05
Des

Desain Interior Shabby Chic: Ciri, Konsep dan Karakteristik

Desain Interior Shabby Chic: Ciri, Konsep dan Karakteristik

Arsitek Indo Kontraktor I Jasa Arsitek dan Kontraktor – Desain shabby chic yaitu gaya desain yang menggambarkan suasana yang memiliki kesan lembut dan tampak feminin. pengertian dari kata “shabby” yaitu memiliki arti lusuh dan “chic” adalah anggun, dimana penggunaan furnitur dan peralatan tua yang tampak lusuh membuat gaya desain ini terlihat unik dan antik. Yang dipadukan dengan penggunaan warna yang lembut memperkuat karakter feminim pada ruangan yang menggunakan desain ini. Oleh karena itu, penggemar dari gaya desain ini kebanyakan adalah perempuan. Berikut ini desain interior shabby chic: ciri, konsep dan karakteristik kita harus tau. Yuk simak artikelnya.

Konsep Desain Shabby Chic

Apa itu desain shabby chic adalah gaya yang menyajikan suasana yang terasa lembut dan terkesan feminim. Desain shabby chic adalah juga merupakan tampilan lain dari gaya vintage. Maka jangan heran jika penggemar dari gaya desain ini kebanyakan adalah kalangan perempuan. Gaya shabby chic ini adalah cara dekorasi unik yang romantis. Desain interior shabby chic memakai pilihan  dari furniture yang tampak terlihat tua dan terlihat aksen interior yang terkesan feminim.

Desain Interior Shabby Chic: Ciri, Konsep dan Karakteristik

Awal mula desain interior shabby chic ini yaitu berkembang di Inggris dan membangkitkan kembali jenis dekorasi yang sering ditemukan dir rumah pada daerah pedesaan yang tampak using, namun dengan adanya trend daur ulang furniture ini. Furniture yang di daur ulang berupa sofa yang sudah usang, tirai yang lusuh, cat yang sudah lama dan lain-lain.

Daur ulang ini adalah konsep shabby chic yang menjadi hasil capaian dari desain gaya shabby chic. Hasil daur ulang itu sendiri merupakan elemen yang dianggap penting yang menjadikan shabby chic sebagai hasil karya seni yang elegan secara menyeluruh.

READ  Rumah Panggung Minimalis Inspirasi Hunian dengan Nuansa Tropis

Desain Interior Shabby Chic: Ciri, Konsep dan Karakteristik

Sekarang ini gaya desain shabby chic interior telah berkembang dengan mengolaborasikan berbagai inspirasi dari berbagai bentuk dekorasi yang mementingkan kesederhaan dan kepolosan pada desain. Dan untuk sobat ketahui istilah shabby chic ini pertama kali diciptakan oleh majalah The World of Interiors pada tahun 1980 dan menjadi sangat populer di Amerika Serikat pada tahun 90an.

Karakteristik dan Ciri-ciri Desain Shabby Chic

1. Mengunakan Warna-Warna Lembut Agar Terkesan Feminim

Gaya desain shabby chic adalah gaya yang identik dengan kesan feminim dan anggun, maka penggunaan warna yang cocok untuk mewujudkan suasana tersebut yaitu warna lembut. Oleh karena itu, pilihlah furnitur dan peralatan yang berwarna lembut dan berkesan feminin.

Dalam gaya yang diterapkan, warna shabby chic yang banyak digunakan adalah putih, merah muda, hijau muda, dan biru muda. Jika kamu memiliki selera warna lembut selain dari itu, silahkan coba improvisasi pada ruanganmu jangan terpaku pada warna-warna yang biasa digunakan pada umumnya.

Desain Interior Shabby Chic: Ciri, Konsep dan Karakteristik2. Dipadukan Dengan Furnitur Antik, Unik, Tidak Umum

Furnitur yang digunakan pada ruangan bergaya shabby chic adalah furnitur yang terlihat lusuh dan usang yang tampak seperti di makan waktu. Dengan terlihat usang maka hal tersebut menjadikannya memiliki keindahan tersendiri disertai dengan keindahan yang melekat pada barang-barang bekas, dengan kesan unik dan antic. Apabila shabby chic furniture ini ditata ruang dengan konsep yang baik dan juga tepat maka akan tampak keindahan yang memiliki nilai seni di dalamnya.

Beberapa furniture khas interior shabby chic yaitu perabotan yang menggunakan kursi kayu tua, pintu atau juga jendela yang tampak lusuh, serta penggunaan bingkai kayu yang sudah tua untuk menjadikannya sebagai aksesoris pada ruangan kamu dalam konsep rumah shabby chic. Gunakan peralatan aksesoris yang antik untuk dijadikan dekorasi pada gaya desain ini.

