18
Nov

5 Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang Desain Interior Art Deco

5 Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang Desain Interior Art Deco

Arsitek Indo Kontraktor I Jasa Arsitek dan Kontraktor – Arsitektur Art Deco merupakan gaya desain yang diperkenalkan pertama kali pada tahun 1966 dalam sebuah pameran dengan tema “Les Années 25” sebagai acara peninjauan kembali terhadap pameran “l’Expositioan Internationale des Arts Décoratifs et Industriels Modernes” yang diselenggarakan pada tahun 1925 di Paris. Istilah Art Deco ditulis dalam sebuah katalog yang diterbitkan oleh Musée des Arts Decoratifs di Paris. Semenjak saat itu nama Art Deco mengacu pada desain seni yang sedang populer dan modern. Berikut ini 5 hal yang perlu kamu tahu tentang desain interior art deco.

1. Desain interior art deco muncul setelah Perang Dunia Ke-1

Gaya Art Deco lahir setelah perang dunia pertama yakni pada tahun 1925 di sebuah konferensi l’Exposition Internationale des Arts Decoratifs Industriels et Modernes yang diselenggarakan di Paris, Perancis. Saat itu, gaya art deco tidak hanya diterapkan pada desain eksterior dan interior bangunan saja, tetapi juga pada proses pembuatan furnitur, patung, poster, pakaian, bahkan perhiasan. Kata ‘Art Deco’ sendiri kemudian berkembang menjadi sebuah terminologi untuk menamai seni yang saat itu dianggap sebagai seni yang fungsional, modern, dan sangat anggun. Munculnya terminologi tersebut pada beberapa ulasan dan artikel yang beredar, semakin membuat nama Art Deco eksis dan semakin dikenal. Bahkan, Art Deco semakin mendapat tempat di dunia seni setelah buku berjudul “Art Deco” karangan Bevis Hillier dipublikasikan di Amerika pada tahun 1969.

Poster konferensi l’Exposition Internationale des Arts Decoratifs Industriels et Modernes yang diadakan di Paris, Perancis - source: archdaily.com

Gaya desain yang sempat mengalami puncak popularitasnya pada tahun 1920 hingga 1939 ini mengambil ide dan inspirasi desain kuno dari Mesir, Suria, dan Persia. Desain Art Deco sendiri murni bersifat dekoratif, lengkap dengan detail-detail arsitektural yang geometris dan juga warna-warna solid.

2. Furnitur art deco biasanya memiliki proporsi yang lebih besar, geometris, dan bergaya klasik

Furnitur bergaya art deco - source: eltagroup.com

Untuk menciptakan kesesuaian gaya dan desain interior art deco pada ruangan, furnitur yang sering digunakan pada desain ini adalah furnitur bertema klasik dari tahun 1920-an, seperti kursi berlengan dengan dudukan berbentuk lingkaran dan meja kaca dengan model geometris. Elemen interior tersebut menjadi lebih atraktif ketika dipadukan dengan pemilihan wallpaper, lampu hias serta karpet yang juga menggunakan motif art deco. Furnitur bergaya art deco juga cenderung berukuran besar, simetris, dan terdapat detail-detail berupa gambar, garis, dan bentuk lainnya.

Furnitur bergaya art deco - source: theartofbespoke.com

3. Interior art deco menggunakan warna-warna solid dan mewah seperti emas, perak, hijau emerald, hitam, dan silver

Inspirasi hunian dengan desain interior art deco yang menggunakan warna-warna terang dan solid - source: theartofbespoke.com

Kesan abstrak dan artistik merupakan salah satu ciri dari desain interior yang satu ini, sehingga untuk mengaplikasikan gaya ini Anda dapat memadukan banyak hal, mulai dari material furnitur, motif, dan warna dekorasinya. Bicara soal warna, warna-warna solid seperti emas, perak, hijau emerald, kuning, biru indigo, hitam, dan silver adalah warna khas interior bergaya art deco. Perpaduan dari beberapa warna tersebut dapat menghasilkan ruangan yang tampak dinamis dan serasi.

Apabila Anda menginginkan unsur yang lebih lembut dalam desain interior art deco, coba gunakan warna cream dan beige. Kedua warna tersebut sering diaplikasikan di ruang tamu. Ruang makan, dan kamar tidur karena akan terlihat serasi dengan aksen perak dan warna-warna solid yang sudah diulas di atas. Untuk dinding berwarna gelap. Kombinasikan dengan furnitur dan dekorasi berwarna terang dengan aksen logam sehingga dapat menciptakan suasana ruangan yang nyaman dan mewah.

4. Material furnitur dan dekorasi bergaya art deco beragam

Art deco style mirror - source: pinterest.com

Tidak hanya warna, desain interior art deco juga tidak mengenal batasan dalam penggunaan material. Yang digunakan untuk elemen interiornya seperti furnitur art deco dan dekorasi. Material seperti logam, kayu, batuan alam, kulit binatang, dan kaca dapat memperkuat aksen gaya interior ini. Bangunan bergaya Art Deco juga sering menggunakan beton sebagai material utamanya terutama untuk dinding rumah. Perpaduan tiang beton dengan kayu dapat menciptakan struktur serta komposisi interior yang serasi.

5. Motif yang sering digunakan dalam interior art deco adalah motif hewan, tanaman, chevron, trapezoid, dan lainnya.

Motif wallpaper pada hunian bergaya art deco - source: pinterest.com

Penggunaan motif adalah elemen kunci dalam menciptakan suasana interior art deco yang kental. Terdapat beberapa tema dan motif yang sering digunakan pada interior bergaya art deco. Diantaranya motif yang terinspirasi dari alam seperti motif hewan dan tanaman eksotis, serta motif geometris lainnya seperti chevron dan trapezoid. Motif hewan yang biasanya digunakan terdiri dari motif kulit macan, sayap kupu-kupu, dan burung merak. Motif-motif ini kemudian diaplikasikan pada wallpaper, pelapis furnitur, dan karpet yang dapat membawa kesan interior klasik dan glamor ala tahun 1920-an ke dalam ruangan.

Hindari penggunaan renda ataupun motif bunga dan kotak-kotak, karena motif tersebut tidak sesuai dengan karakteristik art deco. Sebagai gantinya, gunakan warna-warna solid dan motif-motif yang sudah disebutkan di atas.

Motif wallpaper pada hunian bergaya art deco - source: gaspardronjat.com