19
Jan

8 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Membuat Tembok Batu Bata

8 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Membuat Tembok Batu Bata

Arsitek Indo Kontraktor I Jasa Arsitek dan Kontraktor – Tampilan dinding bata ekspos memang tak lekang oleh waktu. Hal ini karena dinding bata ekspos membuat ruangan lebih berkarakter, hangat dan homey. Namun, untuk membangun dinding bata ekspos ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.  Berikut ini 8 hal yang harus diperhatikan saat membuat tembok batu bata.

Ketinggian Yang Tepat

Menurut para ahli bangunan, tembok batu bata tergolong proyek yang cukup rumit. Untuk yang belum pernah mencoba, sebaiknya benar- benar mempelajari teknik dan caranya secara tepat. Selain itu, ketinggian tembok batu bata yang bisa dikerjakan sendiri adalah tidak lebih dari 1.2 meter – terkecuali memang jika kalian sudah memiliki keahlian khusus struktur bangunan.

Supaya aman, coba deh dengan proyek kecil- kecilan, misalnya tembok batu bata rendah di depan rumah atau outdoor.

Ketahui Jenis Batu Bata

Ada 5 jenis batu bata umum yang sering digunakan dan harus dipilih sesuai kebutuhan, yaitu :

  • Batu Bata Merah, yaitu terbuat dari tanah liat yang dibakar dengan suhu tinggi hingga kering dan mengeras berwarna kemerahan. Ketahanannya cukup tinggi dan aman untuk rumah.

  • Batako, terbuat dari campuran semen dan pasir kasar. Lebih cocok untuk penggunaan gudang atau pos jaga. Bentuknya lebih besar dan ringan daripada batu bata merah.

  • Batu Bata Hebel, yaitu batu bata pabrikan yang cukup kokoh dan bisa untuk rumah. Terbuat dari campuran pasir kuarsa, gypsum, kapur dan aluminum, batu bata ini juga lebih tahan panas.

  • Batu Bata Berongga, lebih sering digunakan untuk struktur ringan atau sebagai bingkai. Banyak pola pada rongga sebagai unsur dekoratif daripada suportif.

  • Batu Bata Custom atau purpose-made, alias dibuat sesuai kebutuhan unik dari bangunan. Terbuat dari bahan campuran, biasanya batu bata ini lebih mahal dan juga kokoh.

READ  PILIH DESAIN RUMAH MEWAH 1 LANTAI YANG NYAMAN DITEMPATI

Setelah tahu jenis batu bata yang diinginkan, pastikan juga memilih yang kualitasnya terpercaya.

Perekat Yang Pas

Setelah mengetahui bahan tembok batu bata, ketahui juga perekat yang pas untuk digunakan. Contohnya untuk bahan batu bata merah, dibutuhkan perekat yang jumlahnya cukup banyak lalu diikuti dengan plesteran agar hasilnya rata. Untuk batu bata behel, dibutuhkan perekat khusus yaitu semen instan yang biasanya harganya agak tinggi. Nah, hal- hal detail seperti ini harus turut jadi pertimbangan biaya dan pengerjaan.

Pola Pemasangan

Salah satu faktor dalam memasang tembok batu bata adalah pola atau bond. Umumnya tembok batu bata akan dipasang dengan pola selang seling untuk setiap lapisan yang berbeda. Ini supaya hasil kekuatan tembok batu bata semakin maksimal, dimana beban tumpukan saling menyokong dengan sempurna.

Persiapkan Perkakas Wajib


Batu bata dan semen perekat adalah bahan dasar yang diperlukan, sedangkan perkakas wajib lain adalah :

  • Cangkul untuk membuat adukan

  • Cetok/sendok untuk menempelkan plesteran

  • Benang dan paku untuk mengukur presisi saat pemasangan

  • Martil untuk menancapkan paku atau mematahkan batu bata

  • Lot untuk mengukur kedataran

  • Ondrong untuk meratakan adukan plester

  • Jedar aluminium untuk meratakan adukan plester yang ditempelkan.

  • Benda lain seperti ember, ayakan pasir dan bak air juga harus sudah tersedia.

Cek dan Ricek

Tembok batu bata idealnya harus dibiarkan kering setelah dipasang pada ketinggian maksimal 1 meter. Biarkan kering dulu, cek presisi dan kerapian, serta kekokohan, sebelum lanjut membangun dinding batu bata hingga ketinggian yang diinginkan. Semakin rapi dan presisi, semakin kuat juga hasil tembok batu bata.