04
Mei

Merawat Tanaman Rambat Agar Tidak Merusak Bagian Rumah

Tips cara merawat tanaman rambat agar tidak merusak bagian rumah

Tanaman Rambat Untuk Rumah

ARSITEK INDO KONTRAKTOR | Anda sangat menginginkan adanya tanaman rambat pada rumah anda tetapi ragu ragu karena dapat merusak dinding rumah anda. Tetapi ada berbagai cara merawat tanaman rambat agar tidak merusak bagian rumah anda, Nah mari simak ulasan di bawah ini, yang akan membahas tips tips cara merawat tanaman rambat. Selamat membaca !

Dolar rambat merusak tembok karena memiliki akar tempel yang memungkinkannya bercengkeram kuat pada tembok.  Namun kekurangan dari tanaman rambat jenis ini dan juga jenis lainnya dapat diminimalisir dengan menerapkan tips berikut ini.

  • Pastikan tanaman merambat tidak menjalar ke bagian rumah seperti jendela, talang air, atap, dll. Lakukan pemeriksaan secara berkala. Segera potong tanaman jika sudah mulai merambat ke tempat yang tidak¬†diinginkan.
  • Sebelum menanam tanaman rambat terutama yang memiliki akar tempel, lakukan pengecekan tembok. Jika ada keretakan, sebaiknya diperbaiki terlebih dahulu karena jika tidak maka kerusakan akan menjadi lebih parah.
  • Tanaman dolar merusak tembok jika akarnya menempel pada tembok. Sebagai solusi dolar rambat merusak tembok, pasang teralis dari kayu, bambu, atau kawat pada tembok untuk berfungsi sebagai media rambat bagi daun dolar.
  • Pangkas dan siangi tanaman secara teratur untuk mencegah tanaman menjadi terlalu berat dan rimbun. Beberapa jenis tanaman rambat dapat berkembang sangat cepat. Praktik pemangkasan juga sangat penting dilakukan sebagai cara merawat mawar rambat agar mawar lebih cepat berbunga.
  • Observasi secara teratur adalah bagian dari cara merawat mawar rambat yang baik karena mawar memiliki batang yang berduri dan dapat tumbuh sangat tinggi. Anda dapat mengikat batang dengan tali untuk mengatur bentuk tanaman.
  • Pastikan saat menanam tanaman rambat, Anda memberi jarak antara lubang menanam dengan tembok. Jarak yang dianjurkan adalah antara 30 sampai 60 sentimeter. Hal ini dilakukan untuk mencegah tembok pecah atau retak karena akar tanaman.