Perbedaan Pondasi Rumah 1 Lantai dan 2 Lantai
15
Jul

Perbedaan Pondasi Rumah 1 Lantai dan 2 Lantai

Perbedaan Pondasi Rumah 1 Lantai dan 2 LantaiPERBEDAAN PONDASI RUMAH  1 LANTAI DAN 2 LANTAI

Kontraktor Jogja – Jika kita akan membangun rumah, langkah awal yang harus dilakukan adalah membuat pondasi rumah. Namun tahukah Anda, pondasi rumah 2 lantai berbeda dengan pondasi rumah 2 lantai. Tentunya rumah 2 lantai harus dengan pondasi yang lebih kuat bukan?

Cara Renovasi Menaikan Rumah 1 Lantai menjadi 2 Lantai

Menentukan rumah yang layak ditingkat itu memang sulit. Apabila rumah yang akan di tingkat adalah rumah yang anda bangun sendiri dan anda hafal kekuatan struktur nya, maka anda bisa langsung menentukan apakah rumah ini kuat ditingkat atau tidak nya. Yang sulit, jika anda membeli rumah dari orang lain atau perumahan, maka anda tidak tahu persis kekuatan sturkturnya.

“ Jika rumah tersebut dibeli dari oranglain atau pengembang, saya sarankan anda untuk mengecek kembali struktur rumah tersebut, walaupun pengembang bilangya kuat, tetapi tetap harus di cek lagi “ Idealnya anda mendatangkan ahli struktur untuk mengecek struktur rumah anda kembali. Tetapi jika dana anda terbatas anda dapat mengecek kembali struktur rumah anda.

Ini dia tahapan yang harus anda lakukan :

  1. A.  PONDASI

CARA MENGETES

Ukur pondasi, minimum pada 2 titik pondasi. Lakukan penggalian di kedua titik yang telah di tentukan, hingga terlihat struktur rumah anda. Untuk mempermudah penggalian, maka lakukan penggalian selebar 50 cm di bagian luar rumah yang tidak dipasang keramik.

Setelah tergali, ukur kedalaman pondasi rumah anda. Jika kedalaman pondasi rumah anda ternyata 90 cm atau lebih, maka pondasi anda cukup kuat untuk di tingkat. Jika kedalamannya kurang dari itu, maka harus ada perkuatan struktur pondasi.

Cek juga mutu adukan semen pondasi dengan menggunakan alat yang bernama pahat beton, yang banyak di jual di toko bahan bangunan. Pahat ini terbuat dari besi dengan ujungnya yang runcing. Jika pondasi nya tidak gampang pecah, maka ia siap untuk di tingkat.

JIKA HASIL PENGETESAN GAGAL

Anda harus menambahakan dimensi pondasi rumah, dengan menempelkan pondasi baru di sebelah pondasi lama rumah anda. Pondasi baru ini berukuran tinggi = 90 cm, dan lebar 20-30 cm. Jika ternyata pondasi tersebut sudah cukup dalam, namun adukan semennya yang jelek, maka pondasi tersebut harus di tambaha pondasi baru setebal 20 cm.

Ideal nya, penambahan pondasi baru ini di lakukan di sepanjang pondasi lama. Hanya jika dirasa sulit, maka anda cukup melakukan penambahan di titik-titik pertemuan pondasi dengan kolom struktur. Jika ini yang anda pilih, maka kedalam pondasi harus lebih dari 1 m untuk tanah normal, dan 1,3 m untuk tanah labil seperti  tanah lempung dan tanah liat. Selain itu ketebalan pondasi harus di tambah 20 cm.

  1. B.  SLOOF

CARA MENGETES

Cara mengetes sloop bisa anda lakukan sekaligus ketika mengetes pondasi karena posisi slof berada di atas pondasi.

Perhatikan ukuran sloof, idealnya tinggi sloofe adalah 20 cm, sementarara tebalnya bisa di abaikan , karena tebalnya sama dengan tebal dinding.

Cek juga mutu adukan semen sloof dengan menggunakan pahat beton. Caranya sama dengan mengetes semen pondasi. Jika gampang pecah maka sloof jelek dan tidak akan kuat untuk di tingkat.

Selain itu anda juga harus membobok salah satu titik sloof, hingga terlihat besinya. Tulangan sloof yang kuat untuk di tingkat adalah yang memiliki 6 buah tulangan dengan diameter 12mm atau lebih. Jika kurang maka sloof tidak cukup kuat untuk ditingkat.

 JIKA HASIL PENGETESAN GAGAL

Jika hasil pengetesan pondasi berhasil tetapi pengetesan sloof gagal, maka anda tetap harus menambah ketebalan pondasi setebal 10 cm, untuk memberi topangan pada sloof baru. Selain itu anda harus menambah minimal 3 buah tulangan besi berukur 12 mm. Atau, anda bisa membuat sloof baru persis diatas sloof lama. Namun hal ini dapat menyebabkan ketinggian lantai berubah sehingga anda harus membobok lantai, dinding, serta kusen pintu dan jendela.

  1. C.  KOLOM

CARA MENGETES

Pahat kolom struktur dengan menggunakan pahat beton. Jika kolom struktur keras, maka kolom ada kemungkinan mampu menahan beban.

Lihat juga tulangan besinya. Minimal nya, harus ada 4 tulangan besi ukuran 12 mm untuk kolom praktis dan 6 tulangan besi ukuran 12 mm untuk kolom utama.

JIKA HASIL PENGETESAN GAGAL

Penambahan kolom struktur harus dilakukan, apapun hasil pengetesan nya. Penambahan ini dilakukan dengan membuat kolom baru di sebelah kolom lama. Jika tesnya berhasil, maka dimensi kolom baru sama dengan dimensi kolom lama. Tetapi, jika tesnya gagal maka dimensi kolom baru harus 2x dimensi kolom bangunan lama. Atau, jika memang hasilnya parah – kolom benar-benar rusak dan dinding nya tak terlalu kuat. Anda wajib membongkarnya.

D.  RING BALOK

CARA MENGETES

Cara mengetesnya sama dengan kolom. Pahat ring balok dengan menggunakan pahat beton. Jika keras maka ia siap untuk ditingkatkan.

Lihat juga tulangan besi nya. Minimalnya, harus ada 4 tulangan besi ukuran 10 mmdengan tebal ring balok minimal 15 cm x 15 cm.

JIKA HASIL PENGETESAN GAGAL

Menambah tebal ring balok hingga ukuran nya ideal atau membongkar nya dan membuat ring balok baru.

Terima kasih sudah mengunjungi website kami, salam sukses untuk para pembaca 🙂

JASA ARSITEK DAN KONTRAKTOR  merupakan solusi bagi Anda yang ingin membangun rumah hunian, kost ekslusif, apartemen atau bangunan lainnya. Konsultasi Gratis KLIK DISINI. Hubungi kami di  WA : 0857 4300 6666