menandakan bahwa penghuninya akan mendapatkan berkah yang berlimpah.
  • Gorga berbentuk kerbau: ucapan terima kasih atas kerja keras kerbau yang telah membantu manusia dalam mengerjakan ladang pertanian.
  • 2. Makna Bagian Atap

  • Bagian atap pada rumah adat ini memiliki bentuk yang khas, yaitu berbentuk lancip di bagian depan dan belakangnya. Bagian depan atap rumah ini memang sengaja dibuat lebih panjang dibandingkan bagian belakangnya. Bentuknya pun dipercaya dapat melawan angin kencang dari danau sehingga bisa berdiri kokoh melindungi bangunan rumah di bawahnya. Material yang digunakan untuk membuat atap adalah ijuk karena mudah didapatkan.Masyarakat Batak percaya bahwa bentuk atap seperti ini dapat mendoakan keturunan dari pemilik rumah tersebut bisa lebih sukses dan makmur di masa depan dibandingkan saat ini. Bagian atap pun dianggap keramat sehingga sering digunakan untuk menyimpan benda-benda sakral atau pusaka.
  • 3. Makna Badan Rumah

  • Badan rumah tentu saja merupakan bagian bangunan yang terletak di tengah bangunan. Dalam mitologi Batak, bagian ini disebut dengan dunia tengah. Dunia tengah inilah yang menjadi tempat untuk penghuninya beraktivitas sehari-hari. Mulai dari memasak, tidur, menerima tamu, bersenda gurau, dan sebagainya. Biasanya, badan rumah juga dilengkapi dengan hiasan berupa ipon-ipon untuk menolak bala.
  • 4. Makna Pondasi dan Dinding Rumah

  • Pondasi rumah yang digunakan adalah pondasi tipe cincin, di mana batu menjadi tumpuan untuk kolom kayu yang ada di bagian atasnya. Tiang yang digunakan berdiameter sekitar 42-50 cm dan berdiri di atas batu olahan yang strukturnya fleksibel. Pondasi inilah yang membuat rumah adat Batak dapat tahan terhadap gempa. Tiang rumah ini biasanya berjumlah 18 dan memiliki makna kebersamaan dan kekokohan.
READ  9 Material Ramah Lingkungan untuk Membangun Eco House