READ  Pencahayaan Task Light

Desain Interior Shabby Chic: Ciri, Konsep dan Karakteristik

3. Menambah Dekorasi Dekorasi Tanaman Untuk Mempercantik

Dekorasi tanaman yang dapat menggambarkan sisi feminin yaitu bunga, kamu juga bisa menerapkannya pada gaya shabby chic ini . Untuk tanamannya, mawar adalah yang paling sering digunakan. Akan tetapi, bukan berarti tanaman lain tidak cocok digunakan. Pilih tanaman dengan bunga yang memiliki warna lembut sesuai karakteristik gaya desain ini.

Untuk dekorasi pada balkon kamu dapat menambahkan furnitur luar ruangan seperti meja dan kursi yang berkesan vintage dan tampak usang pastinya yaa.

Desain Interior Shabby Chic: Ciri, Konsep dan Karakteristik

4. Hiasan Kain, Atau Sofa Dengan Motif Kain Dengan Berbahan Katun

Kain yang digunakan pada tipe gaya ini, biasanya menggunakan bahan katun dan linen. Yang paling banyak digunakan adalah kain linen. Material kain ini dapat berupa taplak meja, gordyn, sarung bantal, sofa, dan lain sebagainya.

Gunakan warna lembut yang memiliki konsep satu tema seperti jendela dan sofa ataupun taplak meja memiliki warna dan motif yang sama. Sesuaikan temanya apakah akan menggunakan motif atau polos. Jika kamu ingin menggunakan motif, cobalah kain dengan bermotif bunga-bunga kecil.

Jika ingin memiliki nuansa shabby chic yang terlihat alami dan nuansa hijau sobat bisa menerapkan shabby hijau. Dengan menerapkan furniture yang didominasi warna hijau muda. Penggunaan warna hijau memberikan kesan yang adem dan terasa natural. Selain itu penggunaan warna hijau juga cocok untuk diterapkan di ruang keluarga shabby chic karena warna hijau juga bisa membuat suasana dirumah terasa hangat namun ceria.

Desain Interior Shabby Chic: Ciri, Konsep dan Karakteristik

5. Terdapat Aksesoris Antik, Unik, Menarik Dan Vintage

Aksesoris yang cocok untuk gaya desain shabby chic yaitu dengan bentuk yang unik, berkesan vintage, terlihat usang, seperti hiasan dinding, gunakan barang-barang antik seperti vas foto, cermin dengan ukiran-ukiran tampak vintage atau tua dan lain sebagainya yang dapat tampak klasik dan kuno. hiasan guci-guci atau piring-piring kuno pun cocok untuk di pajang di dinding ruangan untuk mempekuat karakter gaya desain pada ruangannya.

READ  Kontraktor Profesional Jogja

Aksesoris rumah vintage juga bisa diterapkan sebagai aksesoris untuk desain rumah shabby chic. Yang biasanya digunakan seperti hiasan berbentuk telepon jadul, koper yang sudah usang namun diperbaiki sehingga terlihat usang namun menawan.

Desain Interior Shabby Chic: Ciri, Konsep dan Karakteristik

6. Sentuhan Antik Yang Sangat Berpengaruh

Furnitur yang digunakan pada ruangan tipe desain shabby chic memiliki karakter tersendiri yaitu furniture yang terlihat lusuh serta usang seperti dimakan waktu. Tidak selalu harus menggunakan furnitur yang lama. Untuk membuat kesan lusuh dan usang kita bisa membuatnya sendiri dengan menggunakan amplas pada bagian furnitur yang diinginkan.

atau malah second-hand. Wardrobes, chests of drawers, hingga kursi dan meja biasanya dicat dalam berbagai lapisan secara berulang – ulang kemudian dibuat agar tampilannya terlihat kusam dan sedikit kuno. Untuk item yang terbuat dari kain, biasanya dipilihlah dari bahan linen dan katun dengan motif bunga. Tirainya pada jendela biasanya dibuat tipis dengan warna putih pucat atau justru menguning. Terakhir, Sobat bisa menempatkan cermin dengan ukuran cukup besar dalam ruangan dengan desain shabby chic ini

Desain Interior Shabby Chic: Ciri, Konsep dan Karakteristik

Shabby chic ini merupakan desain yang cukup kasual dan tidak terlalu rumit untuk diterapkan di rumah sobat. Karena sebenarnya tidak ada aturan berupa rambu-rambu yang jelas maka sobat bebas menggabung-gabungkan unsur vintage mana yang sobat minati. Meskipun terlihat mudah, sebenarnya ini adalah tantangannya. Yaitu sobat ditantang untuk bisa mengombinasikan yang unik dan estetis meski banyak mencocokan berbagai unsur desain yang berbeda. Dengan tampilan yang artistic secara maksimal desain shabby chic ini tidak akan merogoh kocek terlalu banyak.