13
Nov

10 Langkah Dekorasi Shabby Chic

10 Langkah Dekorasi Shabby Chic

Arsitek Indo Kontraktor I Jasa Arsitek dan Kontraktor – Dekorasi shabby chic pertama kali mempopulerkan pada tahun 1980-an oleh seorang desainer interior asal London, Rachel Ashwell. Ashwell mengaku terinspirasi dari gaya khas rumah tradisional pada pedesaan Inggris. Shabby chic secara harafiah terartikan sebagai lusuh. Namun, tampilannya jauh dari kesan lusuh tadi. Justru terlihat stylish dan feminin berkat kombinasi furnitur bergaya vintage, motif feminin seperti floral, serta permainan warna pastel juga warna putih. Berikut ini 10 langkah dekorasi shabby chic!

1. Mix n Match

Jangan takut untuk mengombinasikan furnitur dengan finishing berbeda, warna, dan gaya dari era yang berbeda. Furnitur berfinishing rastik akan membuat interior shabby chic tampil lebih memikat, pun halnya dengan material besi dan metal. Elemen besi dan metal pada aksesori atau furnitur akan membuat shabby chic tampil lebih masa kini.

2. Elemen Vintage

shabby chic

Shabby chic identik dengan furnitur bergaya vintage, baik dari sisi finishing atau bentuk. Anda bisa mengawinkan aksesori atau furnitur bergaya vintage dengan warna putih atau pastel. Antik tak berarti harus berumur ratusan tahun. Saat banyak furnitur yang finishingnya sengaja terbuat antik, sehingga Anda bisa memburunya secara online atau pun on site.

3. Berbau Putih

Shabby Chic

Nuansa putih tidak pernah luput menghadirkan pada gaya interior ini. Warna ini menganggap sebagai warna dasar yang dapat menetralkan warna-warni ruangan. Setidaknya, ketika Anda sudah banyak bermain dengan warna dan motif, hadirkan elemen ini untuk mengembalikan kenetralannya.

4. Tak Hanya untuk Wanita

Shabby Chic

Dulu, shabby chic identik dengan nuansa pink dan motif floral. Kini, perpaduan unsur kontemporer telah meluluhkan kesan feminin yang membalutnya. Anda dapat menghadirkan furnitur-furnitur dengan bentuk yang lebih tegas dengan finishing rastik atau unfinished, selain itu padukan juga dengan motif-motif yang saat ini sedang menjadi tren, seperti motif geometris dengan floral.

READ  Cara Menghilangkan Jamur di Lemari

5. Mainkan Warna pada Aksesori

Shabby Chic

Sedikit bermain warna pada pengisi interior akan membuat tampilannya semakin catchy dan stylish. Mainkan warna pada alas (batalan kursi ) dengan motif flower atau warna-warna lembut seperti hijau pastel atau pink pastel. Sarung bantal pun demikian, bila menggunakan sofa dengan warna putih atau soft, gunakan warna kontras yang dapat menghidupkan suasana lembut ruangan. Misalnya, warna-warna neon yang terang dan cerah pada sarung bantalnya. Terjamin, dengan permainan warna yang harmonis, interior Anda tidak akan terkesan monoton

6. Berikan sentuhan antik

Shabby Chic

Furnitur yang menggunakan pada ruangan beraya shabby chic kebanyakan adalah furnitur yang terlihat usang termakan waktu. Akan tetapi, Anda juga bisa mendapatkan kesan usang atau shabby tersebut dengan cara mengampelas perabot Anda.

7. Gunakan material kain

Katun dan linen sering digunakan untuk menghias ruangan bergaya shabby chic. Yang paling banyak digunakan adalah kain linen. Material kain ini dapat berupa taplak meja, gorden, sarung bantal dan lain-lain. Jika ingin kain dengan motif, cobalah kain dengan motif bunga-bunga kecil.

Selain kayu, material fabric juga menjadi elemen utama dalam penataan interior ala shabby chic. Kain yang digunakan adalah kain yang memiliki motif dan warna pastel. Umumnya bermotif floral. Anda dapat mengaplikasikan material kain pada tempat tidur, meja makan, headboard, padded wall, hingga upholstery kursi. Namun satu hal yang perlu diingat, gaya shabby chic tidak banyak mengeksplorasi warna dan kontras yang tinggi, melainkan cenderung bermain pada ruang monokrom yang aman.

8. Warna Pastel

Pilihlah cat tembok berwarna pastel yang lembut seperti hijau mint, krem, dan putih gading. Warna-warna ini dapat diaplikasikan secara tidak merata pada panel dinding maupun furnitur pengisi ruangan, sehingga muncul kesan unfinished.

READ  Cara Mudah Hilangkan Lumut di Tembok

Shabby Chic

Berikut tips memilih padu padan warna untuk ruangan shabby chic. Pilih warna utama dan seimbangkan dengan warna komplementernya. Misalnya, jika biru muda menjadi warna utama, harmonikan warna ruang dengan menambahkan abu-abu muda (broken grey) dan sedikit putih. Anda dapat memberi warna utama pada furnitur kemudian berikan lapisan bertekstur atau motif dengan warna komplementer di atasnya. Selain putih dan pastel, model pewarnaan usang (worn), bleach out dan luntur (faded) pun sering diasosiasikan dengan shabby chic.

9. Unfinished

Shabby Chic

Furnitur yang digunakan pada gaya desain shabby chic biasanya berupa furnitur kayu yang dilapisi oleh duco berwarna putih. Sebagian orang bahkan sengaja mengamplas permukaannya untuk menciptakan kesan usang atau unfinished. Untuk menguatkan tema, Anda bisa mengaplikasikan aksen kancing (deep buttoned) pada sandaran sofa atau dinding headboard ranjang.

10. Pemilihan Motif

Shabby Chic

Shabby chic tidak akan terasa lengkap tanpa adanya motif atau pola yang digunakan. Motif floral atau bunga, dots, serta garis merupakan beberapa motif yang biasa ditemui. Anda dapat memilih wallpaper, sarung bantal, seprai, atau pelapis furnitur dengan salah satu motif tersebut. Dengan warna pastel dan motif yang digunakan pada furnitur, dinding, atau aksesori, gaya shabby chic dapat lebih kental terasa dalam kamar tidur.

BACA JUGA: 15 Ide Dekorasi Natal di Setiap Sudut Rumah, Pasti Bikin Tamu Terkesima!