jenis - jenis plesteran dinding
26
Jul

Mengenal Jenis Plesteran Berdasarkan Bahan dan Fungsinya

Mengenal Jenis Plesteran Berdasarkan Bahan dan Fungsinya

KONTRAKTOR JOGJA – Dalam sebuah pembangunan hunian atau bangunan lainnya dikenal dengan istilah plenteran. Plesteran ini merupakan proses dalam pembuatan dinding yang bertujuan untuk menutup lapisan pasangan batu bata, batako, baja ringan dan juga beton agar terlihat rata dan rapi, serta lebih terlindungi. Plesteran sendiri merupakan campuran semen, pasir, dan air hingga tingkat kekentalan tertentu. Dalam hal ini terdapat beberapa jenis plesteran berdasarkan bahan dan fungsinya. Oleh sebab itu kita perlu mengenal yang namanya plesteran ini. So, jangan sampai ketinggalan untuk membaca artikel ini sampai selesai karena kami akan mengajak Anda semua untuk Mengenal Jenis Plesteran Berdasarkan Bahan dan Fungsinya.

Mengenal Jenis Plesteran Berdasarkan Bahan dan Fungsinya

Berdasarkan bahan

1. Plester semen atau mortar Semen

Bahan yang digunakan dalam plesteran ini adalah adukan antara pasir dengan semen sehingga sering disebut dengan plesteran semen (mortar semen). Perbandingan campuran pasir dengan semen pada jenis ini yang sering dipakai adalah :

a. 1 semen : 3 pasir

b. 1 semen : 4 pasir

c. 1 semen : 5 pasir

Terlebih dahulu campuran adukan dibuat dengan mencampur pasir dan semen sesuai komposisi, dicampur secara merata. Kemudian, diaduk dengan air sesuai dengan kekenyalan yang dibutuhkan. Volume air yang dicampurkan ke dalam adonan tidak boleh terlalu banyak karena dapat menyebabkan adonan plesteran menjadi cair sehingga sulit ditempelkan ke dinding. Sebaliknya, jika volume air yang dicampurkan terlalu sedikit, plesteran akan terlihat kering dan sangat sukar untuk menempel ke dinding.

Waktu maksimum pemakaian dari plesteran jenis ini yang baik adalah maksimal 30 menit setelah pengadukan campuran.

2. Plester kapur

Plesteran kapur (mortar kapur) merupakan pelsteran yang terbuat dari bahan kapur sebagai campuran dalam pembuatan adukannya. Perbandingan komposisinya adalah 1 kapur : 1 pasir.

READ  Cara Mengatasi Atap Rumah Bocor

Jenis plesteran yang satu ini sudah sangat jarang. Plesteran kapur umumnya dapat ditemukan di daerah tertentu yang banyak terdapat bahan kapur. Sebagai bahan adukan mortar untuk plesteran, penggunaan kapur harus mengikuti syarat teknis seperti berikut ini:

Ukuran butiran kapur haruslah seragam.

Secara fisik kapur yang sebagai plesteran harus bersih dari unsur/kandungan lainnya, tidak berbutir tajam dan tidak tercampur oleh zat kimiawi lainnya.

Pilih kapur yang berkualitas baik, yaitu kapur yang yang berlemak dan tidak banyak mengandung serpihan. Kapur yang kurang berlemak dan banyak mengandung serpihan bisa menyebabkan permukaan plesteran cepat rusak, kusam dan juga dapat menimbulkan retakan-retakan.

Untuk memperkuat ikatan plesteran, pleseteran berbahan kapur ini harus adanya tambahan semen. Pencampuran semen pada plesteran kapur harus menggunakan air yang bersih.

3. Plester tanah liat

Plesteran dengan bahan tanah liat sering digunakan untuk rumah-rumah tradisional zaman dulu, bahkan di daerah tertentu masih ada yang menggunakannya hingga saat ini. Pembuatan plesteran tanah liat tidak jauh beda dengan bagaimana mengolah tanah liat menjadi batu bata. Dalam proses pembuatan plesteran ini, dengan cara mencampur tanah liat dengan jerami yang sudah halus. Pada daerah tertentu, plesteran tanah liat juga bisa dengan campuran kotoran sapi. Proses pengerjaan pencampuran dengan mengadukan secara basah antara tanah liat dengan jerami halus atau kotoran sapi. Kemudian, selama tujuh hari Anda boleh membiarkannya secara terbuka dan menyiramnya secara berkala. Jika jadwal pelaksanaan pemlesteran telah tiba,bisa mengambil plesteran adukan dan kemudian mencampurnya dengan air sesuai dengan kekenyalan, kelekatan dan keliatan tertentu.

BACA JUGA :

7 Model Fasad untuk Gaya Rumah Industrial

Mengenal Jenis Lampu Untuk Pencahayaan Rumah

READ  Kebutuhan Ruang Makin Bertambah? Jangan Khawatir Berikut Cara Menambah Sekat Ruang dengan Triplek

Berdasarkan Fungsi

1. Plesteran kedap air

Plesteran kedap air sering untuk lokasi pekerjaan konstruksinya yang berhubungan langsung dengan air, misalnya dinding kamar mandi, tempat cuci piring, plesteran dinding dan lantai kolam, dan saluran air. Perbandingan campuran pondasi kedap air adalah 1 : 3

2. Plesteran non kedap air

Plesteran non kedap air berguna untuk lokasi pekerjaan konstruksi yang tidak berhubungan langsung dengan air, misalnya plesteran dinding dalam rumah dan lantai rumah.

LANJUTKAN MEMBACA ARTIKEL LAIN :

5 Desain Ruangan Instagramable Cocok Untuk Rumah Kaum Milenial

WASPADA Kepincut! Desain Ruang Tamu Mewah