06
Jul

Inspirasi Desain Tema Trapesium Yang Cantik

Inspirasi Desain Tema Trapesium Yang Cantik

Arsitek Indo Kontraktor I Jasa Arsitek dan KontraktorProyek rumah ini dibangun di atas lahan berbentuk trapesium dengan ukuran 144 m2.  Arsatama Architect mengoptimalkan pengerjaan rumah tinggal ini untuk memenuhi keinginan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari pasangan suami istri serta dua orang anak yang masing-masing berusia tiga tahun dan lima tahun. Berlokasi di Sewon, Bantul, Yogyakarta, pemilik rumah menginginkan konsep rumah tumbuh dan minimalis. Rumah dibangun dalam dua tahap pembangunan sesuai anggaran. Sedangkan, konsep minimalis sendiri diterapkan terhadap bentuk geometris sederhana, tetapi bisa merespons lingkungan sekitar.

Baca juga artikel mengenai : Bangunan Hijau 

Konsep Rumah Tumbuh
Tampak depan / fasad Rumah Sewon // arsitag.com

Tampak depan / fasad Rumah Sewon 

Beberapa orang beranggapan bahwa rumah tumbuh merupakan bangunan belum jadi dengan beberapa kesalahan yang dari awal tidak direncanakan dengan matang, baik dari segi bujet maupun desainnya. Sehingga, hasilnya akan terlihat seperti rumah yang belum selesai secara tampilan luar. Pada proyek ini, arsitek mencoba merencanakan bagaimana pada tahap satu, bangunan akan terlihat secara visual sudah “tampak jadi”.

Pada dasarnya, konsep rumah tumbuh ada dua: tumbuh secara vertikal dan tumbuh secara horizontal. Penerapan pada rumah ini untuk tumbuh secara horizontal. Pertimbangannya, luas lahan yang mencukupi serta meminimalisasi biaya pembangunan dalam pengembangan nantinya.

Tantangan Bentuk Lahan
Perspektif atas model 3D Rumah Sewon // arsitag.com

Perspektif atas model 3D Rumah Sewon 

Skema desain tahap satu. Bentuk lahan dengan bagian depan yang lebar menjadi tantangan tersendiri untuk menyusun pola masa bangunan agar terlihat proporsional secara visual fasad. Pada tahap satu, massa bangunan mulai dikembangkan dari paling belakang lahan dengan pertimbangan ketika pengembangan nantinya tidak menggangu aktivitas bangunan yang sudah ditinggali.

Ekspresi Bentuk Minimalis
Ekpresi bentuk minimalis Rumah Sewon // arsitag.com

Ekpresi bentuk minimalis Rumah Sewon 

Minimalis secara bentuk diwujudkan dengan massa berbentuk geometri sederhana dan dominasi warna putih. Bentuk atap pelana untuk merespons iklim tropis dengan tujuan memaksimalkan cahaya dan udara alami untuk bisa masuk ke dalam rumah, sekaligus menjadi bagian yang unik dari rumah ini.

Baca juga: pentingnya mengapa kamu memerlukan seorang arsitek!

Pentahapan Rumah Tumbuh
Denah Rumah Sewon Tahap 1 // arsitag.com

Denah Rumah Sewon Tahap 1 

Denah Rumah Sewon Tahap 2 // arsitag.com

Denah Rumah Sewon Tahap 2 

Rumah dirancang dan dibangun pada tahun 2018 dengan masa pembangunan tahap satu sekitar empat bulan seluas 65 m2. Di tahap satu, ruangan terdiri dari kamar tidur utama, satu kamar  tidur anak, kamar mandi, ruang keluarga, ruang makan, dan dapur.  Pada tahap dua nanti akan diperluas sebesar 35m2 dengan rancangan ruangan yang sudah dipersiapkan yakni, tambahan satu kamar tidur anak, kamar mandi, dan ruang kerja.

Pembagian Ruang Terbuka
Ruang tamu Rumah Sewon // arsitag.com

Ruang tamu Rumah Sewon 

Pembagian ruang memaksimalkan luas ruang terbatas dengan tidak mengurangi fungsi. Area ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dan dapur dibuat terbuka dan menyatu tanpa sekat. Seluruh ruang memang diasumsikan hanya diakses untuk keluarga dekat. Bukaan jendela yang lebar terhubung antara taman dan ruang keluarga untuk mengoptimalkan cahaya alami yang masuk.

Penggunaan Material Dominan Putih
Kamar mandi Rumah Sewon // arsitag.com

Kamar mandi Rumah Sewon 

Penggunaan material dominan putih pada keramik dinding serta aksen kayu pada area kamar mandi untuk menghadirkan kesan bersih dan luas. Pada tahap satu dan dua, telah direncanakan adanya taman terbuka untuk aktivitas outdoor di antara dua massa bangunan sesuai keinginan pemilik. Dikarenakan tahap dua akan dibangun untuk beberapa tahun ke depan, peruntukan taman jadi lebih luas pada tahap satu saat ini.

Bila kamu baca artikel ini dan menambah ilmu, kamu bisa like dan share artikel ini di sosial media, web, atau blog kemanapun yang kamu suka.