14
Jan

Ini 5 Faktor untuk Menentukan Ketinggian Plafon Hunian

Ini 5 Faktor untuk Menentukan Ketinggian Plafon Hunian

Arsitek Indo Kontraktor I Jasa Arsitek dan Kontraktor – Bagi yang berencana untuk membeli atau membangun rumah, plafon wajib menjadi salah satu hal yang Anda pertimbangkan. Plafon rumah berfungsi untuk menutupi rangka atap. Idealnya, tinggi minimal plafon rumah harus mencapai 2,5-3 meter dari lantai. Namun, semakin tinggi plafon rumah Anda, tentu akan semakin baik. Ini 5 faktor untuk menentukan ketinggian plafon hunian.

Iklim

Iklim menjadi pertimbangan  utama dalam menentukan tinggi ideal plafon rumah. Pada daerah dengan cuaca tropis atau panas, tinggi ideal rumah yang tepat berada di kisaran empat hingga tujuh meter. Hal ini bertujuan untuk memperlancar sirkulasi udara di rumah sehingga tidak lembap. Selain itu, tinggi plafon rumah yang ideal juga akan memberikan kesejukan dengan menurunkan suhu ruangan.

Sementara, untuk yang berada di iklim, biasanya hunian akan menggunakan plafon rendah yang tingginya hanya 240-250 cm.

Estetika

Penentuan tinggi plafon juga sering kali didasarkan pada estetika, yang merupakan selera dan keindahan dari plafonnya. Namun, penting untuk menghadirkan plafon yang juga proporsional. Misalnya, ruangan yang luas seperti ruang keluarga sebaiknya menggunakan plafon tinggi agar ruangan tak lembap. Tinggi ideal plafon di ruangan ini biasanya sekitar tiga hingga enam meter dengan tetap memperhatikan proporsi luas ruang.

Luas Ruangan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, proporsional dapat dihitung berdasarkan ukuran ruang. Untuk itu, ada rumus sederhana dalam menghitung tinggi ideal rumah, yakni (panjang + lebar) /2. Misalnya sebuah ruangan berukuran berukuran 3×4 meter, maka tinggi ideal untuk plafonnya adalah (3+4) /2 = 3,5 meter.

Jadi, semakin besar sebuah ruangan, maka semakin tinggi pula langit-langitnya. Plafon juga harus selalu lebih tinggi daripada lebar ruangan. Bila tak diimbangi dengan plafon yang tinggi, maka ruangan besar akan tampak seperti lorong yang pengap.

READ  Bangun Kost Eksklusif Menguntungkan

Fungsi

Berdasarkan fungsinya, ketinggian plafon juga harus mempertimbangkan dua hal. Pertama, fungsi untuk menutupi instalasi yang berada di bawah atap (listrik, seperti kabel, lampu, dan struktur atap).

Biasanya, ketinggian plafon akan disesuaikan dengan barang-barang yang ingin ditutupi. Kedua, fungsi plafon sebagai dekorasi atau estetika yang disesuaikan dari desain ruangan yang dibuat untuk memaksimalkan keindahan dan keselarasan.

Void atau Loft

Bila kamu membangun rumah dua lantai atau lebih, plafon yang tinggi akan tercipta dengan sendirinya. Sebab, biasanya akan ada void, sebuah ruang yang sengaja dibiarkan kosong di lantai dua sehingga pandangan dapat langsung terarah ke plafon lantai dua.

Void juga dapat diartikan sebagai ruang terbuka tanpa atap di bagian rumah yang mempunyai satu akses, yaitu dari depan. Pada banyak perumahan, rumah biasanya akan dikelilingi tembok, baik di kiri, kanan, dan belakang. Untuk itu, kehadiran void akan menjadi hal yang vital, entah berada di bagian belakang maupun samping rumah.

Hal itu bertujuan agar sirkulasi udara dan cahaya matahari dapat masuk ke dalam rumah. Setelah mengetahui lima faktor di atas, kamu akan bisa menentukan ketinggian plafon yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginanmu.