16
Jan

Menata Desain Ruang TV

Menata Desain Ruang TV

Menata Desain Ruang TV – Ruang tv atau ruang keluarga yang sering digunakan untuk kumpul dengan anggota keluarga. Di tempat itulah kita dapat sharing dengan anggota keluarga lainnya. Dengan menghadirkan televisi akan menambah suasana hangat ketika sedang berada di ruang keluarga. Untuk rumah yang memiliki lahan sempit akan kesulitan untuk menata barang yang akan diletakkan pada ruangan tersebut.

1. Menyesuaikan ukuran TV

Bagaimana rasanya jika kamu memiliki desain ruang TV yang luas namun hanya dilengkapi TV berukuran kecil, atau sebaliknya? Nggak cuma membuat ruang menjadi kurang proporsional, tapi hal ini juga akan mempengaruhi tingkat kenyamanan dari aktivitas di ruang TV tersebut.

2. Membandingkan jarak TV dan jarak pandang

Faktor yang perlu diperhatikan dalam menata desain ruang TV selanjutnya adalah jarak pandang alias jarak dari TV dan juga sofa tempat duduk. Tentu jarak yang terlalu jauh tidaklah nyaman, sedangkan jarak yang terlalu dekat akan membuat mata menjadi cepat lelah. Jarak TV pada desain ruang TV ini bisa diukur dari berapa ukuran TV yang kamu gunakan dengan standar penghitungan berikut:

Ukuran TV = 3X Jarak Pandang

Jadi, seandainya kamu menggunakan TV berukuran 40 inci pada desain ruang TV, maka jarak pandang ideal adalah 120 inci atau sekitar 3 meter untuk mendapatkan kenyamanan menonton paling pas.

3. Menentukan ketinggian peletakan TV

Selain jarak pandang, ketinggian TV yang nggak pas juga akan membuat desain ruang TV menjadi nggak nyaman. Umumnya ketinggian peletakan TV pada ruang TV berkisar pada 100-110 cm dari lantai. Namun, hal ini juga perlu disesuaikan dengan tinggi dari anggota keluarga, ketinggian sofa yang digunakan dan lebar dari TV yang digunakan.Jika ukuran TV relatif besar, maka ketinggian ini bisa dikurangi hingga 70 cm saja. Untuk menguji coba apakah ketinggian TV sudah pas, cobalah menonton dengan ketinggian tertentu dan dapatkan ketinggian dimana kamu dan keluarga bisa menonton dengan posisi santai dan pandangan lurus (tidak menunduk atau mendongak). Memakai meja TV juga bisa membantu.

4. Memastikan lebar desain ruang TV dan penataan sofa

Ukuran TV yang kamu gunakan juga mempengaruhi lebar ruangan atau panjang dari penataan sofa. TV yang terlalu kecil akan membuat orang yang duduk pada bagian ujung sofa kurang nyaman pada saat menonton. Jadi, sesuaikan ukuran TV dengan penataan sofamu agar setiap orang dapat menikmati desain ruang TV yang nyaman.

Solusi untuk ruang yang lebar atau penataan sofa yang terlalu panjang agar menonton TV tetap nyaman adalah menggunakan teknologi curved TV pada desain ruang TV rumahmu. Teknologi curved TV akan membantu setiap posisi sudut pandang mampu mendapatkan gambar yang baik sehingga menonton TV menjadi lebih nyaman.

5. Memperhatikan detail instalasi elektrikal

Salah satu hal penting yang perlu kamu perhatikan dalam desain ruang TV adalah instalasi elektrikal pada desain ruang TV tersebut. Apalagi jika desain ruang TV-mu dilengkapi dengan berbagai perangkat seperti home theater, audio system, atau perangkat elektronik gaming. Pastikan kamu menyediakan saklar yang cukup dan berada diposisi yang pas dan tak mengganggu. Biasanya posisi saklar ini berada di bawah pada dinding bagian belakang TV. Bila perlu, siapkan sebuah lemari atau meja nakas (side table) untuk melindungi dan menutupi berbagai saklar tersebut agar kabel-kabel tidak berserakan pada desain ruang TV.

Nggak cuma akan merusak secara visual, kabel yang berantakan pada desain ruang TV juga beresiko menyebabkan korslet atau menganggu lalu lintas di dalam ruang TV tersebut.

6. Melihat arah datang cahaya

Sumber cahaya pada desain ruang TV bisa datang dari dua sumber, yaitu pencahayaan alami dari bukaan seperti jendela ataupun pintu dan pencahayaan buatan dari lampu. Untuk pencahayaan alami, perhatikan sumber datangnya cahaya terhadap posisi TV.

Posisi sumber cahaya yang paling baik pada desain ruang TV adalah datang dari sisi kanan atau kiri dari TV. Posisi TV yang membelakangi sumber cahaya akan membuat gambar dari TV terasa tidak terlalu terang karena membelakangi cahaya. Sedangkan sumber cahaya yang datang tepat dari depan TV akan membuat layar TV menjadi silau.

Untuk lampu atau pencahayaan buatan pada desain ruang TV, lampu plafon bisa jadi pilihan yang lebih baik daripada lampu gantung, apalagi jika tinggi desain ruang TV tidak terlalu tinggi. Jika tetap ingin menggunakan lampu gantung, pastikan ketinggian lampu gantung tidak terlalu rendah sehingga membuat layar TV menjadi silau.

7. Menggunakan material dan dekorasi pelengkap yang mampu meredam suara

Berbeda dengan ruang lainnya, desain ruang TV memiliki fungsi audio yang tentu membutuhkan perlakuan desain yang berbeda agar suara yang dihasilkan saat kamu menonton lebih jernih dan nyaman di pendengaran.

Untuk itu pastikan, kamu menggunakan material-material yang memiliki permukaan lembut dan mampu meredam suara. Kurangnya keberadaan material interior yang mampu meredam suara pada desain ruang TV akan membuat audio terpantul dan menghasilkan gema yang tentu nggak akan membuat kegiatan nonton TV bersama keluarga menjadi nyaman.

Untuk lantai, kamu bisa mengaplikasikan lantai kayu, vynil, ataupun lantai parket pada desain ruang TV. Jika kamu sudah memiliki desain ruang TV dengan lantai keramik atau material keras dan solid lainnya, tambahkan karpet lembut untuk bantu meredam suara.

Untuk dinding, kamu bisa menggunakan finishing berupa wall covering. Selain itu, tambahan dekorasi seperti tirai kain multi-layer dan juga dekorasi bermaterial natural seperti kayu dan kain juga bisa membantu menjaga kualitas audio pada dengan ruang TV-mu.

JASA ARSITEK DAN KONTRAKTOR  merupakan solusi bagi Anda yang ingin membangun rumah hunian, kost ekslusif, apartemen atau bangunan lainnya. Konsultasi Gratis KLIK DISINI. Hubungi kami di  WA : 0857 4300 6666