kontraktor jogja
06
Apr

Jenis Material Untuk Rangka Atap

JENIS JENIS MATERIAL UNTUK RANGKA ATAP

ARSITEK INDO KONTRAKTOR | Bagi anda yang sedang membangun atap rumah, pasti akan memerlukan rangka untuk atap rumah tersebut. Ada berbagai banyak pilihan bahan untuk rangka atap rumah anda. Tapi tentunya setiap bahan memiliki kelebihan dan kekurangannya. Nash dalam artikel di bawah ini, akan di bahas mengenai apa saja jenis material rangka atap yang mungkin cocok dengan selera anda. Untuk itu, mari simak ulasan di bawah ini.

Berikut adalah jenis jenis material Rangka Atap yang dapat digunakan sebagai rangka atap

Jenis Material Rangka Atap Bambu

Rangka atap bambu sudah banyak digunakan sejak pada jaman dulu, dan sering juga dipadu padankan dengan menggunakan material kayu. Namun saat ini bangunan klasik dengan paduan natural di arsitektur rumah, sehingga rangka atap bambu kini menjadi tren kembali. Terutama untuk pendopo atau joglo dengan atap rumbia, rangka atap bambu dapat memperkuat sentuhan natrual tersebut. Namun rangka atap bambu punya kelemahan, yakni rawan rayap, dan lapuk. Namun saat ini banyak trik untuk membuat rangka bambu menjadi lebih awet, membuat bambu lebih tahan lama, hama, dan tahan lapuk.

Baca Juga : Cara Mengatasi Atap Rumah Bocor

Jenis Material Rangka Atap Kayu

Rangka atap kayu merupakan rangka atap yang umumnya banyak digunakan pada perumahan yang ada di Indonesia. Beberapa dekade lalu, material kayu menjadi bahan yang sering dipakai di Indonesia, namun seiring dengan semakin terbatasnya jumlah kayu, dan juga semakin mahalnya harga kayu serta kualitas kayu yang saat ini cenderung kurang baik. Ketidaktahanannya terhadap rayap merupakan salah satu faktor rangka atap dari  kayu ini mulai ditinggalkan. Kayu memang masih dapat diandalkan sebagai rangka atap. Namun kayu butuh perlakuan khusus agar terlindung dari kelembaban, jamur, serangga, dan kelapukan. Seluruh resiko ini dapat menyebabkan rangka atap patah dan rusak. Dari segi bentuk, material kayu dapat menghasilkan bentuk yang bermacam-macam. Meski demikian, bentuk atap miring atau segitiga adalah bentuk yang paling sering dipakai.

Jenis Material Rangka Atap Baja Konvensional

Rangka atap baja konvensional ini biasannya digunakan pada bangunan dengan lebar bangunan yang cukup besar. Umumnya digunakan pada pabrik atau gudang. Harganya yang cukup mahal dikarenakan materialnya yang cukup berat. Dengan berat sekitar 20kg/m2 rangka atap baja lebih ringan dari rangka atap beton. Rangka atap baja konvensional biasanya menggunakan profil baja  WF sebagai balok kolom dan penyangganya dan profil CNP sebagai gordingnya. Keunggulan dari rangka atap baja adalah tahan terhadap rayap, lambat menjalarkan api namun juga rangka atap baja ini mempunyai kekurangan  karena harganya yang mahal dan tidak tahan terserang karat, sehinnga harus difinish anti karat dengan kualitas baik.

Baca Juga : Macam Desain Atap Rumah dan Fungsinya

Jenis Material Rangka Atap Baja Ringan

Rangka atap jenis ini merupakan rangka yang modern pada saat ini , pemasangannya yang cepat dan beban rangkanya sendiri memberikan beban yang ringan terhadap struktur bangunan. Karena ringan, maka struktur dan pondasi jadi tidak banyak terganggu. Selain itu penyusutan dan pemuaian karena cuaca juga minim terjadi, dan juga rangka ini tahan api. Sehingga, apabila bangunan terbakar, kerangka dan atap tidak banyak terganggu. Memiliki lapisan fire resistant yang membuat material baja ringan memiliki kemampuan untuk menahan api agar tidak menyebar jika terjadi kebakaran. Dengan ketahanan terhadap cuaca dan kelembaban dan aman dari gangguan rayap atau serangga, membuat biaya perawatan menjadi lebih murah. Dengan memilih jenis pelapis anti karat yang baik, rangka atap baja ringan ini akan mempunyai ketahanan terhadap karat yang cukup lama.

Jenis Material Rangka Atap Beton

Rangka atap dari material beton ini tidak banyak yang menggunakannya, namun untuk jenis rumah – rumah tertentu yang menginginkan bentuk atap yang fleksibel dan tidak kaku dalam bentuk, material jenis ini dapat digunakan. Kekurangan kerangka atap jenis ini adalah sangat berat, sehingga butuh struktur bangunan dan pondasi yang memadai untuk menahannya. Selain itu, pengerjaannya rumit dan kurang praktis. Butuh banyak waktu untuk membuat cetakan, memasangkannya dengan kerangka baja, dan menunggu betonnya kering.