18
Nov

Ketahui Ragam Furnitur Rotan dan Cara Merawatnya

Ketahui Ragam Furnitur Rotan dan Cara Merawatnya

Arsitek Indo Kontraktor I Jasa Arsitek dan Kontraktor – Furnitur berbahan rotan kerap digemari karena tampilannya yang unik. Meski terkesan tradisional, furnitur rotan memberikan sentuhan elegan tersendiri dalam rumah. Harganya yang cenderung lebih murah pun menjadikannya banyak diburu. Namun, terdapat kiat-kiat perawatan yang harus dilakukan agar furnitur rotan senantiasa awet. Ketahui ragam furnitur rotan dan cara merawatnya, yuk simak artikelnya.

1. Rotan Alami 

Rotan alami memiliki karakteristik yang sangat kuat dan tahan lama bahkan dapat melampaui usia furnitur hingga 50 tahun, tetapi bahan rotan alami tidak terlalu bersahabat dengan cuaca. Walaupun terkesan cantik dan natural jika diletakkan di taman atau halaman, furnitur rotan alami akan cepat lapuk karena dapat terkena air hujan dan paparan sinar matahari, ditambah lagi adanya hama yang suka bersarang di sela-sela lipatan rotan, yang dapat memakan rotan sampai lapuk.

Tekstur Rotan Alami - sumber: www.freepik.es

Furnitur dengan bahan dasar rotan alami akan lebih tahan lama jika diletakkan di dalam ruangan dan dirawat dengan benar. Oleh karena itu, akan menjadi pilihan yang baik untuk memilih furnitur berbahan rotan alami sebagai pelengkap interior rumah, seperti meja dan ruang makan, meja dan kursi ruang tamu, bedside table, bingkai tempat tidur, kursi aksen, dan lainnya. Pastikan juga Anda memilih jenis rotan alami yang berkualitas seperti rotan jenis Manau.

 Meja Rotan - Rattan Coffee Table - sumber: www.kirklands.com

2. Rotan Sintetis

Jika dibandingkan dengan rotan asli, bahan rotan sintetis memiliki beberapa keunggulan, seperti beratnya yang lebih ringan sehingga mudah dipindahkan, awet dan tidak mudah keropos, tahan panas, hujan, air, dan bahkan cuaca ekstrem sekaligus, tahan terhadap jamur dan lumut, dan pastinya harga juga lebih terjangkau. Furnitur rotan sintetis juga mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar sehingga dapat diletakkan di bagian dalam maupun luar rumah.

 Tekstur Rotan Sintetis - sumber: www.freepik.es

Bahan rotan sintetis juga lebih elastis dan fleksibel sehingga proses pembuatannya cepat, mudah dibentuk dan digabungkan dengan bahan lainnya seperti kayu dan besi. Dalam proses penganyamannya, rotan sintetis juga terlihat lebih rapi dibandingkan dengan rotan alami karena mudah mengikuti alur anyaman dan tidak meninggalkan sisa sambungan antara rotan. Rotan sintetis juga memiliki pilihan warna yang lebih variatif karena dapat dicat berbagai warna dan hasilnya akan tetap terlihat berkualitas.

Rotan sintetis biasanya terbuat dari dua jenis bahan plastik yaitu polyethylene dan polyvinyl chloride (PVC). Namun, kami lebih menyarankan Teman Narasi untuk memilih bahan sintetis polyethylene yang lebih aman dibandingkan dengan jenis PVC yang akan mengeluarkan zat beracun melalui asap jika terbakar.

Outdoor Rattan Seating - sumber: www.contemporist.com

Perawatan Furnitur Rotan

Meskipun rotan merupakan material furnitur yang cukup awet. Cara perawatan rotan yang tepat tetap menjadi kunci utama dalam menentukan jangka waktu pemakaiannya. Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk merawat furnitur rotan agar senantiasa awet.

  1. 1. Baik untuk kursi rotan alami maupun rotan sintetis, agar anyaman rotan tidak kendur, siasati dengan memberikan bantal pada kursi rotan sebagai alas duduk.

2. Gunakan produk Mild Cleaner dari Narasi Design yang secara instan dan efektif dapat menghilangkan kotoran dan noda yang menempel pada furnitur. Mild Cleaner ini juga aman digunakan untuk membersihkan segala macam permukaan furnitur berbahan kayu, rotan, dan kain. Semprotkan cairan pembersih ini pada permukaan yang diinginkan, lalu gosok dengan lap microfiber.

3. Segera keringkan furnitur setelah dibersihkan.Hal ini bertujuan untuk mencegah berkembangnya jamur atau bakteri lainnya yang dapat membuat furnitur cepat rapuh. Untuk furnitur rotan alami, Anda dapat menggunakan pengering rambut, sedangkan untuk furnitur rotan sintetis. Andadapat menjemurnya di bawah sinar matahari yang tidak terlalu terik.

4. Gunakan alat penyedot debu, sikat atau kuas kecil untuk menjangkau debu di sela-sela anyaman. Jangan menekan permukaan furnitur terlalu keras atau secara paksa agar tidak melepas anyaman rotan atau menggores permukaannya.

5. Seiring dengan bertambahnya usia furnitur berbahan rotan alami, serabut-serabut akan mulai mencuat. Rapikan serabut tersebut dengan gunting dan jangan menariknya.

6. Untuk menghindari kerusakan dan pecahnya serat-serat rotan terutama pada bagian bawah atau kaki, memindahkan furnitur sebaiknya dilakukan dengan cara diangkat dan bukan diseret. Gunakan juga bantalan karet untuk melindungi kaki furnitur rotan.

7. Apabila furnitur rotan alami yang diletakkan di dalam ruangan masih sering terkena sinar matahari dari jendela, pastikan untuk sesekali memindahkan furnitur rotan tersebut ke tempat lain.