07
Jan

Mengenal Rumah Adat Krong Bade Aceh

Mengenal Rumah Adat Krong Bade Aceh

Arsitek Indo Kontraktor I Jasa Arsitek dan Kontraktor – Salah satu negara di dunia ini yang mempunyai keanekaragaman budaya dan kultur adalah Indonesia. Tidak ada lagi negara yang memiliki pluralisme yang tinggi seperti Indonesia. Selain itu juga wilayah negara Indonesia sangat luas dan menjadikannya mempunyai banyak destinasi wisata yang menarik. Salah satu keragaman Indonesia yang lainnya adalah mempunyai rumah adat dengan desainnya yang sangat unik dan berbeda antara satu daerah dengan yang lainnya.  Yuk kita mengenal rumah adat krong bade Aceh.

Bukan Indonesia namanya jika tak punya budaya yang beragam. Begitu juga di daerah Nanggroe Aceh Darussalam. Provinsi yang dijuluki sebagai Serambi Mekkah ini punya rumah adat yang sangat mewah, namanya adalah Krong Bade. Masyarakat lokal menyebutnya dengan nama rumoh Aceh sesuai lokasi di mana rumah tersebut berada.Krong Bade dulunya adalah hunian para raja. Rumah ini begitu mewah dengan banyak ukiran dan hiasan bernuansa Melayu Islam.  Setiap sudut rumah ini punya keunikan dan makna filosofisnya sendiri. Mau tahu apa saja keunikan rumah kebanggan Aceh ini?

1. Ukiran Melambangkan Status Ekonomi

Ukiran Melambangkan Status Ekonomi (Rumah Adat Krong Bade)

Krong Bade bisa dibilang mulai menyebar luas dan bisa dibangun oleh para bangsawan Aceh. Pada zaman dulu, rumah yang bagus adalah kebanggaan bagi para penghuninya. Bagaimana cara mereka menunjukkan kemewahan itu? Mereka menggunakan ukiran yang rumit dan detail di beberapa sudut rumah. Semakin bagus dan indah ukiran Krong Bade, maka derajat sosial penghuninya makin tinggi.

Rumah Krong Bade memang menggunakan material utama kayu keras. Jadi, banyak sudut rumah yang bisa diukir dengan berbagai macam pola. Tapi, biasanya ukiran ini ada di bagian pintu, pagar, lantai luar, pembatas atap, jendela, dan lain-lain. Semakin banyak ukiran, maka pemilik Krong Bade bisa dibilang semakin kaya.

READ  Simak Cara Membuat Tangga Dari Baja Ringan

Ukiran ini biasa diberi cat dengan warna yang kontras. Banyak yang menggunakan warna kuning keemasan yang melambangkan kesejahteraan hidup dan martabat seseorang.

Ukiran emas ini dipadukan dengan list tipis berwarna merah terang sebagai pembatasnya. Warna hiasan ini begitu kontras dengan cat kayu yang digunakan pada dinding rumah.

2. Dibangun Tanpa Menggunakan Paku

Dibangun Tanpa Menggunakan Paku (Rumah Adat Krong Bade)

Lupakan penggunaan paku jika kamu ingin membangun Krong Bade. Ada ketentuan adat yang mengharuskan Krong Bade asli dibangun tanpa paku. Inilah yang menunjukkan betapa hebatnya ilmu konstruksi masyarakat Aceh pada waktu itu. Lalu bagaimana caranya mereka mendirikan rumah yang begitu kokoh?

Mereka memanfaatkan material yang tersedia melimpah di alam. Masyarakat pada masa itu masih dekat dengan kehidupan hutan.

Mereka menggunakan kayu keras. Ujung kayu ini disambung dengan ikatan ijuk.

Bahkan masyarakat mengenal ikatan ini dengan sebutan taloe meu-ikat. Selain ijuk, masyarakat zaman dulu juga menggunakan kulit pohon waru untuk menyambungkan ujung kayu. Apakah ikatan ini cukup kuat?

Kamu tak perlu ragu. Ikatan ini meskipun terlihat mudah putus tapi nyatanya jauh lebih kuat dibandingkan paku, apalagi ikatan ini bersifat elastis. Tali pengikatnya pun bisa bertahan bertahun-tahun tanpa perlu takut dimakan rayap.