15
Mar

Mengenal Atap Asbes

Mengenal Atap Asbes

Mengenal Atap Asbes – Atap asbes adalah jenis atap yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Atap ini terbuat dari asbes semen atau fiber. Bentuknya berupa lembaran tipis bergelombang yang memiliki ragam gelombang, baik kecil maupun besar. Ukuran panjang dan tebalnya pun bermacam-macam.

Atap ini tidak bisa memantulkan sinar matahari. Akan tetapi, ia menyerap sinar matahari. Atap asbes sering digunakan sebagai penutup atap garasi. Selain itu, ada banyak orang juga yang menggunakannya sebagai atap rumah mereka tinggal.

Kelebihan atap asbes

Atap Asbes Murah dan Mudah Dipasang

Kelebihan pertama yang membuat atap asbes banyak dipakai adalah harganya yang murah sehingga semua kalangan bisa membelinya dan banyak digunakan. Selain murah, atap asbes juga sangat mudah ditemukan di toko material bangunan terdekat kamu.

Karena berbentuk lembaran, bobotnya menjadi lebih ringan dan membuatnya mudah dipasang. Selain itu, kamu nggak perlu memakai banyak penyangga karena luasnya yang cukup lebar.

Atap asbes sangat mudah dibersihkan. Ditambah, atap asbes tahan terhadap segala cuaca apapun sehingga orang-orang yang berada di bawahnya akan aman. Rayap pun sulit untuk menembus dan merusaknya.

Kelemahan atap asbes

Atap Asbes Menyerap Panas dan Mudah Sobek

Meski murah dan mudah dipasang, atap asbes punya beberapa kelemahan. Seperti yang dikatakan di awal, atap asbes menyerap panas. Jika kamu memiliki rumah dengan atap asbes, Anda akan merasa sangat panas berada di dalamnya. Dengan begitu, sebenarnya atap asbes nggak disarankan untuk digunakan di daerah yang panas.

Karena berbentuk lembaran panjang yang tipis, atap asbes sangat rapuh dan mudah sekali sobek. Saat memasangnya, kamu harus super hati-hati. Kalau atap asbes retak atau sobek, kamu harus menggantinya dengan atap asbes yang baru. Paling parah, atap asbes membawa dampak kesehatan yang membahayakan.

Bahaya atap asbes bagi kesehatan

Atap Asbes Berbahaya Bagi Kesehatan

Awalnya, atap asbes ditemukan dan mulai dipakai pada abad 19. Masuk pada abad 20, muncullah keprihatinan bahwa banyak penambang asbes yang meninggal. Hal ini sebabkan karena zat asbes yang terhirup oleh para penambang. Maka dari itu, pada 1970an, penggunaan bahan asbes mulai dibatasi dan tidak dianjurkan, bahkan pemakaian bahan asbes sudah dilarang di Jepang.

Mengapa hal ini terjadi? Asbes terdiri dari partikel mikro yang tidak terlihat di udara sehingga bisa memicu kanker paru-paru. Tidak hanya kanker paru-paru, atap asbes bisa memicu penyakit lainnya. Hal yang sama juga bisa terjadi pada diri kita. Bila kita menggunakan atap asbes sebagai atap rumah, ada kemungkinan kita menghirup zat asbes yang sangat kecil. Mungkin kamu merasa biasa-biasa saja. Namun, efeknya akan muncul setelah berpuluh-puluh tahun kemudian.

Pengganti atap asbes

Atap Asbes Diganti Atap Bitumen

Nah, untuk mencegah dampak di atas, ada baiknya bila kamu tidak menggunakan atap asbes. Gunakanlah atap berbahan lain, seperti bitumen dan semen fiber. Bitumen adalah bahan aspal dan serat selulosa yang terbuat dari kayu. Berat bitumen cukup ringan, tidak berisik, tahan lama, dan tidak panas.

JASA ARSITEK DAN KONTRAKTOR  merupakan solusi bagi Anda yang ingin membangun rumah hunian, kost ekslusif, apartemen atau bangunan lainnya. Konsultasi Gratis KLIK DISINI. Hubungi kami di  WA : 0857 4300 6666