28
Des

Desain Rumah Bergaya Skandinavia, Solusi untuk Apartemen Kecil

Desain Rumah Bergaya Skandinavia, Solusi untuk Apartemen Kecil

Arsitek Indo Kontraktor I Jasa Arsitek dan Kontraktor – Selain rumah minimalis sederhana dan konsep arsitektur modern tropis, berkembang gaya lain yakni gaya rumah Scandinavian. Penataan rumah gaya Scadinavia kini mulai populer dan berkembang di dunia interior global, pun halnya di Indonesia sendiri. Scandinavian Swedish Design, begitulah sebutan populernya. Negara Scandinavia tergabung dari beberapa negara di Eropa Timur seperti Norwegia, Swedia, Denmark, Islandia dan Finlandia. Desain arsitektur Scandinavia mulai diperkenalkan di Amerika dan Kanada pada sekitar tahun 1950-an di sebuah pameran desain. Berikut ini desain rumah bergaya skandinavia, solusi untuk apartemen kecil.

1. Dinding putih, salah satu karakteristik desain rumah Skandinavia

Dinding putih sangat populer untuk gaya desain rumah yang satu ini. Warna putih sendiri dikenal dapat menyerap dan memantulkan cahaya matahari alami. Cahaya matahari alami yang diserap oleh warna ini akan menciptakan ilusi adanya space yang lebih besar di ruangan tersebut.

Warna putih yang sangat netral juga akan menjadi latar yang tepat untuk ornamen apa pun yang ingin kamu pasang di dinding. Mulai dari kolase pigura, rak dinding dengan berbagai pajangan menarik, sampai lampu dinding unik, sangat cocok untuk dipasang di dinding putih ini. Intinya, dinding pada desain rumah Skandinavia dibiarkan putih agar furnitur dan karya seni di dalam ruangan dapat menonjol.

2. Furnitur dan dekorasi dengan palet warna netral atau pastel

Dengan putih mendominasi dinding dan plafon, kamu akan menemukan furnitur dan dekorasi yang lebih berwarna pada desain rumah ala Skandinavia ini. Tetapi tentu saja, warna-warna ini harus tetap mengikuti konsep Skandinavia yang rapi, minimalis dan menenangkan.

READ  Jendela Rumah Minimalis

Dua palet warna yang paling sering digunakan sebagai aksen adalah netral dan pastel. Makanya, kalau kamu termasuk penyuka ruangan berwarna-warni, desain rumah dengan gaya ini masih bisa menjadi pilihanmu. Hitam, abu-abu, khaki, merah muda, biru muda dan kuning akan memberikan warna yang sedikir vibrant tanpa terkesan mencolok.

3. Bunga atau tanaman segar di dalam ruangan

Berikan “kehidupan” tambahan di apartemenmu dengan bunga atau tanaman lain. Elemen warna dan keindahan yang satu ini termasuk salah satu aspek desain rumah bergaya Skandinavia yang paling penting, lho. Tanaman tidak hanya dianggap sebagai dekorasi, tetapi juga sebagai kebutuhan di dalam ruangan. Tidak hanya itu, tanaman juga memberikan tekstur baru dan memiliki warna hijau yang menyegarkan ruangan serta meningkatkan mood.

Agar tidak menghalangi gerakmu di ruang keluarga yang mungil, kamu bisa meletakkan tanaman dengan pot besar di pojok ruangan. Sebaliknya, tanaman dengan pot kecil bisa melengkapi dekorasi ruang keluarga di meja atau rak.

4. Dekorasi jendela yang minimalis

Agar cahaya alami dapat masuk sebanyak mungkin ke dalam ruangan, desain rumah ala Skandinavia cenderung membiarkan jendela tanpa ditutupi oleh tirai. Selain itu, jendela polos juga bertujuan untuk membuat pandangan mata langsung ke luar ruangan, memperlihatkan suasana di luar apartemen. Baik cahaya lampu perkotaan ataupun hijaunya taman di sekitar apartemen, jendela yang polos akan menambah elemen romantisme ruangan, seperti yang juga ada di desain rumah Skandinavia.

Tetapi kalau kamu merasa tirai adalah keharusan, kamu bisa memilih tirai dengan material kain sheer. Warnanya yang transparan mampu membuat cahaya dari luar tetap tembus ke dalam ruangan. Tidak hanya itu, tirai jenis ini juga tidak akan membuat ruangan terasa penuh dengan motif atau warna baru di dinding.

READ  Ruang Tamu Sederhana dan Nyaman

5. Pemasangan lantai kayu terang

Tidak ada karpet yang dipasang untuk menutupi keseluruhan lantai pada desain rumah bergaya Skandinavia. Material yang paling sering digunakan untuk lantai desain rumah ini adalah kayu, yang biasanya dibiarkan dengan warna asli atau dicat putih. Tujuannya adalah untuk menciptakan ilusi ruangan yang lebih besar dan menyerap lebih banyak cahaya.

Akan tetapi, biasanya akan banyak kesulitan untuk memasang kayu pada lantai apartemen. Sebagai alternatif, kamu bisa menggantinya dengan ubin putih atau abu-abu polos, atau ubin bermotif kayu.

6. Ruangan yang tidak pelit cahaya

Bagi desain rumah bergaya Skandinavia, pencahayaan adalah salah satu yang paling penting. Selain dari cahaya matahari alami dan cat berwarna terang, pemasangan lampu juga merupakan perlu diperhitungkan.

Jenis pencahayaan yang tepat dapat membangun mood serta tema ruangan. Misalnya, lampu gantung jenis modern teetering akan cocok digunakan untuk ruangan Skandinavia bertema industrial. Contoh lain, lampu LED kecil akan memberikan sentuhan whimsical pada ruangan apartemenmu.

7. Furniture dengan aksen kayu atau metalik

Funiture kayu adalah salah satu ciri khas desain rumah ala Skandinavia. Satu atau dua furniture dari rustic wood akan menekankan pengaruh Skandinavia, misalnya pada coffee table. Sedangkan aksen metalik dapat memberikan nuansa industrial yang membuat desain rumah Skandinavia di apartemenmu jadi semakin cool. Furniture metalik bisa kamu gunakan misalnya untuk lampu. Pantulan cahaya dari tembaganya akan menambah kilau pada ruangan.

Kayu dan metal juga menambah tekstur desain rumah, membuat ruangan lebih nyaman, serta memberikan kesan natural dan lebih luas pada ruangan pada saat yang bersamaan. Jangan heran jika dengan furniture kayu dan metalik, ruangan apartemen yang kecil terasa lebih terang dan segar.

READ  MANFAAT JENDELA BESAR KAMAR

8. Karpet bermotif, membuat apartemen lebih berwarna

Memasang karpet bermotif di dalam apartemen yang mengadopsi desain rumah ala Skandinavia memiliki beberapa keuntungan. Selain membuat ruangan lebih “hidup” dengan warna dan motifnya, karpet seperti ini juga menambah kehangatan ruangan

Tentu saja, motif karpet juga harus diperhatikan agar sesuai dengan furnitur yang lain. Pilih karpet dengan motif garis atau geometris untuk desain rumah ala Skandinavia. Selain menekankan konsep ruangan, karpet dengan motif garis dan geometris juga dianggap para desainer interior tidak akan membuat ruangan terasa sempit. Sebaliknya, ruangan apartemen yang kecil justru akan tampak lebih luas.