29
Mar

Kelebihan Dan Kekurangan Menggunakan Atap Asbes

Kelebihan Dan Kekurangan Menggunakan Atap Asbes

Kelebihan Dan Kekurangan Menggunakan Atap Asbes Jenis atap yang digunakan untuk melindungi sebuah bagunan terdiri dari berbagai macam jenis bahan. Mulai dari atap genteng, baja ringan, atap asbes, dan masih banyak lainnya. Penggunaan genteng asbes ini masih jarang digunakan, karena bahan ini jika digunakan idak bisa menangkal panas cahaya matahari dengan baik.

  1. Harga Lebih Murah

Memang tak bisa dipungkiri bahwa harga asbes jauh lebih murah daripada genteng. Asbes juga mudah ditemukan di toko bahan bangunan dekat rumah, berbeda dengan genteng karena tidak semua toko bahan bangunan menjual jenis genteng dengan lengkap.

  1. Ringan dan Tidak Membutuhkan Banyak Penyangga

Seperti kita semua tahu bahwa asbes berbentuk lembaran dan terbuat dari serat, sehingga tentu saja asbes lebih ringan. Hal tersebut mempengaruhi jumlah kayu atau baja ringan penyangga yang dibutuhkan. Jika misalnya dengan menggunakan genteng Anda membutuhkan penyangga kayu atau baja ringan dengan jarak maksimal 30 cm, dengan memakai asbes jarak maksimalnya bisa mencapai 1 meter. Dengan begitu, Anda tidak perlu membeli banyak penyangga.

  1. Mudah Dipasang

Pemasangan atap asbes jauh lebih efisien dibandingkan dengan pemasangan genteng karena asbes berbentuk lembaran sedangkan genteng harus dipasang satu persatu dan memakan waktu lebih lama. Penggunaan asbes tentu menghemat biaya tukang untuk pemasangan atap.

Setiap barang pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jika kita tadi membahas kelebihan yang dipunya oleh genteng asbes, maka kini akan dibahas mengenai kekurangannya.

  1. Menyerap Panas

Ruangan yang menggunakan atap asbes akan terasa lebih panas karena sifat asbes menyerap sinar matahari. Sehingga untuk Anda yang tinggal di daerah panas disarankan untuk tidak menggunakan asbes.

  1. Lebih Ringkih

Saat pemasangan, asbes harus diletakkan dengan sangat hati-hati karena berbentuk lembaran dan lebih tipis dari genteng. Jika ujung asbes pecah atau retak, maka Anda harus menggantinya dengan lembaran yang baru.

  1. Efek Negatif Jangka Panjang

Banyak orang bilang atap asbes berbahaya itu semua karena bahan dasar pembuatan asbes adalah karbon, sehingga dalam penggunaan jangka panjang tentu serpihannya akan menimbulkan efek jangka panjang. Dalam 4-5 tahun, atap asbes harus diganti meskipun belum rusak untuk menghindari Anda dari penyakit paru-paru dan gangguan pernapasan lainnya.

  1. Desain yang Tidak Inovatif

Dari dulu hingga saat ini, desain dan jenis atap asbes tidak mengalami perubahan. Berbeda dengan genteng, kini desain dan modelnya sudah bervariasi. Dalam hal estetika pun, atap asbes masih kalah dengan genteng biasa.

JASA ARSITEK DAN KONTRAKTOR  merupakan solusi bagi Anda yang ingin membangun rumah hunian, kost ekslusif, apartemen atau bangunan lainnya. Konsultasi Gratis KLIK DISINI. Hubungi kami di  WA : 0857 4300 6666