11
Agu

Gaya Moderen Arsitektur 2020

Gaya Moderen Arsitektur 2020

Arsitek Indo Kontraktor I Jasa Arsitek dan Kontraktor Istilah arsitektur post modern memang nggak sepopuler gaya desain arsitektur lainnya. Padahal, arsitektur post modern masih terus berkembang dan digunakan hingga saat ini, lho. Dengan mengenal karakter dari arsitektur post modern, pasti kamu akan menyadari bahwa banyak bangunan dan rumah di sekitarmu yang menerapkan atau mengadaptasi gaya arsitektur post modern.

Yuk, cari tahu lebih dalam mengenai arsitektur post modern mulai dari perkembangan, karakter, hingga bagaimana penerapannya untuk rumahmu!

Sejarah Singkat Arsitektur Post Modern

Gerakan atau gaya arsitektur post modern mulai lahir pada era tahun 1960-an sebagai bentuk reaksi perlamanan terhadap nilai minimalistik, formalitas, dan kurangnya variasi dalam gaya arsitektur modern yang berkembang saat itu. Nilai yang dimaksud ini bisa terlihat dari gaya arsitektur arsitek Le Corbusier dan Ludwig Mies van der Rohe.

Arsitektur Post Modern Les Orgues de Flandre

archdaily.com

Gaya arsitektur post modern akhirnya terus berkembang dari 1980-an hingga era 1990-an. Arsitek yang terkenal sebagai tokoh arsitektur post modern adalah Charles Jenks, Venturi, Philip Johnson, dan Michael Graves.

Pada akhir era 1990-an, arsitektur post modern berkembang lebih jauh dan terbagi ke dalam berbagai aliran dengan perbedaan pendekatan seperti hi-tech architecture, arsitektur neo-klasik, dan gaya arsitektur dekonstruktivisme.

Arsitektur Post Modern Vanna-Venturi House

curbed.com

Beberapa contoh produk arsitektur post modern pada masa itu yang bisa kamu jadikan referensi dalam menciptakan rumah bergaya arsitektur post modern sendiri adalah Vanna Venturi House dan Guild House di Philadelphia karya Robert Venturi, 550 Madison Avenued dan PPG Place di Pittsburgh karya Philip Johnson serta Piazza d’Italia di New Orleans karya  Charles Moore. Berbagai bangunan tersebut terkenal dan kerap dijadikan referensi dari produk awal dari gerakan arsitektur post modern.

Aliran dalam Arsitektur Post Modern

Arsitektur Post Modern Charles Jenks

pinterest.com

Berkembang di berbagai area oleh banyak pakar arsitektur, arsitektur post modern kemudian berkembang menjadi berbagai aliran. Aliran-aliran dalam arsitektur post modern sendiri diklasifikasikan berdasarkan konsep perancangan dan respon dari desain terhadap lingkungannya.

aliran dalam arsitektur post modern

google.com

Salah satu tokoh arsitektur post modern, Charles Jenks mengelompokan arsitektur post modern kedalam 6 jenis aliran arsitektur post modern yang menurutnya sudah ada sejak tahun 1960-an, di mana arsitektur post modern mulai berkembang. Aliran arsitektur post modern tersebut meliputi:

Arsitektur post modern – Historicism

Arsitektur Post Modern Aero Saarinen

theatlantic.com

Dalam aliran arsitektur post modern historicism, desain bangunan atau rumah modern dikombinasikan dengan berbagai elemen klasik seperti kolom-kolom ionic dan doric serta ukiran-ukiran yang umumnya lebih banyak ditemukan pada arsitekur klasik dibandingkan arsitektur modern.

Tokoh arsitek yang mengikuti aliran historicism ini adalah Aero Saarinen, Phillip Johnson, Robert Venturi, Kisho Kurokawa, dan Kyionori Kikutake.

Arsitektur post modern – Straight Revivalisme

Arsitektur Post Modern Aldo Rossi

wordpress.com

Pada aliran arsitektur post modern straight revibalisme, elemen-elemen pada gaya arsitektur neo klasik kembali dihidupkan lewat desain yang bersifat monumental dan pengaplikasian komposisi desain yang berirama dan juga simetris.

Tokoh arsitek yang mengikuti aliran straight revivalisme ini adalah Aldo Rossi, Monta Mozuna, Ricardo Bofill, dan Mario Botta.

Arsitektur post modern – Neo-vernacularism

Arsitektur Post Modern Aldo Van Eyck

pinterest.com

Aliran arsitektur post modern neo-vernacularism, elemen arsitektur yang sudah modern kemudian dikawinkan dengan elemen tradisional atau lokal yang ada pada lingkungan sekitar. Pengaplikasiannya bisa seperti penggunaan pola dekorasi arsitektur Jawa pada bangunan modern, atau penggunaan bentuk atap gadang pada bangunan dengan arsitektur modern.

Tokoh arsitek yang mengikuti aliran neo-vernacularism ini adalah Darbourne and Darke, Joseph Isherick, Aldo Van Eyck.

Arsitektur post modern – Contextualism (Urbanist + ad Hoc)

Arsitektur Post Modern Lucien Kroll

architectural-review.com

Pada aliran arsitektur post modern contextualism, semua konsep desain mengarah dan terpusat pada lokasi penempatan bangunan, di mana desain harus memperhatikan lingkungan sekitar agar bisa tercipta komposisi yang selaras dengan lingkungan sekitar. Aliran ini juga terkenal dengan nama aliran urbanist. Kalau dalam bangunan rumah, bisa dibilang ini adalah filosofi menciptakan rumah ramah lingkungan.

