16
Apr

Jenis Jenis Kayu Meranti

  • JENIS JENIS KAYU MERANTI

  • ARSITEK INDO KONTRAKTOR | Jenis kayu meranti cukup terkenal untuk di jadikan bahan dasar pembuatan furniture rumah tangga. Tahukah anda, bahwa kayu meranti memiliki beberapa jenis dan dari setiap jenis memiliki kualitas yang berbeda beda loh. Nah pada artikel di bawah ini akan di bahas mengenai beberapa jenis kayu meranti. Mau tahu apa saja ? Mari simak ulasan di bawah ini.
  • Meranti Merah

kayu meranti merah

Meranti merah atau Red Lauan lebih umum dan mudah ditemukan di hutan-hutan di Asia Tenggara terutama Indonesia.

Pasalnya, jenis kayu meranti ini lebih mudah berbaur dengan jenis tanaman lain, sehingga dapat tumbuh di mana saja dengan keadaan tanah apa pun, selama tidak memiliki kontur tanah liat serta berada di radius ketinggian sekitar 0 – 800 mdpl.

Salah satu karakteristik kayu meranti merah ialah memiliki warna cenderung gelap kemerahan serta cokelat keunguan dengan garis putih resin berada di antara serabut di dalamnya.

Selain itu, akar dari Meranti Merah memilih daya tahan yang baik dari pembusukan, sehingga tidak mudah terserang hama.

Maka, hidup Meranti merah umumnya jauh lebih lama. Pada akhirnya menghasilkan kualitas kayu yang lebih baik dari jenis kayu lainnya.

Bagi Anda yang ingin mencari kayu Meranti langsung dari produsennya, maka dapat mendatangi Banio, Seraya merah, Lempong, Kontoy Bayor, Majau, Meranti ketuko, Campaga, Kumbang, Ketir, Ketrahan, dan Cupang.

Baca Juga : Berbagai Manfaat Kayu Untuk Kehidupan

  • Meranti Putih

kayu meranti putih

Bila Meranti merah memiliki grain lurus yang saling berhubungan, maka kayu Meranti putih justru bertekstur lebih halus dan terlihat licin meski memiliki permukaan yang sedikit kasar.

Sehingga jenis kayu meranti putih lebih susah dalam pengolahannya untuk dijadikan furniture atau alat rumah tangga lainnya lantaran adanya serat kayu yang terkandung di dalamnya.

Silika dalam Meranti putih pun lebih banyak daripada Meranti merah.

Umumnya Meranti putih digunakan untuk furniture seperti almari, meja, kursi maupun perabotan yang menghias interior rumah.

Selain itu, Meranti pun berfungsi untuk plywood, peti, korek api, atau bahkan alas sepatu. Biasanya Kayu Meranti mudah dijumpai di hutan hujan tropis tipe A dan B.

Tipe tanah yang dapat ditumbuhi Meranti yaitu jenis Latosol, podsolik merah-kuning, serta podsolik kuning yang dapat hidup pada ketinggian hingga mencapai 1.000 mdpl.

Untuk mendapatkan Meranti Putih yang masih berada di atas pohonnya, Anda dapat mengunjungi tempat-tempat yang menjadi habitat Meranti Putih.

Yaitu: Baung, Baong Belobungo, Anggelam, Damar Tenang Putih, Bayong Sumatera, Awan Punuk, Temungku Sulawesi, Lalari, Hili Maluku, Damar Lari-lari, dan masih banyak lagi.

Baca Juga : Plus Minus Menggunakan Kayu Pinus

  • Meranti Kuning

kayu meranti kuning

Ciri khas dari kayu Meranti Kuning ialah warnanya yang kuning kecokelatan. Jika berusia sudah tua, maka warna yang dihasilkan cenderung gelap.

Teksturnya pun lebih kasar dengan pori-pori besar, yang mudah terlihat.

Sehingga membutuhkan tenaga ekstra ketika hendak mengubahnya menjadi suatu furniture atau bagian rumah.

Selain itu, Meranti Kuning juga mudah mengalami pembusukan serta mudah terserang serangga lantaran tidak memiliki daya tahan yang lama seperti Meranti Merah.

Meranti Kuning hanya dapat ditemukan di empat tempat di Indonesia, yaitu Damar Tanduk, Damar Buah, Damar Hitam, Damar Kelepak.

Selain ketiga jenis Meranti yang terkenal tersebut, Anda pun dapat menemukan satu spesies keluarga Meranti di seluruh penjuru Indonesia.

Beberapa bahkan terasa tidak asing di telinga, seperti kayu Damar yang dapat ditemukan di wilayah Damar, pohon durian yang berada di Lahong dan Laung, batang kenari yang tumbuh di daerah Binjau, Mertukul, serta Kerantai.

Sementara Matoa menyebar di Jawa, Maluku, serta Papua, dan Pinang yang tumbuh di Melunak, Kelembing.