15
Okt

Informasi Tentang Umur Ketahanan Bangunan

Informasi Tentang Umur Ketahanan Bangunan

Arsitek Indo Kontraktor I Jasa Arsitek dan Kontraktor – Pembangunan di berbagai kota di Indonesia semakin pesat. Baik itu bangunan publik yang dibangun oleh pemerintah, bangunan milik swasta ataupun milik individu. Sebagian besar bangunan pada umumnya terbuat dari beton dan kayu. Selain itu pada saat ini banyak juga bangunan yang sebagian besar menggunakan besi atau baja ringan dengan sedikit beton sebagai fondasi. Seperti garasi bus yang ada pada perusahaan jasa sewa bus di Jogja dan juga perusahaan sewa bus di tempat lain pada umumnya menggunakan bahan utama besi atau baja ringan untuk membangun garasinya.  Jadi perlu kita ketahui informasi tentang umur ketahanan bangunan.

Kriteria Bangunan untuk Bisnis Yang Ideal

1. Persyaratan Bangunan

Salah satu kriteria yang sangat diperhatikan untuk membangun bangunan yang ideal adalah tingkat keamanannya. Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 mengenai Pedoman Persyaratan Bangunan Gedung, di sana dijelaskan beberapa kriteria. Dan bangunan aman pun tak luput dari perhatiannya. Lantas bagaimanakah bangunan aman itu?

Sebagai persyaratan umumnya dijelaskan bahwa bangunan aman akan memenuhi kriteria aman dari beban muatan, aman dari bahaya kebakaran, bahaya petir serta bahaya kelistrikan. Kemudian terdapat pula persyaratan untuk struktur bangunan gedungnya. Dalam perencanaan strukturnya terdapat beberapa kriteria, yaitu strukturnya wajib direncanakan serta dilaksanakan agar kuat, kokoh serta stabil.

Stabil di sini yaitu stabil dalam memikul beban serta safety. Kemudian memenuhi kelayakan sepanjang umur layanan yang direncanakan dengan pertimbangan fungsi bangunan, lokasi, keawetan, serta kemungkinan pengerjaan konstruksinya. Kemampuan memikul beban diperhitungkan dengan pengaruh akibat gempa, korosi, jamur, serta serangga yang merusak.

READ  Lahan Cuma 7x12 Meter tapi Ada Kolam Renang Minimalis

2. Bentuk Gedung

Jasa Waterproofing Jogja Contoh Bentuk Bangunan L

Menentukan bentuk bangunan gedung untuk bisnis tentu dapat menunjang bangunan bisnis yang ideal. Untuk ketentuan umumnya bentuk denah gedung usahakan simetris dan sederhana. Tujuannya agar dapat mengantisipasi suatu kerusakan yang mungkin timbul, misalnya gempa. Apabila gedung berbentuk T, U, atau L maka wajib dilaksanakan pemisahan struktur. Denah ideal yang bentuknya sentris (lingkaran, segi-banyak dan bujur sangkar) akan lebih baik dari pada dengan bentuk lainnya, seperti memanjang.

Atap bangunannya dibuat dari bahan ringan agar meminimalisir intensitas kerusakan. Bangunan gedung ditempatkan pada lokasi yang strategis, namun tidak mengganggu fungsi prasarana kota, lalu lintas hingga ketertiban umum. Tinggi rendah pekarangan wajib dibuat dengan menjaga keserasian lingkungan dan tidak menimbulkan kerugian dari pihak manapun. Jika bangunan bertingkat atau memiliki beberapa lantai, maka harus disesuaikan dengan batas ketinggian yang ditentukan di dalam rencana tata ruang kota.

3. Tampilan Bangunan

Terkait dengan tampilan bangunan harus didesain dengan sebaik – baiknya sehingga ruang di dalamnya memungkinkan untuk pencahayaan serta penghawaan natural. Maksud dari ketentuan tersebut adalah mengacu pada prinsip konservasi energi. Selain itu, untuk aksesnya mampu mempertimbangkan semua orang untuk dapat masuk, termasuk para lansia serta difabel. Pada bangunan dilengkapi dengan pengaman untuk lalu lintas udara serta laut atau disesuaikan berdasar letak, penggunaan dan ketinggiannya.

Tampilan bangunan juga mempengaruhi kepada marketing. Mengapa bisa? Marketing usaha pada sekarang ini sudah sangat beragam, bahkan tampilan bangunan juga bisa digunakan untuk marketing. Tampilan bagunan yang unik yang menandakan pada usaha anda, maka orang yang melihat juga akan teringat akan uniknya pada bangunan usaha anda.