Tokoh arsitek yang mengikuti aliran contextualism ini adalah Lucien Kroll, Leon Krier, dan James Stirling.

Arsitektur post modern – Metaphor & Metaphisical

Jika kamu pernah melihat bangunan-bangunan dengan bentuk arsitektur yang menarik, unik dan filosofis, maka mungkin bangun tersebut menganut aliran arsitektur post modern methapor dan metaphisical.

Arsitektur Post Modern Antonio Gaudi

pinterest.com

Bentuk dari desain arsitektur merupakan ekspresi eksplisit dan implisit dari ungkapan metafora dan metafisika (spiritual) dari sang arsitek yang umumnya memiliki cerita yang filosofis dibalik desain tersebut.

Tokoh arsitek yang mengikuti aliran methapor & metaphisical ini adalah Stinley Tigerman, Antonio Gaudi, dan Mimoru Takeyama.

Arsitektur post modern space

Arsitektur-Post Modern Charler Moore

dezeen.com

Aliran arsitektur post modern yang terakhir adalah aliran space, di mana desain arsitektur memperlihatkan salah satu prinsip arsitektur, yaitu pembentukan ruang dengan mengkomposisikan komponen bangunan itu sendiri.

Tokoh arsitek yang mengikuti aliran arsitektur post modern space ini adalah Peter Eisenman, Robert Stern, Charler Moore, Kohn, dan Pederson-Fox.

BACA ARTIKEL DI BAWAH INI

terapkan konsep bangunan hijau

interior cat dinding tosca

cat dinding kekinian

Ciri Khas dan Karakter dari Arsitektur Post Modern

Ciri Khas dan Karakter dari Arsitektur Post Modern

archdaily.com

Sebagai salah satu gaya arsitektur yang populer, arsitektur post modern punya ciri khas sendiri. Menurut salah satu tokoh arsitektur Indonesia, Budi Sukada (1988), arsitektur post modern memiliki ciri umum sebagai berikut:

  • Mengandung unsur-unsur komunikatif yang bersifat lokal atau populer
  • Membangkitkan kembali kenangan kembali historik
  • Berkonteks urban
  • Menerapkan kembali teknik ornamentasi
  • Bersifat representasional
  • Berwujud metaforik (dapat berarti dari bentuk lain)
  • Dihasilkan dari partispasi
  • Mencerminkan aspirasi umum
  • Bersifat plural
  • Bersifat ekletik

Dari beberapa karakteristik arsitektur post modern tersebut, ada beberapa langkah sederhana yang bisa kamu terapkan untuk menerapkan gaya arsitektur post modern pada rumah tinggalmu.

Tonjolkan garis lurus yang tegap baik pada ekstrior maupun interior

Arsitektur Postmodern Karakter

architecturaldigest.com

Baik secara visual maupun penataan ruang, terapkan elemen garis lurus dan simetrik. Jika ingin memberikan kesan lebih dinamis gunakan sudut-sudut di luar sudut siku.

Mulai dari bentuk sederhana, kemudian kembangkan

Arsitektur Postmodern Bentuk Sederhana

flickr.com

Jika kamu perhatikan, kebanyakan bangunan arsitektur post modern merupakan pengembangan dari gubahan-gubahan masa dasar yang sederhana seperti persegi, segitiga, atau trapesium.

Gunakan pendekatan yang sama dengan memulai desain dari bentuk dasar yang sederhana sebelum menambahkan elemen lain untuk mengembangkan desain arsitektur post modern milikmu. Jangan lupakan dekorasi ruangan yang sesuai.

Manfaatkan elemen dekoratif, namun tetap minimalis

Arsitektur Postmodern Dekoratif

pinterest.com

Salah satu ciri yang nggak boleh kamu lewatkan dalam mengaplikasikan gaya arsitektur post modern adalah  menggunakan elemen-elemen dekor. Elemen dekorasi ini bisa kamu ciptakan dari bentukan desainmu sendiri atau bentuk simplifikasi dari elemen dekorasi yang telah ada sebelumnya seperti dekorasi bangunan klasik atau bangunan tradisional. Misalnya Rumah Bali.

Namun, perhatikan untuk tidak menggunakan detail terlalu berlebihan, atau identitas tradisional atau klasik malah akan jadi lebih terlihat dibanding kesan post modern.

Gunakan elemen-elemen desain yang kontras

Arsitektur Postmodern Warna Kontras

pinterest.com

Selanjutnya, kamu bisa menggunakan berbagai elemen yang kontras satu sama lain seperti material, juga pengaplikasian perpaduan warna pada rumah bergaya arsitektur post modern. Untuk bagian ini, kamu nggak perlu tanggung-tanggung untuk berkreasi sejauh mungkin.

Masukkan cerita pada konsep bangunan rumah bergaya arsitektur post modern

Arsitektur Postmodern Cerita Filosofi

arch2o.com

Pada saat merancang rumah, meskipun fungsi dan kenyamanan tetap menjadi yang terutama, jangan lupa untuk menyisipkan cerita dan konsep yang filosofis kedalam desain rumahmu.

Bila kamu baca artikel ini dan menambah ilmu, kamu bisa like dan share artikel ini di sosial media, web, atau blog kemanapun yang kamu suka.