16
Apr

Kelebihan Dan Kekurangan Atap Pelana

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN ATAP PELANA

kontraktor jogja

ARSITEK INDO KONTRAKTOR | Atap pelana sering dijumpai pada setiap atap rumah. Ada berbagai jenis atap untuk melenngkapi rumah anda. Salah satunya atap pelana, jika anda ingin memilih atap pelana untuk rumah anda maka anda harus mengetahui kelebihan dan kekurangannya terlebih dahulu, agar anda tidak merugi setelah membeli. Mau tahu apa saja ? Mari simak ulasan di bawah ini.

Kelebihan Atap Pelana

1. Proses Pemasangan Cepat dan Mudah

Pemasangan atap pelana memang dapat dilakukan relatif mudah dan cepat. Namun tetap ada hal – hal yang harus diperhatikan ketika proses pemasangan, seperti derajat kemiringan atap apabila terlalau landai akan menambah beban pada rangka atap. Sebab air tidak dapat mengalir dengan cepat mengikuti gaya gravitasi, sehingga akan terjadi kebocoran atap. Untuk itu, derajat kemringan 30-40 derajat dirasa cocok untuk atap model pelana.

2. Hemat Material Struktur

Atap pelana, memailiki struktur rangka yang sederhana. Sehingga kebutuhan bahan material untuk pemasangan juga tidak terlalu banyak. Kebutuhan kuda – kuda hanya pada sisi tengah bangunan, sebab dinding segitiga (dinding pelana) juga sudah mewakili sebagai penyangga beban pada kedua sisi yang paling tepi. Baca Juga : Plus Minus Memiliki Atap Transparan

3. Tidak Mudah Bocor

Jika derajat kemiringan atap sudah pada rentang 30-40 derajat, aliran air hujan dapat dipastikan mampu mengalir secara deras sesuai dengan aturan gaya gravitasi. Keuntungannya, karena perpindahan air yang cepat dari atas ke bawah, maka genangan air tidak terjadi, dan kesempatan rembesan air tidak akan pula terjadi.

Sehingga kebocoran atap bisa dicegah. Selain itu, tidak adanya talang air pada atap, juga menjadi salah satu pemicu mengapa kebocoran atap lebih mudah terhindarkan.

4. Daya Serap panas yang Baik

Kemiringan atap pada atap pelana dapat membantu penyerapan panas secara maksimal, sehingga di dalam ruangan akan terasa tetap sejuk. Apalagi jika anda menggunakan struktur rangka dengan tanpa membuat ruangan dibawah atap. Baca Juga : Jenis Material Untuk Rangka Atap

Sebab karena kemiringan yang cukup curam, bagian bawah atap pelana juga dapat digunakan sebagai ruangan tambahan. Jika ruangan tersebut tidak digunakan dan di tutup dengan plafon dibagian bawahnya, maka udara akan lebih sejuk. Karena, panas yang masuk dari luar akan terdistrosi ulang dengan adanya plafon.

5. Fleksibel dalam implementasi

Model atap pelana sangat fleksibel dalam implementasi. Sebab, jenis atap pelana lebih mudah beradaptasi dengan banyak konsep arsitektur rumah. Atap pelana dapat digunakn pada rumah dengan konsep tradisional, modern, minimalis bahkan kontemporer.

Kekurangan Atap Pelana

Jika ada kelebihan sudah pasti ada kekurangan. Bukan hanya untuk jenis atap ini, namun semua jenis struktur atap sudah pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya. Ada 3 kekurangan atap pelana menurut kami.

  1. Beban Terjangan Angin.

Segitiga pelana memiliki peran sangat penting, karena ini yang menjadi tumpuan dari terjangan angin. Jika kekuatan dari tiap sisinya tidak seimbang, maka kesempatan untuk roboh bisa terjadi.

  1. Beban Air Hujan

Karena hanya ada 2 sisi, maka aliran air saat hujan tiba, akan sangat deras. Jika sudut derajat kemiringan terlalu landai, beban berat pada struktur akan bertambah. Dan sudah pasti, kesempatan roboh akan meningkat. Baca Juga : Tips Mengatasi Atap Bocor

  1. Mudah Retak

Dinding segitiga penopang struktur atap, akan sering terkena terpaan hujan dan sengatan panas, sehingga keretakan akan lebih mudah terjadi. Untuk itu, usahakan untuk menggunakan cat khusus eksterior, dan menambahkan overstek pada atap, sekira 1-1,5m untuk mengurangi debit terpaan angin, air hujan dan sengatan matahari.