13
Sep

Lantai Porselen vs Keramik, Pilih Mana?

Lantai Porselen vs Keramik, Pilih Mana?

Porselen vs Keramik – Manakah yang akan Anda pilih? Lantai porselen ataukah keramik? Memang sepintas keduanya terlihat sangat mirip. Tampilannya yang bervariasi sesuai motif yang diproduksi. Baik porselen maupun keramik pun dapat dipoles agar mengkilap. Lantas, apakah perbedaan keduanya?

1. Bahan

Hal pertama yang membedakan kedua pelapis lantai tersebut adalah bahan. Memang sama-sama dibuat dari tanah liat, tapi jenisnya berbeda. Berdasarkan informasi dari diffen.com, keramik dibuat dari tanah liat merah dan coklat yang dicampur dengan silica, alabaster, feldspar, dan air. Sementara, porselen dibuat khusus dari tanah liat putih atau yang biasa disebut tanah liat Cina dengan campuran yang sama. Banyak orang menilai bahan tanah liat tersebut lebih bagus karena memiliki kandungan kaolin yang tinggi. Hal ini dibantah oleh starcraftcustombuilders.com yang menyatakan bahwa kualitas tergantung pada proses pembakaran.

2. Tampilan

Kedua jenis ubin ini memiliki ratusan bahkan ribuan variasi corak dan warna. Bahkan, keduanya bisa menyerupai bahan pelapis lantai lain, seperti kayu, batu, granit, dan marmer. Sebagian besar produsen porselen menciptakan tampilan glassy, warna cerah, dan mengkilap. Sementara keramik lebih dove dan pucat. Pada dasarnya, setiap pabrik/produsen bisa memproduksi tampilan yang sama antara porselen dengan keramik. Untuk membedakan tampilan porselen dan keramik yang nyaris sama, Anda bisa melihat label atau warna bahan. Keramik berwarna merah terra cota, sedangkan porselen berwarna krem pucat.

3. Daya tahan

Daya tahan alias keawetan adalah prioritas utama pemilihan barang, selain modelnya. Umumnya, porselen memiliki daya tahan yang lebih tinggi karena ia dibakar lebih lama. Proses pembakaran yang cukup lama akan membuat tanah liat (jenis apapun, yang biasa maupun Cina) menjadi lebih kering, keras, dan padat. Keramik pun sebenarnya bisa dibuat dengan proses pemabakaran yang sangat lama, tetapi hal ini tidak banyak dilakukan oleh para produsen.

4. Area penggunaan

Karena keramik bersifat lebih lunak dan mudah menyerap air, maka para ahli menyarankan ubin jenis ini digunakan untuk dinding atau area yang jarang dilewati, misalnya gudang, kitchen backsplash, dan kamar tamu. Sementara, porselen bisa digunakan untuk semua lantai dan kamar mandi.

5. Harga

Karena porselen dibuat dengan produksi yang lebih rumit dan detail, serta menghasilkan daya tahan yang lebih tinggi, maka harganya pun lebih tinggi.

Itulah beberapa perbedaan lantai porselen dan keramik. Jadi manakah yang menjadi pilihan Anda? Semoga bermanfaat 🙂