15
Jan

Filosofi Tradisional Jepang dan Kontribusinya pada Desain Interior

Filosofi Tradisional Jepang dan Kontribusinya pada Desain Interior

Arsitek Indo Kontraktor I Jasa Arsitek dan Kontraktor – Dengan kepopuleran desain minimalis pada gaya arsitektur rumah dan lanskap, maka tak heran banyak desainer dan orang pada umumnya yang mencari tahu lebih jauh mengenai desain rumah Jepang. Hunian dengan sentuhan desain rumah ala Jepang menghadirkan nuansa atau ambience yang menenangkan.  Salah satu konsep desain yang banyak dijumpai pada arsitektur rumah Jepang, baik itu dalam rumah tradisional Jepang sampai model rumah Jepang modern, merupakan desain arsitektur yang berakar dari filosofi Zen.  Berikut ini Filosofi Tradisional Jepang dan Kontribusinya pada Desain Interior

Implementasi Wabi Sabi dalam desain interior

Seperti melihat keindahan di balik sebuah meja yang tampak kusam dan jelek, -akibat pengaruh usia-, tetapi justru itulah nilai keindahannya. Meja ‘tua’ bernilai tinggi karena pengalamannya. Retakan dan kekusaman pada meja lebih dianggap sebagai ‘aset’ alih-alih sebagai cela.

wabi sabi

Hanya karena wabi sabi menghargai ketidaksempurnaan, bukan berarti boleh terjadi kesemrawutan. Desain Wabi Sabi justru harus ‘ekstra rapi’ dalam penataan benda-benda pada suatu ruangan. Ini agar suasana damai dan tenang dapat benar-benar tercapai.

Berbeda dengan desain minimalis yang menjunjung tinggi kesederhanaan tanpa terlalu memerhatikan ‘perasaan’ yang akan timbul, konsep wabi sabi justru lebih fokus pada perasaan yang akan ditimbulkan, yakni perasaan damai dan tenang. Ini sejalan dengan fakta bahwa siapapun pasti akan merasa ‘sakit kepala’ saat melihat ruangannya berantakan, bukan?

interior wabi-sabi

Penggunaan konsep Wabi Sabi dalam desain interior juga sangat merangkul otentisitas.

Menghargai sifat dasar dari segala sesuatu, baik material, warna, maupun bentuk atau tekstur, seperti material kayu yang memiliki ciri khas warna coklat dengan tekstur seratnya yang tidak beraturan.

interior kamar mandi rustic, wabi-sabi

Seseorang yang antusias dengan wabi sabi akan memandang ciri khas yang dibawa setiap material sebagai sesuatu yang unik dan dipandang sebagai keindahan natural. Kejujuran tentang jati diri yang dimiliki.

READ  Desain Ruang Tamu Minimalis - Mungil dan Istimewa

Pemotongan bentuk kayu menjadi geometris, pemasangan lapisan HPL pada permukaan kayu, atau penutupan warna asli kayu dengan warna-warna, sangat bertolak belakang dengan filosofi wabi sabi.

Interior wabi-sabi

Kesederhanaan wabi sabi sangat mudah diaplikasikan dalam desain. Tidak memerlukan bujet yang besar, latihan, atau bahkan ‘skill set‘ spesial. Penerapan konsep wabi sabi dalam interior hanya membutuhkan pikiran yang ‘jujur’ untuk dapat menghargai setiap keindahan yang terkandung, keberanian untuk menghadapi ‘keaslian,’ dan kesediaan untuk menerima berbagai hal sesuai adanya.

interior kamar mandi wabi-sabi

Jika dibandingkan dengan harus selalu mengikuti tren, -dengan membeli benda-benda mewah yang berkilap-kilap dan memiliki kesempurnaan mendetail-. Desain wabi sabi justru menemukan harmoni di dalam keontetikan dan ketidaksempurnaan.

Kemampuan untuk melambat, dan berbelok dari berpikir ke merasakan, untuk menghargai daripada menyempurnakan. Perspektif inilah yang bisa menjadi ‘penawar racun’ yang kita cari di dunia yang penuh kekacauan, tetapi sangat terobsesi dengan kesempurnaan.

Konsep wabi-sabi juga menjunjung tinggi keindahan alam sehingga mendukung adanya elemen alam seperti tanaman, batu-batuan, patung kayu, dan lain-lain. Ketidaksempurnaan dari hal-hal natural seperti pada bentuknya, teksturnya, atau warnanya. Sangat berguna sebagai pengingat bahwa segala sesuatu yang indah itu tidak selalu sempurna.

Wabi sabi membantu mengingatkan kita bahwa di dunia ini tidak ada yang selamanya. Baik itu diri kita, orang-orang di sekeliling kita, maupun benda-benda yang kita miliki. Bahwa tubuh dan segala benda akan kembali menjadi debu seiring berjalannya waktu.