16
Okt

8 Ide Desain agar Selasar Tidak Membosankan

8 Ide Desain agar Selasar Tidak Membosankan

Arsitek Indo Kontraktor I Jasa Arsitek dan Kontraktor – Pada umumnya, selasar membangun sebagai akses dari satu ruang ke ruang yang lain tanpa memakan banyak lahan. Suatu bangunan memanfaatkan selasar agar ruangan lain yang membutuhkan memiliki luasan yang cukup. Meski identik dengan kesan yang sempit, selasar bisa terbuat agar terlihat lebih luas, lho. Kuncinya ada pada dekorasi yang kamu gunakan. Berikut ini 8 ide desain agar selasar tidak membosankan.

1. Karpet. 

Pemanfaatan karpet berpola horizontal pada selasar yang panjang akan membuat kesan lebih lebar.  Jika tidak mendapatkan karpet yang cukup panjang, jahitlah beberapa karpet untuk menyatukannya.

2. Galeri foto dan lukisan. Memiliki selasar yang panjang berarti memiliki banyak ruang untuk mendisplay koleksi foto dan lukisan menjadi galeri pribadi.  Padukanlah warna cat dinding dan frame untuk menciptakan kesan minimalis.

2. Galeri foto dan lukisan.

Memiliki selasar yang panjang berarti memiliki banyak ruang untuk mendisplay koleksi foto dan lukisan menjadi galeri pribadi.  Padukanlah warna cat dinding dan frame untuk menciptakan kesan minimalis.

3. Kabinet. Selasar yang cukup lebar bisa digunakan untuk meletakkan kabinet yang cukup panjang.  Perpaduan kabinet, pencahayaan, karpet, dan berbagai lukisan menghilangkan kesan selasar yang biasanya membosankan, sekaligus selasar menjadi fungsional.

3. Kabinet. 

Selasar yang cukup lebar bisa tergunakan untuk meletakkan kabinet yang cukup panjang.  Perpaduan kabinet, pencahayaan, karpet, dan berbagai lukisan menghilangkan kesan selasar yang biasanya membosankan, sekaligus selasar menjadi fungsional.

4. Pencahayaan.  Tidak bisa dipungkiri lagi, pencahayaan  merupakan elemen arsitektur yang penting. Apalagi dalam selasar yang tidak berjendela, desain pencahayaan menjadi keharusan.  Downlighting yang tepat akan semakin menonjolkan dan memperindah material dinding, lantai, dan plafond yang digunakan.

4. Pencahayaan.

Tidak bisa terpungkiri lagi, pencahayaan  merupakan elemen arsitektur yang penting. Apalagi dalam selasar yang tidak berjendela, desain pencahayaan menjadi keharusan.  Downlighting yang tepat akan semakin menonjolkan dan memperindah material dinding, lantai, dan plafond yang menggunakan.

5. Panel dinding. Panel dinding pada selasar menjadi elemen desain dekoratif yang penting, sekaligus melindungi dinding dari kerusakan akibat benturan , apalagi area ini sering dilewati. Padu padankanlah warna panel dengan dinding untuk memberi kesan kontras ataupun komplementer.

5. Panel dinding. 

Panel dinding pada selasar menjadi elemen desain dekoratif yang penting, sekaligus melindungi dinding dari kerusakan akibat benturan , apalagi area ini sering terlewati. Padu padankanlah warna panel dengan dinding untuk memberi kesan kontras ataupun komplementer.

6. Rak buku.Para pecinta buku, tidak pernah punya ruang yang cukup untuk menyimpan koleksi buku-bukunya.  Selasar dapat difungsikan untuk memenuhi keinginan membaca tanpa harus ‘jauh-jauh’ pergi ke ruang baca untuk mengambil buku.  Manfaatkanlah selasar untuk perluasan perpustakaan pribadi .  Setidaknya, koleksi buku akan berada di tiga ruang sekaligus, dua ruang atau bisa lebih yang dihubungkan dengan selasar, dan selasar itu sendiri.

6. Rak buku.

Para pecinta buku, tidak pernah punya ruang yang cukup untuk menyimpan koleksi buku-bukunya.  Selasar dapat terfungsikan untuk memenuhi keinginan membaca tanpa harus ‘jauh-jauh’ pergi ke ruang baca untuk mengambil buku.  Manfaatkanlah selasar untuk perluasan perpustakaan pribadi .  Setidaknya, koleksi buku akan berada pada tiga ruang sekaligus, dua ruang atau bisa lebih yang menghubungkan dengan selasar, dan selasar itu sendiri.

READ  Perbedaan Garasi Dan Carport
7. Murals (lukisan dinding). Pilihlah tema mural untuk melukis dinding selasar menjadi lebih ‘hidup’ dan tidak monoton.  Tema lukisan bisa memanfaatkan elemen garis agar selasar lebih luas. Pilihlah warna yang terang untuk mencerahkan.  Tema lain seperti tema edukasi dan tema alam juga bisa dimanfaatkan untuk memperindah selasar.

7. Murals (lukisan dinding).

Pilihlah tema mural untuk melukis dinding selasar menjadi lebih ‘hidup’ dan tidak monoton.  Tema lukisan bisa memanfaatkan elemen garis agar selasar lebih luas. Pilihlah warna yang terang untuk mencerahkan.  Tema lain seperti tema edukasi dan tema alam juga bisa dimanfaatkan untuk memperindah selasar.

8. Cermin dengan frame. Jika Anda menginginkan selasar berkesan seperti galeri, tetapi belum tahu tema gambar yang ingin ditampilkan, pergunakanlah cermin dengan frame.  Nantinya keberadaan cermin bisa dimanfaatkan sebagai perletakan foto/lukisan, atau pun menambah pencahayaan dan kesan lebih luas di selasar yang kecil dan panjang.

8. Cermin dengan frame.

Jika Anda menginginkan selasar berkesan seperti galeri, tetapi belum tahu tema gambar yang ingin ditampilkan, pergunakanlah cermin dengan frame.  Nantinya keberadaan cermin bisa dimanfaatkan sebagai perletakan foto/lukisan, atau pun menambah pencahayaan dan kesan lebih luas di selasar yang kecil dan panjang.