Plus Minus dari Keramik Lantai
22
Jul

Plus Minus dari Keramik Lantai

Plus Minus dari Keramik LantaiPLUS MINUS DARI KERAMIK LANTAI

Kontraktor Jogja – Seperti yang kita ketahui, bahwa segala hal pas akan ada kelebihan dan kekurangannya. Lain halnya juga dengan keramik, keramik ini juga memiliki plus minusnya atau kelebihan dan kekurangannya. Lantas apa saja sih, kelebihan dan kekurangan dari keramik lantai?

Kelebihan dan Kekurangan Lantai Keramik

Setelah anda mengetahui pengertian keramik dan jenisnya, maka sekarang waktunya anda untuk mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan lantai keramik sebagai material rumah. Berikut ini adalah kelebihan dari lantai keramik, diantaranya :

  • Daya tahan keramik terbilang cukup tinggi. Keramik dapat bertahan hingga puluhan tahun pemakaian. Sudah banyak bukti yang ditawarkan dari lantai keramik ini. Mulai dari ruangan bersuhu panas bahkan sampai terendam air, tidak membuat kualitas keramik turun.
  • Keramik memiliki variasi yang beragam. Tersedia dalam bentuk, ukuran, warna, pola dan tekstur, keramik memberikan lahan untuk anda berkreasi dan memadukan banyak pilihan menarik untuk digunakan.
  • Keramik memiliki harga yang beragam. Anda dapat menemukan harga keramik yang murah sampai yang mahal sekalipun. Ini bisa menjadi tips hemat membangun rumah jika anda ingin membangun rumah dengan dana terbatas.
  • Tidak hanya murah, cara-cara membersihkan keramik ternyata mudah, lho! Jika terkena noda, lantai keramik hanya perlu disapu dan dibersihkan menggunakan kain basah.
  • Tidak perlu khawatir, karena keramik tidak akan menyerap air. Berbeda dengan lantai kayu dan bambu yang lebih rawan dengan air, lantai keramik lebih dapat diandalkan untuk penggunaan diruang yang berkelembaban tinggi. Keramik juga terkadang digunakan sebagai pelindung dinding agar tidak terkikis oleh resapan air.

Punya kelebihan, tentunya juga punya kekurangan. Berikut ini adalah kekurangan dari penggunaan lantai keramik, yaitu :

  • Tekstur keramik tergolong keras karena keramik terbuat dari campuran tanah liat dan glazur (kaolin) yang dibakar. Bagi anda yang terbiasa menggunakan lantai kayu, lantai keramik akan terasa lebih keras. Biasanya, untuk mengatasi hal ini anda dapat menggunakan karpet pada ruang-ruang berkumpul seperti ruang tamu dan ruang makan.
  • Permukaan keramik biasanya cenderung dingin. Tidak hanya itu, terkadang tampilan dari keramik dapat menciptakan nuansa dingin dan kaku. Untuk mengantisipasi hal ini, cobalah menggunakan keramik bermotif asimetris dengan warna-warna yang lebih cerah.
  • Rupanya, lantai keramik tidak menyerap panas. Oleh karena itu, pada saat musim dingin lantai akan terasa sangat dingin. Disisi lain, lantai ini akan cocok jika digunakan saat musim panas.
  • Keramik memiliki tekstur licin, tetapi nat keramik justru kasar dan mudah menyerap kotoran. Nat adalah lapisan semen yang menjadi penyambung setiap keramik. Karena teksturnya tersebut, biasanya ditemukan banyak tumpukan debu dan kotoran. Untuk itu, perlunya perhatian untuk membersihkan bagian lantai nat agar tidak menghitam.
  • Keramik memang tahan lama, tetapi dari segi kekuatan, keramik tergolong mudah pecah. Lantai keramik juga tidak kuat menopang beban-beban yang berat. Jika lantai menopang bobot yang berlebihan, keramik secara perlahan akan mengalami keretakkan.
  • Tidak banyak yang tahu, bahwa lapisan pengkilap dari lantai keramik sangatlah tipis. Jika lantai tergores, maka hasilnya akan langsung terlihat. Jika pada lantai kayu, bagian yang tergores dapat diratakan kembali, pada lantai keramik hal yang dapat dilakukan adalah menggantinya dengan yang baru.
Terima kasih sudah mengunjungi website kami, salam sukses untuk para pembaca 🙂

JASA ARSITEK DAN KONTRAKTOR  merupakan solusi bagi Anda yang ingin membangun rumah hunian, kost ekslusif, apartemen atau bangunan lainnya. Konsultasi Gratis KLIK DISINI. Hubungi kami d