15
Des

5 Keuntungan Berinvestasi Properti

5 Keuntungan Berinvestasi Properti

Arsitek Indo Kontraktor I Jasa Arsitek dan Kontraktor – Properti baik dalam bentuk tanah atau sudah ada bangunan hampir selalu mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Mengapa? Ini dikarenakan permintaan lebih banyak dibandingkan persediaan yang ada. Sementara itu, penduduk bumi semakin banyak dan mereka membutuhkan tempat tinggal / usaha. Bahkan, tahukah Kamu bahwa kenaikan harga properti melebihi kenaikan inflasi. Oleh karena itu, tidak ada kata rugi membeli properti. Tentu melakukan investasi properti juga tidak sembarangan. Jalan satu-satunya bukan hanya dengan menjual di masa mendatang dan mendapatkan harga selisihnya. Kamu dapat mendapatkan keuntungan tak terduga dengan melakukan investasi property. Berikut ini 5 keuntungan berinvestasi properti.

1. Perolehan pendapatan finansial

Jika memilih investasi properti, Anda akan mendapatkan pendapatan finansial dari hasil menjual atau menyewakan properti. Investasi properti bisa berupa rumah, tanah kavling, ruko, apartemen, bangunan toko/kios, dan masih banyak jenis investasi properti lainnya. Harga sewa atau harga jual properti ditentukan berdasarkan harga pasar.

Bandingkan dengan investasi finansial. Pendapatan yang diperoleh oleh Anda selaku investor berupa bunga. Sedang jika bentuk investasi finansial Anda adalah saham, maka pendapatan yang akan Anda peroleh adalah dividen yang akan diberikan setiap tahunnya.

Kesimpulannya, keuntungan yang didapat dari investasi properti jauh lebih pasti dan lebih besar karena setiap waktunya terjadi kenaikan nilai properti. Apalagi mengingat semakin meningkatnya jumlah permintaan akan properti tiap waktunya.

2. Memiliki potensi kenaikan investasi

Karena sifatnya yang langka alias terbatas, harga properti seperti tanah dan bangunan sudah dipastikan akan terus mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan harga-harga barang lainnya.

Sesuatu yang langka akan berpengaruh pada nilai ekonomi barang itu sendiri. Anda bandingkan dengan investasi finansial seperti saham. Nilai harga saham akan naik jika kinerja perusahaan dinilai baik. Namun jika kinerja perusahaan buruk, nilai harga saham akan mengalami penurunan.

READ  Tips Agar Lantai Semen Tahan Lama

3. Adanya proteksi terhadap inflasi

Laju kenaikan harga properti setiap tahunnya jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan laju inflasi.

4. Adanya kontrol sebagai pemilik properti

Anda sebagai pemilik properti dan sekaligus investor memiliki kendali penuh terhadap properti yang dimiliki. Misalnya, ingin menjual, menahan, membangun, memperbaiki, atau menyewakan. Sementara, para investor finansial hanya bisa membeli, menahan, dan menjual investasi finansial saja.

5. Memiliki daya ungkit

Investasi properti memiliki daya ungkit yang tinggi. Contohnya hanya dengan modal Rp100 juta saja Anda bisa membeli properti seharga Rp500 juta dengan sisa kekurangan modal bisa Anda dapatkan dari pinjaman bank.