28
Jan

Kesalahan Saat Memilih Keranjang Bayi!

Kesalahan Saat Memilih Keranjang Bayi!

Kontraktor JogjaSebagai calon orangtua, sebaiknya persiapkan keranjang bayi yang aman dan nyaman untuk tumbuh kembang bayi adalah hal yang penting. Menjadi orangtua memang bukan hal mudah, untuk itu kami akan berbagi informasi tentang beberapa kesalahan saat memilih keranjang bayi, yuk intip agar kamu tidak melakukannya!

3 Tips Dekorasi Kamar Bayi Laki-laki

 

Penggunaan keranjang bayi turun temurun

Keranjang Bayi di Kamar

Penggunaan keranjang bayi memang tidak akan lama, karena ketika sang anak sudah mulai bertumbuh besar maka keranjang bayi pasti akan ditinggalkan. Salah satu cara untuk menghemat pengeluaran pada saat akan memiliki bayi adalah dengan menggunakan peralatannya secara turun-temurun. Begitu pula halnya dengan keranjang bayi.

Dengan harga yang cukup mahal, biasanya keranjang bayi digunakan berkali-kali ke beberapa generasi. Tetapi, orang tua sering kali lupa bahwa keranjang bayi yang usianya sudah bertahun-tahun akan menurun kualitas dan ketahanannya. Hal itu bisa berbahaya bagi bayimu. Kenyamanan yang diberikan juga berbeda dengan keranjang bayi baru. Maka, sebaiknya gunakan keranjang bayi tidak lebih dari dua generasi.

Melupakan faktor keamanan

Keamanan Keraanjang BayiMemiliki seorang bayi pastinya para orang tua baru ingin membelikan segala sesuatu yang lucu dan menggemaskan bagi buah hati mereka. Hal ini tidak salah, tapi tetap harus memperhatikan keamanan dan keselamatan bayi. Misalnya, pilih tempat tidur bayi dengan jarah bilah yang tidak terlalu besar agar kepala bayi tidak bisa melewati jarak antar bilah-bilah keranjangnya.

Menggunakan material besi untuk keranjang bayi

Keranjang Bayi Stainless

Salah satu ciri keranjang bayi yang aman adalah keranjang bayi dengan material bahan stainless steel atau kayu. Hindari material besi karena keranjang bayi dari besi lama-kelamaan bisa berkarat. Hal ini tentu akan membahayakan kesehatan bayi. Apalagi jika terkena kulit bayi yang sensitif. Besi berkarat akan sangat mungkin menyebabkan luka hingga infeksi.

READ  Macam-macam Gaya Desain Interior

Menggunakan keranjang bayi tanpa pintu

Sebagian besar orang tua baru memiliki pemikiran untuk memiliki keranjang bayi yang nyaman untuk sang bayi, namun juga memberi kemudahan bagi mereka. Maka, banyak orang memilih untuk menggunakan keranjang bayi dengan pintu dorong yang dapat dibuka sampai ke bawah ranjang.

Keranjang Bayi Tanpa Pintu

Bayi yang sedang belajar merangkak bisa saja mengalami kecelakaan seperti terjatuh jika bagian pintu keranjang bayinya tidak terkunci dengan benar. Alangkah baiknya menggunakan boks bayi dengan kunci pengaman ganda atau keranjang bayi tanpa pintu sama sekali.

Pemilihan ukuran keranjang bayi yang terlalu luas

Keranjang Bayi Terlalu Luas

Seringkali orang tua membeli keranjang bayi hanya untuk penggunaan sementara dan memilih keranjang bayi yang kecil, melihat bayi baru lahir pun ukurannya tidak terlalu besar. Tapi, tahukah kalian bahwa ukuran keranjang bayi yang terlalu kecil dapat  menyebabkan sang bayi stres? Sebaiknya, pilihlah keranjang bayi dengan ukuran yang sesuai dengan bobot bayi. Tidak terlalu besar tapi tidak juga terlalu kecil.

Keranjang bayi yang rendah

Keranjang bayi yang rendah

Memiliki keranjang bayi yang rendah memang memudahan orang tua untuk beraktivitas dengan bayinya, seperti memberi ASI, mengganti popok atau menggendong ketika menangis di malam hari. Tetapi tumbuh kembang bayi yang sangat cepat membuat keranjang bayi yang relatif rendah itu tidak nyaman.

Sang anak yang semakin besar dan aktif bisa melewati pembatas keranjang bayi dan melompat keluar. Hal tersebut tentunya sangat berbahaya bagi keselamatan bayi. Maka, sebaiknya pilihlah keranjang bayi dengan pembatas yang cukup tinggi, sehingga tidak memungkin bagi bayi untuk merangkak keluar dari keranjangnya.

Mengabaikan ketebalan matras keranjang bayi

Keranjang Bayi Matras

Hal yang satu ini sepertinya sering kali luput dari perhatian para orang tua, khususnya orang tua baru, yaitu memperhatikan ketebalan matras keranjang bayi. Sebaiknya dari awal orang tua memilih keranjang bayi yang matrasnya dapat dilepas dan dipasang kembali agar ketebalan matras dapat disesuikan dengan usia sang anak.

READ   Desain Rumah Ruko Minimalis Terkini

Ketika baru lahir, tidak masalah jika menggunakan matras yang cukup tebal, tapi seiring pertumbuhan sang bayi, sebaiknya matras tersebut diganti dengan yang lebih tipis untuk menghindari bayi dapat berdiri di matras dan melompat keluar melewati pembatas keranjang bayi dengan bantuan tingginya matras.

Penggunaan kasur dan bantal yang terlalu empuk di keranjang bayi

Keranjang Bayi Bantal Kasur

Mungkin banyak orangtua yang menganggap bayi identik dengan perlengkapan bayi yang berkualitas dan lembut. Misalnya selimut bayi lembut, bantal empuk, atau boneka berbulu halus. Pada kenyataannya, barang-barang tersebut harus dihindari untuk mencegah SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau sindrom kematian bayi mendadak. Barang bertekstur lembut bisa membuat bayi sulit bernapas karena berisiko menutupi wajah si kecil.

Ketika memilih matras untuk keranjang bayi, pilih yang khusus dirancang untuk bayi. Matras khusus bayi biasanya cukup kokoh atau keras untuk mencegah SIDS. Selain itu, matras untuk keranjang bayi yang baik juga biasanya mampu menopang tulang punggung bayi yang masih lunak. Hindari membeli matras yang terlalu empuk. Pilih matras sesuai dengan ukuran tempat tidurnya. Jangan sampai ada celah sedikit pun antara matras dengan pagar tempat tidur

Jadi orang tua baru memang bukan hal mudah. Oleh karena itu, jangan lupa memperluas pengetahuan supaya bisa memberikan yang terbaik bagi si kecil. Butuh inspirasi dan tips desain lainnya? Jangan ragu untuk cek di Arsitek Indo Kontraktor!

Baca Juga : Ide Desain Warna Lavender Untuk Kamar Tidur