Bengunan Adat Aling-Aling
01
Agu

Bangunan Adat Aling-Aling

Bengunan Adat Aling-AlingBANGUNAN ADAT ALING-ALING

Rumah Adat Bali – Jika Anda asli orang Bali, maka sudah tidak asing bukan dengan bangunan aling-aling? Bangunan aling-aling ini masih ada hubungannya dengan angkul-angkul yang sudah kita bahas sebelumnya (Baca juga : Bangunan Angkul-Angkul Part 1).Nah, apakah setuju jika kita membahas seperti apa bangunan aling-aling ini?

Baca juga : Tips Memilih Kontraktor Rumah

Sejarah Bangunan Aling-Aling

Dahulu di Bali, sebuah aling – aling oleh masyarakat umum, masyarakat biasanya menggunakan kelangsah (daun kelapa kering) atau kelabang mantri sebagai sarana proteksi dari kekuatan negatif dimana sulaman atau ulat-ulatan dari daun kelapa tersebut diletakkan pada aling-aling, namun ada yang menempatkan sebagai penghias aling-aling digunakan sebuah patung yang sebagaimana disebutkan dari kutipan Bale Bengong, patung untuk mempercantik arsitektur Bali,
  • Sebagai pembatas antara angkul – angkul dan pekarangan rumah, biasanya ada yang menggunakan patung Ganesha sebagai simbul kebijaksanaan.
  • Sedangkan pembatas antara angkul – angkul dan tempat suci dalam pekarangan rumah, biasanya digunakan patung Nawa Sura & Nawa Sari yang diletakkan pada pintu masuk merajan atau sanggah, tempat sembahyang di rumah.
      • Nawa Sura digambarkan dengan sosok raksasa dengan senjata berupa kapak atau pedang, 
      • Sedangkan Nawasari bersenjatakan bunga. 
    • Sama halnya pada angkul-angkul (pintu gerbang di rumah). Kedua patung ini mengapit pintu masuk sebelum menuju area merajan atau sanggah.

Baca juga : Kontraktor Terima Jasa Bangun

Penggunaan sebuah aling-aling sebagai pembatas digunakan pada kondisi tertentu yang oleh Ida Pedanda Gede Made Gunung dalam artikelnya di facebook disebutkan bahwa,

  • Sebuah aling-aling digunakan misalnya jika pintu masuk pekarangan sejajar dengan pintu kamar rumah, atau pintu pekarangan rumah yang sejajar / tumbak jalan maka diperlukan sebuah penghalang.
  • Jika kondisi pekarangan tidak seperti tersebut diatas, maka tidak perlu dibuatkan aling-aling.
  • Andaikata pekarangan memerlukan aling-aling namun tempat yang tidak memungkinkan, maka disarankan membuat sebuah tanda atau pelinggih khusus yang berfungsi sebagai penghalang baik secara sekala maupun niskala.

JASA ARSITEK DAN KONTRAKTOR  merupakan solusi bagi Anda yang ingin membangun rumah hunian, kost ekslusif, apartemen atau bangunan lainnya. Konsultasi Gratis KLIK DISINI. Hubungi kami di  WA : 0857 4300 6666