17
Okt

Cara Membedakan Sertifikat Tanah / Rumah Asli & Palsu

Cara Membedakan Sertifikat Tanah / Rumah Asli & Palsu

Arsitek Indo Kontraktor I Jasa Arsitek dan Kontraktor – Membeli tanah untuk investasi jangka panjang bisa menjadi salah satu keputusan yang tepat. Namun, Anda harus berhati-hati jangan sampai sertifikat tanah yang didapatkan palsu. Hal tersebut juga berlaku bagi Anda yang saat ini hendak membeli rumah, khususnya rumah bekas atau second. Anda harus berhati-hati, jangan sampai nanti mendapatkan sertifikat palsu. Berikut ini cara membedakan sertifikat tanah / rumah asli & palsu.

Bentuk Fisik Sertifikat Tanah Asli / Palsu

Cara sederhana untuk membedakan sertifikat tanah asli dan palsu adalah dengan bentuk fisik, karena di beberapa kasus ditemukan cover atau sampul buku sertifikat tanah berwarna abu-abu, padahal umum nya sertifikat tanah / rumah asli yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) adalah berwarna hijau. Selain itu, salah satu ciri sertifikat palsu adalah cap serta tanda tangan yang tertera dalam sertifikat berbeda dengan yang asli.

Datang & Cek ke BPN Badan Pertanahan Nasional

Guna memastikan keaslian sertifikat tanah, ada baiknya jika Anda langsung datang ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN), di sana pihak BPN akan mengecek sertifikat tanah dengan terperinci, mulai dari bentuk fisik buku sertifikat tanah hingga nomor registrasi yang tertera dalam buku sertifikat.

Prosedur pengecekan sertifikat tanah asli di kantor BPN :

  1. Datang ke kantor BPN di wilayah tempat tinggal Anda
  2. Datang ke loket pengecekan sertifikat tanah
  3. Membawa sertifikat asli, KTP, bukti lunas PBB tahun terakhir
  4. Waktu pengecekan sertifikat tanah satu hari
  5. Biaya pengecekan Rp 50.000

Modus Pemalsuan Sertifikat Tanah

cara membedakan sertifikat rumah asli dan palsu

Sebenarnya ada beberapa modus yang kerap dilakukan oleh sindikat pemalsuan sertifikat tanah, namun yang kerap dilakukan adalah dengan cara berpura-pura menjadi pembeli tanah atau rumah. Awalnya pelaku akan meminta izin kepada pemilik rumah untuk meminjam sertifikat untuk mengecek keaslian.

Setelah diberikan, maka pelaku akan memfotokopi untuk dipalsukan, pelaku akan mempelajari dokumen untuk mempelajari bentuk tanda tangan beserta cap BPN yang tertera pada sertifikat tanah. Bahkan ada beberapa kasus penggandaan dokumen melibatkan oknum BPN agar sertifikat palsu terlihat seperti asli.

Untuk menghindari hal tersebut, ada baiknya bagi Anda untuk tidak dengan mudah memberikan sertifikat tanah kepada calon pembeli. Namun jika hal tersebut harus dilakukan. Sebaiknya Anda terlebih dahulu meminta uang DP rumah terlebih dahulu kepada calon pembeli, guna memastikan bahwa orang tersebut benar-benar berminat membeli rumah Anda.