Melamin Atau Pernis?
15
Agu

Melamin Atau Pernis?

Melamin Atau Pernis?MELAMIN ATAU PERNIS?

Melamin dan Pernis – Jika pada artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai melamine kusen. Nah apakah Anda tahu, jika selian melamine, finishing pada kusen ini bisa juga dilakukan dengan cara pernis. Nah Anda lebih memilih melamine atau pernis?

Pengertian Melamin dan Bahayanya

Sebelum masuk lebih dalam pada perbandingan detail antara melamin dan juga pernis untuk pintu di rumah Anda tampil menawan, sebaiknya pahami pengertian dari melamin itu sendiri.

Cat melamin adalah produk finishing tradisional yang membutuhkan thinner sebagai bahan pelarutnya. Melamin muncul  untuk menggantikan shellac gum yang saat itu sudah mulai kurang penampilannya. Banyak sekali kandungan berbahaya pada thinner seperti formaldehyde, accetone, toluen, merkuri, dll.

Bahan kimia tersebut sangat berbahaya, ketika Anda mengaplikasikan dengan spray gun, partikel air akan menyebar kemana-mana dan menguap. Partikel ini akan sangat berbahaya ketika terhirup di pernapasan. Seluruh ruangan akan memiliki bau menyengat.

Sudah banyak industri furniture yang finishing menggunakan melamin menjadi kecaman keras dari penduduk sekitar karena bau yang menyengat. Oleh karena itu produk melamin sudah tidak digunakan lagi di luar negeri seperti Eropa dan Amerika.

Salah satu alasan penggunaan malemin masih banyak di Indonesia karena minimnya edukasi mengenai bahaya melamin yang bisa merusak tubuh. Banyak bahaya yang harus dipahami, misalnya saja pada ibu hamil bisa mengakibatkan keguguran.

Pada anak-anak dan bayi bisa mengakibatkan penurunan kecerdasan. Masih ada efek jangka pendek lainnya seperti batuk, pusing, iritasi mata, gatal, sesak napas, dll. Bahaya ini bahkan bisa menimbulkan penyakit pada turunan Anda.

Bahan kimia berbahaya ini terkandung dalam bahan yang saat ini disebut dengan VOC (Volatile Organic Compound). Mengingat pentingnya bahan kimia ini digunakan pada cat maka diluar negeri dikeluarkanlah peraturan mengenai ambang batas penggunaan VOC.

Cara aplikasi melamin sendiri membutuhkan dua komponen bahan pelarut yaitu hardener dan thinner. Pertama campurkan melamin dan hardener yang berfungsi untuk menciptakan lapisan permukaan karena dengan perbandingan 9 melamin : 1 hardener.

Setelah itu Anda bisa mencampurkan thinner sekitar 40% hingga 60% dan diaduk hingga rata. Proses aplikasiknya harus menggunakan spray gun untuk hasil yang rata dan halus. Hasil ini akan membuang banyak melamin karena penyemprotan akan menyebabkan banyak partikel cat berterbangan. Sudah pasti Anda akan mengeluarkan budget tinggi atau boros walaupun harga melamin sangat murah dipasaran.

Mana Yang Sebaiknya Digunakan, Melamin Atau Pernis Untuk Pintu Rumah?

Salah satu alasan utama mengapa melamin masih sangat banyak digunakan di negara-negara Asia karena murah. Produk melamin sendiri masih sangat banyak diproduksi dan dijual di pasaran. Walaupun penggunaannya di luar enegri, tidak memungkiri untuk pengrajin di Indonesia tidak menggunakannya.

Justru produk melamin diunggulkan hanya karena hasilnya sangat glossy. Hasil ini tidak sebanding dengan harga kesehatan Anda di masa depan. Mengingat maslah kesehatan ini Anda seharusnya lebih selektif dalam memilih produk finishing kayu baik itu melamin atau pernis untuk pintu di rumah.

Sedangkan produk pernis sendiri yang terbaru adalah acrylic water based. Produk ini  sudah banyak digunakan di negara Eropa dan Amerika. Untuk perbandingan keduanya, Anda bisa melihat dibawah ini:

  1. Ketahanan cuaca, cat melamin tidak tahan cuaca, walaupun sudah diberikan hardener atau pengeras cat, melamin tidak disarankan untuk digunakan di luar ruangan. Jika Anda menggunakan pernis acrylic water based Anda bisa menggunakannya pada furniture eksterior seperti garden furniture.
  2. Kekuatan adhesi, jika melamin yang tidak tahan cuaca tentu akan ada efek yang diberikan karena tingkat adhesi yang tidak bagus. Melamin mudah cracking ketika terkena panas sehingga permukaan kayu tidak terlihat mewah lagi. Pernis walaupun terkena panas matahari tidak akan menimbulkan cracking karena memiliki tingkat adhesi yang bagus.
  3. Transparansi, dari segi warna transparan pernis juaranya, mealmin pasti memiliki efek yellowing karena kandungan formalin yang sangat tinggi. Jika pernis acrylic water based tidak menimbulkan yellowing karena tidak mengandung formalin atau kimia berbahaya seperti Biovarnish.
  4. Mudahnya aplikasi, melamin apalikasinya harus menggunaka spet atau spray gun yang memaksa Anda untuk memiliki skill dan alat untuk finishing ini. Berbeda dengan pernis yang hanya membutuhkan kuas dan air saja sebagai alat aplikasinya.

Keempat perbandingan diatas sangat berguna untuk mutuskan Anda menggunakan produk finsihing yang mana, apakah melamin atau berganti pada pernis atau plitur untuk pintu di rumah Anda.  Finishing pintu terutama pada pintu utama harus dipikirkan resiko warna plitur yang berubah. Mengapa? Pintu memiliki dua sisi yaitu satu sisi di dalam dan satu sisi di luar. Otomatis sisi pintu bagin luar akan sering terkena panas matahari. Warna plitur pintu lebih tahan dbanding melamin sehingga pilihannya ada pada pernis kayu untuk pintu.

JASA ARSITEK DAN KONTRAKTOR  merupakan solusi bagi Anda yang ingin membangun rumah hunian, kost ekslusif, apartemen atau bangunan lainnya. Konsultasi Gratis KLIK DISINI. Hubungi kami di  WA : 0857 4300 6666