17
Des

Intip 5 Karakteristik Desain Interior Scandinavian

Intip 5 Karakteristik Desain Interior Scandinavian

Arsitek Indo Kontraktor I Jasa Arsitek dan Kontraktor – Salah satu konsep desain interior yang sedang ngetrend, serta banyak digemari orang saat ini adalah gaya Scandinavian. Pasalnya, konsep tersebut terlihat sederhana namun tetap menarik dan sesuai dengan luas ruangan yang terbatas. Nah bagaimana dengan Anda? Apakah juga ingin mengusung konsep Scandinavian ini dirumah Anda? Jika iya, maka hendaknya Anda mengetahui terlebih dahulu seperti apa konsep desain interior Scandinavian itu. Alasannya adalah karena konsep desain interior Scandinavian memiliki ciri yang khas dan berbeda dengan konsep desain interior lainnya. Disamping itu, dengan memahami ciri dari konsep desain interior ini, maka akan lebih memudahkan Anda dalam merencanakan dekorasi ruangan yang tepat.  Yuk intip 5 karakteristik desain interior scandinavian.

Aksen yang Sederhana

Ciri-ciri desain interior scandinavian adalah tidak banyak guratan, aksesoris tambahan yang terlalu mencolok, aksen yang sederhana.

Tidak banyak motif, itulah mengapa nuansa scandinavian dapat menimbulkan kesan yang tenang. Mulai dari struktur bangunan, tiang, hingga aksesoris, lebih banyak memainkan garis lurus serta tanpa guratan tambahan. Sehingga kesan minimalis dapat dicapai.

2. Pencahayaan

Karakteristik gaya desain interior adalah memanfaatkan cahaya alami.

Salah satu kunci gaya desain interior scandinavian adalah pemanfaatan cahaya. Scandinavian lebih memanfaatkan cahaya alami. Untuk itulah beberapa desainer biasanya lebih sering memasang kaca pada dinding hingga atapnya. Sehingga cahaya dari luar dapat masuk dan menyatu dengan ornamen di dalam ruangan yang juga banyak terinspirasi dari alam.

3. Warna yang Natural

Warna desain interior scandinavian.

Karakter lain yang terasa dari gaya desain interior scandinavian adalah pemilihan warnanya yang cenderung putih, hingga abu-abu terang. Paling maksimal, dapat juga digunakan perpaduan warna-warna terang seperti biru laut yang lebih muda, hijau muda, hingga pink muda. Tingkat saturasinya yang sedang dan juga warna yang tidak mencolok. Kebanyakan, warna diambil dari warna alam di sekitar agar ketika cahaya masuk, ruangan scandinavian dapat menciptakan suasana “ringan” dan nyaman.

READ  Cara Merapikan Interior Rumah

4. Bentuk yang Tidak Kaku

Motif scandinavian.

Gaya desain scandinavian cenderung tidak kaku. Ada aspek “kelenturan” pada setiap ornamennya. Misalnya saja pada kaki kursi yang dibuat agak diagonal, sudut tempat tidur yang tidak terlalu menyiku, atau dalam hal ini lekukan yang tidak terlalu tajam. Membuat tampilan scandinavian tidak terlalu “bold” atau dalam ini tajam. Karakter inilah yang menambahkan kesan lembut pada desain scandinavian.

5. Kayu

Sebagian besar unsur scandinavian memanfaatkan unsur kayu.

Scandinavian membawa kesan alam ke dalam ruangan. Salah satunya unsur kayu di dalamnya. Sehingga, gaya desain interior scandinavian hampir memanfaatkan kayu sebagai ornamen utama. Baik itu tekstur, maupun warna turunannya.

Unsur kayu menjadi penting dalam scandinavian sehingga membuatnya terkesan berinteraksi dengan alam. Itulah tadi beberapa tips menjadikan ruangan Anda penuh dengan nuansa scandinavian. Semoga bermanfaat!